Menyusuri Keindahan Tersembunyi Goa Buniayu Sukabumi

Goa Buniayu merupakan salah satu wanawisata alam yang berada di desa Kerta Angsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Wisata ini merupakah salah satu tempat wisata favorit di Sukabumi. Banyak sekali kegiatan yang dapat anda lakukan saat mengunjungi area wisata ini, diantaranya adalah camping, canyoning, caving, rappelling dan outbond. Akan tetapi yang paling dikenal oleh para wisatawan adalah caving nya.

pesonanegeriku.com

Untuk bisa sampai menuju wisata Goa Buniayi ini, jika dari pusat kota Jakarta dibutuhkan waktu sekitar 5-6 jam. Saat sudah sampai di pusat kota Sukabumi, anda harus melanjutkan perjalanan lagi sejauh kurang lebih 26 km ke arah selatan Sukabumi. Jalan yang dilalui lumayan berkelok-kelok karena melewati punggung bukit daerah selatan Sukabumi. Selama perjalanan dari gerbang masuk menuju lokasi goa, anda akan menikmati suasana alam yang begitu menyejukkan.

Indahnya Goa Buniayu

untung09.wordpress.com
untung09.wordpress.com

Goa ini mempunyai 2 area, yakni Goa Horizontal dan Goa Verikal. Area Goa Horizontal biasanya diperuntukkan untuk anak-anak. Di sini mereka masih dapat menyusuri goa karena medannya yang cukup mudah. Hal itu dapat terlihat dari adanya beberapa undak-undakan yang berbentuk tangga. Sedangkan Goa Vertikal hanya diperuntukkan untuk orang dewasa saja. Hal itu disebabkan karena medannya yang cukup berat dan berbahaya. Untuk masuk ke dalam pintu goa nya saja anda harus rappeling terlebih dahulu melewati dinding goa yang cukup curam. Kedalaman goa di area ini sekitar 30 meter dan mempunyai panjang sekitar 1,5 km. Adapun waktu yang dibutuhkan untuk menyusuri Goa Buniayu ini sekitar 4-5 jam, waktu yang cukup lama tentunya.

 

Banyak orang yang menyebut bahwa Goa Buniayu ini menyerupai botol. Penyebabnya adalah jalan masuk ke dalam goa yang cukup sempit, namun saat mulai memasuki dan berada di dalam goa, ternyata mempunyai area yang sangat luas. Saat memasuki lorong goa, anda akan disambut dengan sungai dan air terjun yang berada di bawah tanah, rangkaian indah stalakmit dan stalaktit dan masih banyak ornamen-oranmen alam lain khas goa. Sepanjang perjalanan menyusuri goa, anda akan melihat ornamen-ornamen itu sampai akhirnya anda keluar dari sisi goa yang lain.

Saat menyusuri Goa Buniayu, anda akan dilengkapi peralatan caving yang terdiri dari wear pack anti air, sepatu bot anti licin, lampu penerangan, sarung tangan dan helm. Selain itu, anda juga mungkin harus mempersiapkan beberapa peralatan lain seperti headlamp, karabiner, dynamic/statistic rope dan steel ladder.

Anda akan mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan saat menjelajahi goa ini. Ada bagian dimana anda akan dituntut untuk melewati jalanan yang berkelok-kelok, melompati bebatuan yang berlumpur, menerobos lorong-lorong yang sempit dan merayap di dinding goa yang beralaskan jurang di bawahnya. Masing-masing bagian tentu akan memberikan rasa tersendiri yang sangat mengesankan. Selain itu, anda bisa menikmati keindahan sungai, danau dan air terjun yang berada di dalam goa. Tentunya keindahan-keindahan ini akan semakin membuat anda tak bisa melupakan pengalaman caving di Goa Buniayu ini.

Dengan melakukan caving di Goa Buniayu, tentunya akan membuat anda bersyukur karena bisa menikmati kebesaran Tuhan yang begitu indahnya. Di saat anda tidak bisa menikmati cahaya, berada dalam kegelapan di perut bumi, disanalah anda akan merasakan kebesaran Tuhan.

Air Terjun Bibijilan

paketwisatamurah.co.id

Setelah menikmati keindahan Goa buniayu, anda bisa meneruskan perjalanan menuju Curug atau Air Terjun Bibijilan. Di Curug ini anda bisa membersihkan badan dari lumpur yang didapat saat menyusuri goa. Selain itu, anda juga bisa merasakan serunya bermain water rapelling.

Keindahan menjelajah perut bumi dan Kenikmatan bermain water raffling semua itu bisa anda dapatkan di kawasan wisata Goa Buniayu Sukabumi. Untuk menikmati sensasi wisata ini, anda harus mengeluarkan uang sekitar Rp. 250.000 – Rp. 350.000. Agar bisa lebih murah lagi, sebaiknya anda membawa rombongan yang banyak. Selamat berpetualang. 🙂

Curug Sawer Sukabumi, Wisata Alam yang Menyejukkan Jiwa

Jika anda mempunyai rencana berlibur bersama keluarga untuk melepas penat setelah seminggu padat dengan aktifitas, cobalah berlibur menuju Curug Sawer. Di sini anda dapat menikmati sejuknya udara khas pegunungan serta segarnya air terjun yang sangat dingin tentunya.

Curug Sawer merupakan salah satu tempat wisata air terjun yang berada di desa Sukamaju, kecamatan Kadudampit, kabupaten Sukabumi. Tempat wisata ini juga menjadi salah satu wisata alam favorit warga Sukabumi. Letaknya masih berdekatan dengan Situ gunung dan masih berada di kaki Gunung Gede Pangrango. Adapun ketinggian curug ini kurang lebih 25 – 30 meter.

kalau dilihat dari namanya, tempat wisata alam yang satu ini memang unik. Nama Curug Sawer sendiri didapat karena besarnya percikan curug yang jatuh ke bawah dan kerap kali membuat percikan (sawer) yang keras. Oleh sebab itu, walaupun anda berada jauh dari air terjun ini, tubuh anda akan tetap basah terkena percikan air terjun tersebut. Dari sinilah nama Curug Sawer itu muncul. Di kawasan wisata ini pula anda dapat menemukan beberapa anak sungai yang oleh pengunjung biasanya digunakan untuk mandi. Air di curug ini sangat dingin, maka kalau anda tidak kuat terhadap kedinginan sebaiknya jangan mandi di curug ini, hehe.

Rute Menuju Curug Sawer

panjirelawan.deviantart.com
panjirelawan.deviantart.com

Dari pusat kota Sukabumi, Curug Sawer berjarak sekitar 16 km. Adapaun keadaan jalan menuju kawasan wisata Curug Sawer ini cukup bagus sehingga bisa dilalui oleh kendaraan roda hingga roda enamn, Pintu awal masuk menuju kawasan wisata ini terletak di samping kantor polisi Cisaat yang berada di Jl. Cisaat.

Jika dari terminal Sukabumi, anda terlebih dahulu bisa naik angkot 08 berwarna hijau jurusan Sukabumi – Cisaat. Kemudian nanti turun di depan alun-alun Cisaat. Selanjutnya anda tinggal menyebrang lalu jalan ke arah pangkalan angkot Kadudampit berwarna merah yang tak jauh dari alun-alun Cisaat. Hal yang harus anda tau, para supir angkot Kadudampit ini tidak mengantar anda sampai ke gerbang masuk lokasi wisata Curug Sawer. Kalau ingin langsung sampai, anda harus membayar lebih kepada supir angkotnya.

Untuk menuju Curug Sawer, ada dua jalur (Jalan Kaki) yang bisa kamu coba. Yakni dari perkemahan Cinumpang dan perkemahan Situ Gunung. Jika ingin memacu adrenalin, anda bisa mengambil jalur pemberangkatan dari perkemahan Situ Gunung dan pulang lewat perkemahan Cinumpang. Jalur perkemahan Situ Gunung lumayan berat karena anda harus naik turun melewati jalan setapak yang berada di pinggir jurang. Sedangkan jika anda melalui jalur perkemahan Cinumpang, medan yang dilalui cukup mudah.

Bagi para wisatawan, kebanyakan mereka memilih jalur kedua yaitu lewat jalur perkemahan Cinumpang. Karena lewat jalur ini relatif lebih dekat dan mudah tak seperti jalur perkemahan Situ Gunung yang berat. Jalur ini dimulai dari sebuah gerbang pintu masuk yang di mana di sana akan dijumpai persimpangan jalan bercabang dua. Jika mengambil jalan lurus anda akan menuju area perkemahan Cinumpang. Sedangkan jika ke arah kanan maka anda akan menuju perkemahan Situ Gunung. Untuk menuju ke arah sana, anda bisa berjalan kaki, menyewa ojek atau membawa kendaraan pribadi. Adapun dari gerbang masuk menuju area perkemahan kurang lebih 1 km. Setibanya di area perkemahan Cinumpang, anda bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak sejauh kurang lebih 1 km menuju Curug Sawer.

Tiket dan Parkir

lisa-marcelaskytwo.blogspot.com
lisa-marcelaskytwo.blogspot.com

Harga tiket masuk menuju Curug Sawer dan parkirnya melalui area perkemahan Cinumpang adalah Rp. 3.000 per orang. Sedangkan jika anda ingin camping di area ini harus membayar Rp. 5.000 per hari. Di kawasan wisata Curug Sawer juga terdapat beberapa fasilitas seperti warung makan, mushola, toilet dan pusat informasi.

Demikian beberapa uraian singkat mengenai kawasan wisata Curug Sawer Sukabumi. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, khususnya bagi anda yang ingin merasakan panorama alam yang menyejukkan ini.

Serunya Menantang Adrenalin Arung Jeram di Sungai Citarik

Pernah melakukan kegiatan Rafting? Ya, olahraga yang satu ini terbilang olahraga air yang cukup ekstrim. Walaupun ekstrim, namun tentu anda akan mendapatkan sesnasi yang luar biasa dan tak terlupakan setelah melakukannya.

Dalam olahraga ini, anda akan mengurangi derasnya arus sungai bersama team dengan menggunakan perahu karet dan dayung tangan. Saat mulai mengarungi derasnya arus sungai, anda akan merasakan betapa asyik dan serunya olahraga ini, adrenalin anda semakin dipacu mengalahkan ganasnya arus sungai. Pasti anda akan berteriak karena terjangan air sungai yang menghantam perahu anda. Terlebih lagi jika hantamannya sangat keras, maka bisa dipastikan perahu karet hilang keseimbangan dan bisa-bisa sampai terbalik, hehe.

Bukan hanya itu, dalam olahraga rafting ini anda juga bisa menikmati keindahan alam yang Allah ciptakan dan belum tentu bisa ditemui di kota-kota besar. Sambil mendayung perahu karet anda bisa menikmati sejuknya alam pedesaan yang masih alami dan asri. Di sepanjang sungai anda akan melihat banyaknya pepohonan yang terdapat di kanan dan kiri sungai.Intinya semua pemandangan indah itu bisa anda sakikan seambil menikmati derasnya aliran sungai. Bukankah itu sangat menyenangkan?

Arung Jeram Sungai Citarik

myhotelmyresort.com
myhotelmyresort.com

Nah, salah satu tempat favorit rafting yang ada di Jawa barat adalah di Sungai Citarik yang terdapat di Cikidang, kabupaten Sukabumi. Aliran arus Sungai Citarik ini sangat cocok dan disukai para pemain rafting. Selain itu, pemandangannya pun sangat indah. Hal inilah yang membuat arum jeram Sungai Citarik disukai banyak orang dan termasuk dalam daftar tempat wisata di Sukabumi yang terkenal.

Sungai Citarik mempunyai panjang sekitar 44 km yang aliran sungainya itu bermuara di Pantai Pelabuhan Ratu. Aliran sungai ini cukup deras dengan tipe yang berbatu sehingga bisa membentuk arus air yang sangat cocok untuk dijadikan tempat rafting.

Menurut seorang Guide yang bekerja di sana, Arum Jeram Sungai Citarik ini hampir pasti dikenal oleh seluruh kalangan yang suka berpetualang khususnya anak pecinta alam. Sungai Citarik mempunyai karakteristik dengan sungai yang mempunyai puluhan jeram yang terbagi dalam enam kelas. Kelas-kelas itu adalah class VI (Extreme), class v (Expert), class IV (Advance), class III (Intermediate), class II (Novice) dan class I (Easy).

Perjalanan Menuju Arum Jeram Sungai Citarik

Untuk menuju objek wisata Arus Jeram Sungai Citarik, anda bisa melalui beberapa jalan di kota besar seperti Jakarta, Bogor dan Bandung.

Bila anda dari Jakarta, anda bisa melalui tol JAGORAWI, kemudian keluar melalui pintu tol Ciawi. Setelah itu anda akan memasuki jalan raya Sukabumi. Di jalan raya Sukabumi ini, pastikan anda terus lurus mengikuti arah jalan. Jika anda benar arah jalannya, maka anda akan melewati Lido Akses Resort dan Pabrik Aqua. Jika telah melewati kedua tempat itu, maka anda akan melewati SPBU Parung Kuda yang letaknya disebelah kanan jalan. Di sebelah kiri jalan terdapat Restoran Bambu Kuning. Tidak jauh dari restoran tersebut akan terlihat sebuah tanda bertuliskan ‘Arus Liar’ yang sangat besar. Nah disanalah jalan menuju Arung Jeram Sungai Citarik.

dimasadityo.wordpress.com
dimasadityo.wordpress.com

Selain itu anda juga bisa melalui jalur pertigaan cibadak. kalau dari arah jakarta anda tinggal berbelok saja ke arah kanan dan terus berjalan lurus sejauh 20 km. Anda tidak usah kebingungan karena disepanjang perjalanan banyak petunjuk untuk menuju lokasi Arum Jeram Sungai Citarik ini. Adapun lama perjalanan dari Jakarta menuju lokasi Arum Jeram Sungai Citarik kurang lebih 3-4 jam perjalanan, tergantung titik kemacetan yang biasanya terjadi disekitar Cicurug atau pasar ciawi.

Sepanjang perjalanan menuju Sungai Citarik, anda akan melewati jalan yang berliku-liku, Akan tetapi, disepanjang perjalanan pun anda akan melihat banyak sekali pohon jati dan pohon kelapa sawit yang terawat dan berjajar rapi.

 

Ada tiga perusahaan operator yang mengelola wahana Arung Jeram Sungai Citarik ini. Ketiga operator tersebut adalah ‘Caldera’, ‘Selaras – Kaki’ dan ‘Arus Liar’. Terserah anda mau pilih yang mana karena hampir semua operator menawarkan fasilitas yang sama. Semua operator pun memiliki Guide yang professional dan mempunyai peralatan safety yang aman, sehingga anda tidak perlu terlalu khawatir dan ragu melakukan olahraga ini. Jadi kapan anda akan melalukan olahrga rafting di Sungai Citarik ini? Ditunggu ceritanya ya. 😀

Pesona Keindahan Pantai Karang Hawu Sukabumi

Pantai karang Hawu mempunyai ciri utama yaitu karang dan tebingnya yang menghadap ke arah laut. Pantai ini merupakan salah satu pantai yang terkenal di Sukabumi. Banyak orang yang mendatangi pantai ini untuk menikmati pemandangan pantai yang mempesona. Terdapat banyak sekali bebatuan karang yang diterjang ombak yang cukup besar.

Sejarah Pantai Karang Hawu

bandung.panduanwisata.id
bandung.panduanwisata.id

Di sebut pantai Karang Hawu karena di area Pantai ini terdapat sebuah karang yang lumayan besar menjorok ke arah laut dan di beberapa bagiannya terdapat lubang berbentuk seperti tungku (dalan bahasa sunda disebut Hawu). Oleh karena itu, pantai ini disebut dengan Pantai karang Hawu.

Dalam cerita legenda Nyi Roro Kidul yang dipercaya oleh warga sekitar, konon salah satu tebing yang terdapat di Pantai Karang Hawu merupakan tempat dimana Nyi Roro Kidul yang merupakan putri dari Raja Prabu Siliwangi itu menceburkan dan menenggelamkan diri ke laut. Penyebabnya karena sang putri yang bernama asli Putri Lara kadita ini bermimpi dan mendapatkan sebuah petunjuk. Dalam mimpinya itu dia diberitahu jika ingin sembuh dari penyakit yang dideritanya, dia harus melompat ke arah laut dan menenggelamkan dirinya sendiri. Saat terbangun, sang putri melakukan petunjuk itu dengan menceburkan dirinya ke dalam laut. Setelah itu, akhirnya penyakit yang di derita sang putri sembuh dan wajahnya kembali cantik seperti sedia kala. Akan tetapi, sang putri tidak kembali lagi ke daratan sampai sekarang. Kini dia dijuluki Nyi Roro Kidul yang artinya Ratu Penguasa Laut Selatan.

Indahnya Pantai Karang Hawu

pasirpantai.com
pasirpantai.com

Keistimewaan yang dimiliki oleh Pantai Karang Hawu ini diantaranya memiliki panorama alam yang sangat indah, hamparan pasir yang luas dan lembut, udara sejuk dan masih banyak lagi yang lainnya. Ketika mengunjungi pantai ini, anda bisa melakukan beberapa aktifitas diantaranya berenang, surfing, memancing atau sekedar duduk santai dipinggiran pantai sembari menikmati udara segar dan sejuk khas pantai. Selain itu, anda juga dapat dengan leluasa melihat keindahan karang-karang yang menghadap ke arah lau itu, dimana salah satu cekungan karangnya terdapat genangan air yang jernih.

Pantai Karang Hawu juga masih kental dengan aroma mistis. Beberapa wisatawan yang mengunjungi pantai ini percaya bahwa ketika airnya dipakai untuk mandi atau membasuh muka, maka akan ada keberkahan yang dia dapat. Bahkan ada sebagian para pengunjung yang sengaja memasukkan air pantai itu ke dalam botol untuk dibawa pulang. Pegunungan Rahayu dan Pegunungan Winarum adalah dua pegunungan yang dapat dinikmati di Pantai karang Hawu ini. Jika ingin menuju puncak pegunungan itu, anda harus berjalan kaki melalui jalan setapak. Namun tenang saja, selama perjalanan anda bisa menikmati indahnya suasana Pantai Karang Hawu dari ketinggian.

Fasilitas

Di area wisata Pantai Karang Hawu ini terdapat beberapa fasilitas seperti penginapan, warung makan, mini market, mushola, kamar mandi, tempat penyewaan peralatan surfing, area parkir, souvenir cindera mata dan masih banyak lagi yang lainnya.

Rute Menuju Pantai Karang Hawu

Pantai karang Hawu terdapat di kecamatan Cisolok, kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Untuk menuju pantai ini, anda harus memakai kendaraan pribadi karena jarang sekali angkutan umum yang melewati pantai ini. Kalaupun ada, mungkin anda harus menunggu dulu dengan waktu yang cukup lama. Dari pusat Pelabuhan Ratu, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai pantai ini.

Menikmati Segarnya Kawasan Wisata Pondok Halimun Sukabumi

Bagi warga Ibukota, menghabiskan waktu akhir pekan dengan melepas kepenatan di kawasan yang segar, sejuk dan tenang tentu sesuatu yang sangat diidam-idamkan. Hal ini mereka lakukan untuk mengusir segala kepenatan dari segala aktifitas yang dikerjakan selama Senin – Jumat.

Puncak Bogor biasanya menjadi tempat favorit warga Ibukota dan sekitarnya untuk berlibur diakhir pekan melepas kepenatan. Nah, jika bosen berlibur ke puncak terus, ada satu tempat yang tak kalah indah dan segarnya dengan Puncak Bogor. Nama tempat itu adalah Pondok Halimun. Pondok Halimun merupakan sebuah perbukitan yang berada di kaki Gunung Gede Pangrango.

Pondok Halimun terdapat di kabupaten Sukabumi, berjarak sekitar 13 km dari pusat kota Sukabumi. Dari pusat kota, anda hanya perlu menuju arah utara daerah Selabintana. Sebelum kawasan Selabintana terdapat sebuah pertigaan. Di sana nanti anda belok ke arah kiri yang menuju Pondok Halimun. Kota Sukabumi sendiri berjarak sekitar 96 km dari kota Bandung dan memerlukan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan. Sedangkan, dari kota Jakarta berjarak 121 km dan membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam perjalanan.

Menuju Pondok Halimun

agungga.wordpress.com
agungga.wordpress.com

Jika dari kota Sukabumi dan ingin berkunjung ke Pondok Halimun, maka ada beberapa pilihan alternatif yang bisa anda coba agar bisa sampai ke sana, yaitu dengan Kendaraan Pribadi atau dengan Angkutan Umum. Apapun pilihan anda, perjalanan menuju Pondok Halimun tidaklah sulit. Anda masih dapat menikmati perjalanan dengan asyik.

Jika memakai kendaraan pribadi, ada baiknya anda memakai kendaraan tipe SUV yang lebih tinggi, sebab jalannya tidak begitu rata dan agak sulit. Saat memasuki kawsan wisata ini, anda harus membayar tike masuk sebesar Rp. 3.000 perorang serta biaya parkir.

Menikmati Pesona Pondok Halimun

panoramio.com
panoramio.com

Setelah sampai di kawasan wisata Pondok Halimun, terdapat beberapa villa yang bisa anda pilih. Beragam villa yang bisa anda sewa mulai dari kelas bawah seharga Rp. 80.000 sampai kelas atas yang berharga ratusan ribu per malamnya.

Saat sudah menempati villa, jangan lama-lama berada didalamnya, sebab pesona keindahan dan kesegaran Pondok Halimun sudah menanti. Untuk mengawali liburannya, anda bisa bisa memulai dengan menyewa sepeda yang ada di sepanjang kawasan villa. Harga sewa sepeda biasanya sebesar Rp. 50.000.

Dengan mengendarai sepeda, anda bisa mengelilingi kawasan wisata Pondok Halimun yang lumayan luas. Sangat tidak mungkin mengelilinginya dengan berjalan kaki. Ketika lelah mulai melanda, anda bisa berjenti sejenak untuk beristirahat di warung kopi yang banyak bertebaran di sepanjang kawasan ini. Ada gorengan, jagung bakar, kopi panas, susu hangat serta teh panas yang bisa mengisi kekosongan perut dan menjadi pelepas dahaga anda.

Perjalanan anda menikmati kawasan wisata Pondok Halimun bisa dimulai dengan menjelajahi hamparan kebun teh, terdapat perkebunan Situ Gunung dan Goalpara yang sangat begitu menyejukkan. Saking sejuk dan segarnya suasana di Pondok halimun, walaupun sudah tengah hari anda tidak akan merasa kepanasan.

Setelah menikmati hamparan kebun teh yang menyejukkan. Selanjutnya anda bisa merasakan dinginnya air sungai Cipelang yang berada di kawasan perkemahan Halimun. Saat melihat perkemahan ini, anda akan menemukan sesuatu yang khas, yaitu terdapat bebatuan yang besar di seluruh hamparan perkemahan ini. Tentu ini merupakan sebuah pemandangan yang unik serta menakjubkan.

Setelah puas bersepeda, dari Pondok Halimun anda bisa meneruskan perjalanan menuju Curug Cibereum yang berjarak kurang lebih 3 km. Curug ini terdapat di lereng Gunung Gede Pangrango. JIka dirasa berjalan kaki sangat melahkan, anda bisa menyewa ojeg trek khusus pegunungan seharga 100 ribu yang banyak disediakan di kawasan penginapan.

Untuk menuju Curug Cibereum, perjalanan akan sedikit sulit sebab anda akan menyusuri kawasan hutan lindung. Namun perjalanan berat itu semua akan terbayar ketika anda sampai di Curug Cibereum dan melihat keindahannya. Saat mengambil air Curug Cibereum, anda akan merasakan kesegaran dan kesejukan tersendiri. Apalagi saat menceburkan diri berenang di kolam Curug, pasti sangatlah segar sekali. Namun anda juga harus berhati-hati saat bermain di Curug Cibereum, karena masih banyak lintah berwarna kemerahan yang cukup menggangu.

Demikian gambaran sekilas tentang kawasan wisata Pondok Halimun. Semoga kawasan wisata Pondok halimun ini bisa menjadi alternatif destinasi wisata yang akan anda kunjungi bersama keluarga kelak.

Yuk Berlibur ke Kawasan Wisata Selabintana yang Indah dan Mempesona

Salah satu tempat wisata di Sukabumi yang paling favorit adalah kawasan wisata Selabintana. Tempat wisata ini berada di kaki Gunung Gede Panrango, sehingga mempunyai udara yang sangat sejuk dan segar. Kawasan wisata Selabintana mempunyai luas kurang lebih 500 meter persegi dan dari pusat kota Sukabumi mempunyai jarak sekitar 7 km.

Saat berkunjung ke sana, anda akan disuguhkan pemandangan alam yang memanjakkan mata. Mulai dari tinggingya pepohonan yang rindang, hamparan rumput yang hijau nan asri dan anda bisa langsung melihat pemandangan Gunung Gede Pangrango dengan jelas. Tak ketinggalan juga hamparan kebun teh yang bisa anda telusuri serta terdapat kolam renang yang tentu airnya sangat menyegarkan. Semua itu ada di kawasan wisata Selabintana.

Kawasan wisata Selabintana sangat cocok sebagai tujuan wisata bagi anda dan keluarga karena tempatnya yang sangat nyaman. Biasanya jika akhir pekan atau hari libur tiba banyak wisatawan yang datang bersama keluarga berkunjung ke Selabintana untuk melepas penat dan mengisi waktu liburnya. Hampir seluruh penjuru kawasan Selabintana ramai di isi oleh para wisatawan. Jadi jika ingin lebih tenang suasananya, disarankan untuk mengunjungi Selabintana pada hari kerja.

Selain para keluarga yang sering berlibur ke Selabintana, banyak juga komunitas-komunitas yang sering membuat acara di Selabintana seperti Gathering, Reuni, Arisan dan lain-lain. Karena mempunyai lapangan rumput hijau yang cukup luas dan suasana yang sejuk, menjadikan kawasan ini selalu jadi pilihan utama bagi para komunitas mengadakan acara di kawasan wisata Selabintana ini.

Rute Perjalanan Menuju Selabinbtana

flickr.com
flickr.com

Jika dari Jakarta

JIka anda dari Jakarta dan ingin berkunjung ke Selabintana, maka ada beberapa pilihan alternatif yang bisa anda coba untuk sampai ke Selabintana, yaitu dengan Kendaraan Pribadi atau dengan Angkutan Transportasi.

1. Kendaraan Pribadi

Dari Jakarta bisa menyusuri jalan tol JAGORAWI dan keluar dari pintu tol Ciawi. Setelah keluar dari Ciawi, kemudian telusurilah jalan raya nasional Bogor – Sukabumi. Waktu yang dibutuhkan dari Bogor ke Sukabumi kurang lebih 2-3 jam. Setelah sampai di Perempatan Lapang Merdeka, anda sudah memasuki area kota Sukabumi. Kemudian anda mengambil jalan ke utara arah Selabintana . Anda hanya perlu lurus saja dan ikuti jalan sampai nanti bertemu kawasan wisata Selabintana. Jika dihitung, total perjalanan dari Jakarta menuju Selabintana Sukabumi sekitar 5-6 jam.

2. Angkutan Transportasi

Terdapat beberapa alternatif jika anda ingin menuju Situ Gunung menggunakan Angkutan Transportasi. Antara lain memakai Kereta atau Bus.

Jika menggunakan kereta dari Jakarta, anda bisa terlebih dahulu bisa menuju stasiun Bogor. Kemudian anda beralih menuju stasiun Paledang yang tak jauh berada dari stasiun Bogor untuk menaiki kereta jurusan Bogor – Sukabumi. Jika sudah naik kereta, nanti bisa turun di Stasiun Sukabumi. Perjalanan dari Bogor ke Sukabumi menggunakan kereta kurang lebih 2 jam. Kemudian jika sudah sampai di stasiun Sukabumi, anda bisa meneruskan perjalanan dengan naik angkot yang berwarna merah jurusan Sukabumi – Selabintana. Setelah menaiki angkot jurusan Sukabumi – Selabintana, maka angkot akan berakhir di kawasan wisata Selabintana. Tarif kereta jurusan Bogor – Sukabumi yaitu sebesar Rp. 50.000 untuk kelas bisnis dan Rp. 25.000 untuk kelas ekonomi. Sedangkan jika tarif angkot itudibuat kesepakatan terlebih dahulu berapa tarifnya, namun biasanya sih sekitar Rp. 10.000 sampai di Selabintana.

Akan tetapi jika menggunakan bus dari Jakarta, anda bisa naik bus jurusan Jakarta – Sukabumi yang terdapat di beberapa terminal di Jakarta. Saat sampai di Sukabumi, nanti anda turun di terminal Sukabumi. Kemudian perjalanan dilanjut menggunakan angkot jurusan Bhayangkara. Turun di Simpang Dago Sukabumi. Selanjutnya, dilanjut menaiki angkot jurusaan Selabintana – Sukabumi. Angkot jurusan Sukabumi – Selabintana tidak beroperasi 24 jam, mereka beroperasi hanya sampai jam 9 – 10 malam.

Jika dari Bandung

JIka anda dari Bandung dan ingin berkunjung ke Selabintana, maka ada beberapa pilihan alternatif yang bisa anda coba untuk sampai ke Selabintana, yaitu dengan Kendaraan Pribadi atau dengan Angkutan Transportasi.

1. Kendaraan Pribadi

Dari Bandung anda bisa menyusuri jalan nasional Bandung – Cianjur – Sukabumi. Waktu yang dibutuhkan dari Bandung menuju Sukabumi kurang lebih 3 – 4 jam. Setelah sampai di pertigaan Toserba Selamet Sukabumi, kemudian anda mengambil jalan ke arah utara menuju Selabintana. Anda hanya perlu lurus saja dan ikuti jalan sampai nanti bertemu kawasan Selabintana. Jika dihitung, total perjalanan dari Bandung menuju Selabintana Sukabumi kurang lebih 4-5 jam.

2. Angkutan Transportasi

Jika menggunakan bus dari Bandung, anda bisa naik bus jurusan Bandung – Sukabumi yang terdapat di terminal Leuwi Panjang, Bandung. Saat sudah memasuki area kota Sukabumi, nanti anda turun di pertigaan Toserba Selamat Sukabumi. Dilanjut dengan naik angkot warna merah jurusan Sukabumi – Selabintana. Jangan dulu turun sampai angkot benar-benar berhenti di kawasan wisata Selabinta. Kalau dihitung, perjalanan dari Bandung menuju Situ Gunung Sukabumi kurang lebih 5-6 jam.

Fasilitas

hotelselabintana.com
hotelselabintana.com

Di kawasan wisata Selabintana sendiri mempunyai banyak fasilitas yang akan membuat anda puas selama berlibur di sana. Fasilitas-fasilitas itu diantaranya Outbond, Kolam renang, Penginapan, Mushola, dan masih banyak lagi yang lainnya. Adapun tiket harga masuk kawasa wisata Selabintana itu sebesar Rp. 5.000 untuk Individu. Untuk motor Rp. 13.000. Untuk Sedan Rp. 32.000. Untuk minibus Rp. 38.000. untuk Mikrobus Rp. 190.000 dan untuk bis rp. 290.000.

Misteri Gunung Padang yang Sampai Kini Belum Terungkap

Situs Megalitikum, Gunung Padang yang berada di perbatasan antara Cianjur dan Sukabumi memiliki banyak misteri didalamnya.  Menurut para ahli, diperkirakan situs ini pembuatannya lebih awal dari Candi dan Piramida. Sampai-sampai beredar rumor bahwa Situs Gunung Padang ini dibuat oleh sebuah kekuatan magis yang bisa membentuk sebuah bangunan dengan bahan batu yang tersusun rapih dan lokasinya berada di atas bukit.

Sejarah Gunung Padang

Banyak orang yang penasaran dengan hal ini, karena penemuan Situs Gunung Padang ini cukup menggemparkan dunia. Sebab, menurut beberapa ilmuwan ada yang mengatakan Gunung Padang ini terbuat sekitar 4700 SM bahkan ada yang bilang 10.000 SM, ini artinya situs Gunung Padang ini dibuat pada Zaman Es. Pada Zaman Es banyak yang mempercayai bahwa manusia pada masa itu masih primitif. Artinya, mustahil mereka pada waktu itu bisa membuat Situs Gunung Padang yang begitu menakjubkan ini

Cagar Budaya Situs gunung Padang
jadiberita.com

Di tempat lokasi wisata Cagar Budaya ini, terdapat seorang petugas yang bernama Pak Nanang. Beliau menjelaskan cerita tentang pertama kali ditemukannya Situs Gunung Padang oleh masyarakat setempat.

Masyarakat yang pertama kali menemukan Situs Gunung Padang adalah para petani yang sedang berladang. Para petani tersebut bernama Bapak Abidin, Endi dan Soma. Ketika pertama kali ditemukan, situs itu tertutup oleh lebatnya semak belukar dan pepohonan. Sehingga, jika ingin ke sana harus membawa obor. Oleh sebab itulah, maka oleh masyarakat di sana tempat itu sering di sebut Gunung Siang Padang yang berarti Siang Terang.

Misteri Gunung Padang

Menurut pernyataan Pak Nanang, Gunung padang terdir dari 5 teras. Setiap bagian teras mempunyai nama tersendiri.

  1. Pamuka Lawang (Pembuka Pintu) adalah sebutan untuk teras pertama. Teras pertama ini berada paling bawah, ditandai dengan adanya dua buah batu yang berdiri dan posisinya seperti itu.
  2. Buka Masigit adalah sebutan untuk teras kedua, di sebut Buka Masigit karena bentuk batuan-batuannya yang menyerupai masjid.
  3. Mahkota Dunya yang artinya Mahkota Dunia adalah sebutan untuk teras ke tiga.
  4. Di teras ke empat ada yang menyebut Batu kanuragan tapi ada juga yang menyebut dengan Tapak Kujang.
  5. Sedangkan, untuk teras ke lima atau yang terakhir disebut dengan Singgasana. Pada teras kelima terdapat salah satu batu Singgasana, batu itu merupakan tempat yang pernah disinggahi Prabu Siliwangi untuk menenangkan diri atau bersemedi. Di teras kelima juga ada sebuah batu yang di anggap tempat yang pernah disinggahi para wali songo.

Ada juga salah satu masyarakat sekitar yang beranggapan bahwa Situs Megalitikum Gunung Padang itu merupakan salah satu kebesaran Allah SWT. Alasannya, sisi-sisi batu Megalitikum itu berjumlah segi lima. Menurutnya, mungkin itu bisa diartikan sebagai rukun islam yang berjumlah lima. Di sisi lain, ada juga bebatuan yag mempunyai segi enam dan segi empat. Masih menurutnya, mungkin hal itu menunjukkan makna bahwa rukun iman yang berjumlah enam dan jumlah rakaat shalat yang paling banyak berjumlah empat. Selanjutnya, beliau juga memberitakuan bahwa Gunung Padang itu sejajar dengan Gunung Gede Pangrango yang posisinya itu sama-sama mengharap ke arah kiblat.

Di Situs Gunung Padang juga terdapat sebuah Goa yang sampai sekarang masih menjadi misteri. Situs Gunung Padang ini memang masih banyak menyimpan misteri, tak ayal Situs ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun Mancangara. Biasanya mereka datang ke Situs Gunung Padang ini untuk berlibur dan menjawab rasa penasaran mereka akan keberadaan Situs Gunung padang yang cukup menggemparkan dunia. Bahkan tak jarang juga banyak para peneliti dari dalam maupun luar negeri yang sengaja datang untuk melakukan penelitian.

Selain masih penuh misteri dari segi ilmiahnya karena perbedaan pendapat dan sanggahan tentang terbentuknya Gunung Padang ini pada Zaman Es, Gunung padang juga banyak menyimpan kisah mistisnya. Biasanya pada malam hari terutama malam Jumat Kliwon atau malam di bulan Maulid banyak orang yang datang ke Situs ini untuk berziarah. Mereka biasanya datang ke sana mempunyai kepentingan tertentu, ada yang minta penyembuhan, minta penasihan, minta kenaikan pangkatt dan masih banyak hal yang lainnya. Sebenarnya hal ini termasuk dalam dosa Syirik. Dosa yang tidak diampuni oleh Allah.

Lepas dari ceritas mistis dan sgela misterinya, Situs Megalitikum Gunung Padang ini merupakan kekayaan budaya yang luar biasa dimiliki bangsa Indonesia yang harus dilestarikan keberadaannya. Sudah seharusnya, kita semua turut andil menjaga kelestarian Cagar Budaya ini dengan menjaga kebersihan dan kenyamanan Situs Gunung Padang ketika kita berkunjung ke sana.

Pesona Keindahan Air Terjun Curug Cikaso Sukabumi

Curug Cikaso merupakan air terjun yang lokasinya berada di kawasan wisata Ujung Genteng. Mengapa di sebut Curug Cikaso? Karena air terjun ini mengalir dari anak sungai Cikaso. Sungai Cikaso sendiri mengalir dari hulunya yang berada di kawasan Sukabumi Utara hingga selesai dengan muaranya yang ada di Pantai Selatan di Sukabumi Selatan, tepatnya di daerah Surade.

Indahnya Curug Cikaso

flickr.com
flickr.com

Dari hulu sampai muaranya, air sungai mengaliri beberapa curaman tebing-tebing sehingga membuat curahan air terjun yang begitu menakjubkan dan mengesankan. Sungguh sangat disayangkan rasanya bila anda tidak mengunjungi Curug Cikaso ini ketika berlibur ke kawasan Wisata Ujung Genteng. Memang Curug Cikaso ini belum begitu terkenal seperti Pantai Ujung Genteng, oleh karena itu keasrian tempat ini masih sangatlah alami, sebab belum banyak orang yang mengetahui dan mendatanginya.

happytrailsindonesia.com
happytrailsindonesia.com

Nama sebenarnya Curug Cikaso ini adalah Curug Luhur. Namun kebanyakan orang lebih dikenal dengan nama Curug Cikaso dibanding Curug Luhur. Curug Cikaso tercipta dari tiga buah titik air terjun yang saling berdampingan dalam satu tempat yang di bagian bawahnya ada sebuah kolam yang airnya itu memiliki warna hijau kebiru-biruan. Kedua titik air terjun bisa dilihat dengan jelas, akan tetapi satu titik air lagi tidak dapat terlihat jelas karena tertutupi tebing yang memnghadap ke arah timur. Ketiga air terjun itu mempunyai nama masing-masing, yang paling kanan itu bernama Curug Aki, yang tengah bernama Curug Meong dan yang kiti bernama Curug Asepan. Ketiga curug tersebut mmpunyai ketinggian sekitar 90 meter dengan lebar tingginya kurang lebih 100 meter.

Curug Cikaso ini berada di antara Surade dan Jampang Kulon. Gemercik air terjun terlihat sangat indah dan menawan, wajar bila pemandangan air terjun Curug Cikaso ini menjadi bidikan favorit para fotografer yang bisa anda lihat di berbagai website wisata atau pun website personal yang ada di Internet. Banyak orang yang mengetahui kawasan wisata Ujung Genteng itu hanya sebatas pesona pantainya saja, namun ternyata ada pesona alam lain selain pantai yaitu curug. Selain Crug Cikaso yang bisa anda jumpai, ada juga curug-curug lainnya yang cukup terkenal seperti Curug Cigansa dan masih banyak lagi yang lainnya.

Rute menuju Curug Cikaso

Mempunyai jarak tempuh kurang lebih 9 KM dari Surade, 16 KM dari Jampang Kulon, 31 KM dari Ujung Genteng, 71 KM dari Pelabuhan Ratu dan sekitar 111 KM dari pusat kota Sukabumi. Biasanya perjalanan menuju Curug Cikaso dimulai dari daerah Surade yang bisa menghabiskan waktu sekitar 30 menit dengan menggunakan motor atau mobil. Jalan yang dilalui dari Surade sampai pertigaan Cikaso cukup berliku dan beraspal bagus. Akan tetapi, diakhir perjalanan akan banyak dijumpai kondisi jalan yang kurang bagus dan berbatu.

Selain dengan menggunakan kendaraan pribadi, anda juga bisa menggunakan kendaraan umuum dengan menaiki angkot dari Surade dengan jurusan surade – Cikaso. Nanti ketika sudah menaiki angkot, anda harus turun di jalan raya Cikaso, tepatnya di simpang tiga menuju curug. Oh iya, tarif angkot ini sekitar Rp. 6.000,-.

Dari simpang tiga ini perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 2 km menuju Curug. Sepanjang perjalanan anda akan disuguhkan pemandangan sawah dan suasana khas pedesaan yang masih asri. Namun jika malas berjalan, anda bisa ikut menumpang truk pasir yang biasanya sering lewat menuju curug. Selain itu, anda juga bisa menggunakan sampan dengan menyisir sungai Cikaso. Anda bisa menemukan sampan ini disekitar jembatan Cikaso. Butuh waktu sekitar 15 menit dari simpang tiga tadi sampai sampai di Curug Cikaso jika menggunakan Sampan. Adapun harga sewa sampan kurang lebih Rp. 70.000/sampan (Bisa menampung 12 orang). Jika sudah sampai di dekat tepian daratan yang akan menuju curug, maka perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki menapaki jalan setapak sejauh 100 meter sampai tiba di lokasi Curug Cikaso.

tripadvisor.com
tripadvisor.com

Fasilitas dan Akomodasi

Fasilitas yang ada di Curug Cikaso ini belum terlalu banyak karena memang Curug ini tergolong cukup baru dan belum terlalu dikelola maksimal. Namun, di sana anda bisa menemukan beberapa warung makan, toilet serta kios yang menjual berbagai souvenir dan cindra mata. Sayangnya di tempat ini belum ada tempat sampah, sehingga sampah sering berserak dimana-mana akibat tidak adanya kesaran dari pengunjung atau pun pengelola warung makan.

Selain itu, ada beberapa objek wisata di sekitar Curug Cikaso seperti Goa Aul, Jeram Seungkeu dan juga muara serta pantai Cikaso.

Menikmati Indahnya Situ Gunung Sukabumi

Situ Gunung adalah salah satu tempat wisata di Sukabumi yang cukup terkenal. Tak jarang para wisatawan lokal ketika hari libur telah tiba datang berbondong-bondong ke tempat ini bersama keluarga dan kerabatnya. Udara dan suasana di Situ ini sangat sejuk, maklum karena Situ Gunung ini masih berada di kawasan kaki Gunung Gede Pangrango. Jadi kalau mau ke sini, sebaiknya anda bawa baju yang tebel ya kecuali kalau mau kedinginan, hehe.

Selain sebagai tempat wisata untuk melepas penak karena suasananya yang sejuk dan tenang, Situ Gunung juga kerap kali di datangi para potografer untuk mengambil gambar di area ini. Sudah menjadi rahasia umum, Situ Gunung merupakan salah satu Situ paling indah yang ada di Jawa Barat. Sehingga para pecinta fotografi sering sengaja datang ke sini untuk mengambil keindahan Situ Gunung ini atau pun juga untuk mengambil pemotretan di sini. Banyak foto pre-wedding yang dilakukan di tempat ini.

Bukan hanya sebagai tempat liburan dan fotografi saja ternyata, kawasan wisata Situ Gunung ini juga bisa di gunakan untuk tempat berkemah yang cocok dan nyaman. Tempatnya asri, ada juga fasilitas outbondnya dan tak jauh dari danau Situ Gunung juga terdapat wisata alam yang lainnya yaitu Curug Sawer. Namun jika ingin berkemah, anda harus melapor dulu ke petugas di pos penjagaan.

qolbunhadi.com
qolbunhadi.com

Foto-foto Kawasan Wisata Situ Gunung

qolbunhadi.com
qolbunhadi.com
Situ Gunung merupakan salah satu tempat wisata di Sukabumi yang terkenal
qolbunhadi.com

Rute Perjalanan Menuju Situ Gunung

Jika dari Jakarta

JIka anda dari Jakarta dan ingin berkunjung ke Situ Gunung, maka ada beberapa pilihan alternatif yang bisa anda coba untuk sampai ke Situ Gunung, yaitu dengan Kendaraan Pribadi atau dengan Angkutan Transportasi

1. Kendaraan Pribadi

Dari Jakarta bisa menyusuri jalan tol JAGORAWI dan keluar dari pintu tol Ciawi. Setelah keluar dari Ciawi, kemudian telusurilah jalan raya nasional Bogor – Sukabumi. Waktu yang dibutuhkan dari Bogor ke Sukabumi kurang lebih 2-3 jam. Setelah sampai di pertigaan Cisaat dan sudah memasuki area sukabumi, kemudian anda mengambil jalan ke arah Kadudampit. Anda hanya perlu lurus saja dan ikuti jalan sampai nanti bertemu kawasan wisata Situ Gunung. Jika dihitung, total perjalanan dari Jakarta menuju Situ Gunung Sukabumi sekitar 5-6 jam.

2. Angkutan Transportasi

Terdapat beberapa alternatif jika anda ingin menuju Situ Gunung menggunakan Angkutan Transportasi. Antara lain memakai Kereta atau Bus.

Jika menggunakan kereta dari Jakarta, terlebih dahulu anda bisa menuju Bogor dan turun di stasiun Bogor. Kemudian anda beralih menuju kereta jurusan Bogor – Sukabumi yang terdapat di stasiun Paledang yang tak jauh berada dari stasiun Bogor. Jika telah menaiki kereta, nanti bisa turun di Stasiun Cisaat. Perjalanan dari Bogor ke Sukabumi menggunakan kereta kurang lebih 2 jam. Selanjutnya jika telah sampai di stasiun Cisaat, anda bisa meneruskan perjalanan dengan naik angkot jurusan Mangkalaya – Cisaat, dilanjut dengan Cisaat – Kadudampit. Setelah menaiki angkot jurusan Cisaat – Kadudampit, maka anda akan berakhir di kawasan wisata Situ Gunung. Tarif angkot sendiri sebesar rp. 5.0000, sedangkan untuk kereta jurusan Bogor – Sukabumi yaitu sebesar Rp. 25.000 untuk kelas ekonomi dan Rp. 50.000 untuk kelas bisnis.

Namun jika anda menggunakan Bus dari Jakarta, anda bisa naik bus jurusan Jakarta – Sukabumi yang terdapat di beberapa terminal Jakarta. Saat sampai di Sukabumi, nanti anda turun di pertigaan Cisaat. Setelah itu, perjalanan dilanjut menggunakan angkot jurusan Cisaat – Kadudampit.

Jika dari Bandung

JIka anda dari Bandung dan ingin berkunjung ke Situ Gunung, maka ada beberapa pilihan alternatif yang bisa anda coba untuk sampai ke Situ Gunung, yaitu dengan Kendaraan Pribadi atau dengan Angkutan Transportasi.

1. Kendaraan Pribadi

Dari Bandung bisa menyusuri jalan nasional Bandung – Cianjur – Sukabumi. Waktu yang dibutuhkan dari Bandung ke Sukabumi kurang lebih 3 – 4 jam. Setelah sampai di pertigaan Cisaat dan sudah memasuki area sukabumi, kemudian anda mengambil jalan ke arah Kadudampit. Anda hanya perlu lurus saja dan ikuti jalan sampai nanti bertemu kawasan wisata Situ Gunung. Jika dihitung, total perjalanan dari Bandung menuju Situ Gunung Sukabumi sekitar 4-5 jam.

2. Angkutan Transportasi

jika anda menggunakan Bus dari Bandung, anda bisa naik bus jurusan bandung – Sukabumi yang terdapat di terminal Leuwi Panjang, Bandung. Saat sampai di terminal Sukabumi, nanti anda naik angkot warna hijau jurusan Sukabumi – Cisaat dan turun di pertigaan Cisaat. Setelah itu, perjalanan dilanjut menggunakan angkot jurusan Cisaat – Kadudampit. Jangan dulu turun sampai angkot benar-benar berhenti di kawasan wisata Situ Gunung. Kalau dihitung, perjalanan dari Bandung menuju Situ Gunung Sukabumi kurang lebih 5-6 jam.

Menikmati City Light, Sunset dan Sunrise di Gunung Sunda

Kawasan Gunung Sunda ini adalah kawasan gunung batuan kuarsa, yang sangat bagus untuk menyerap air yang sangat dibutuhkan untuk keperluan warga sekitar.

Gunung Sunda sendiri mempunyai kelebihan dari segi pemandangan yang khas di kota Sukabumi, apalagi saat melihat pemandangan Sunrise dan Sunset nya sangat bagus, semua pemandangan malam di kota sukabumi akan sangat jelas jika dilihat di puncak Gunung Sunda ini. Lampu-lampu rumah dan bangunan begitu indah untuk dinikmati.

Adapun Ketinggian Gunung Sunda tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 650 sampai 700 Mdpl, jarak tempuh untuk sampai ke puncak Gunung Sunda hanya sekitar 700 meter dan bisa menghabiskan waktu sekitar 20 – 25 menit.

Lokasi Gunung Sunda Sukabumi

Gunung Sunda Sukabumi merupakan sebuah bukit yang berada di Jl. Siliwangi km.3, Ds. Padaasih, Kec. Cisaat, Kab. Sukabumi, Jawa barat. Dari alun-alun Cisaat berjarak mungkin hanya sekitar 3 KM. Perjalanan menuju Gunung Sunda ini bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi baik mobil ataupun motor. Selain itu, Gunung Sunda juga berada di kawasan jalur lingkar selatan Sukabumi Via arah Cibolang, sehingga jika anda melalu jalur itu, anda pasti bisa melihat dengan jelas letak posisi Gunung Sunda itu dari bawah.

Alat Tansportasi Menuju Gunung Sunda

Jika anda ingin mengunjungi Gunung Sunda ini, anda bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda, motor atau pun mobil. Bila belum mempunyai kendaraan pribadi, anda juga bisa menyewa jasa tansportasi seperti angkot atau ojek. Namun jika ingin memakai angkot, anda harus menyewa terlebih dahulu karena tidak ada angkot yang melewati Gunung Sunda ini. Untuk tarif angkot sendiri biasanya sekitar Rp. 5.000 per orangnya atau tergantung kesepakatan, sedangkan untuk ojeg biasanya dikenakan tarif Rp. 10.000 per orangnya.

Saat sampai di puncak Gunung Sunda, anda akan dikenakan tarif sebesar Rp 5.000 per orangnya. Sebenarnya, uang tiket ini juga dimaksudkan untuk pengembangang Gunung Sunda itu sendiri kedepannya. Sebab, pemerintah setempat belum terlalu memperhatikan tmpat wisat terpendam yang satu ini.

Pemandangan Indah Gunung Sunda

Pada awal tahun, kumpulan beberapa komunitas di Sukabumi menggelar perjalanan ke Gunung Sunda. Banyak sekali yang ikut dalam acara ini, selain untuk berkunjung ke tempat indah yang tersembunyi ini, mereka pun melakukan beberapa kegiatan di atas puncak Gunung Sunda seperti penghijauan, penanaman bibit pohon dan sebagian bahkan ada yang melakukan kemah untuk melihat indahnya Sunrise dan Sunset di puncak Gunung Sunda ini.

Berikut di bawah ini, beberapa hasil jepretan kegiatan yang dilakukan di Gunung Sunda ini pada awal tahun 2015.

dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com

perjalanan menuju Gunung Sunda.

dedisuhendra.com
dedisuhendra.com

Penanaman bibit pohon di Gunung Sunda oleh beberapa komunitas di Sukabumi. Hal ini dilakukan guna untuk semakin menjaga kelestarian Gunung Sunda dan juga agar membuat tempat ini semakin nyaman.

Seorang anak kecil sedang melakukan penanaman pohon di Gunung Sunda
dedisuhendra.com
Tak teringgalan orang dewasa pun melakukan hal yang sama melestarikan gunung sunda
dedisuhendra.com

Dari anak-anak hingga dewasa, semua bahu membahu untuk merawat dan melestarikan tempat yang indah ini.

dedisuhenra.com
dedisuhenra.com
dedisuhenra.com
dedisuhenra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com

Langit indah nan menawan puncak Gunung Sunda.

 

dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com

Pemandangan Sunsite di Gunung Sunda, sungguh menakjubkan.

dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com

Pemandangan kota Sukabumi pada malam hari dilihat dari puncak Gunung Sunda. Gemerlap lampu berkilauan sangat indah. CitiLight Sukabumi. Terkesima? 😀

dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com

Sunrise yang begitu indah, cahaya matahari kuning keemasan mulai muncul di dalam bayang-bayang awan yang indah.