Menyusuri Keindahan Tersembunyi Goa Buniayu Sukabumi

Goa Buniayu merupakan salah satu wanawisata alam yang berada di desa Kerta Angsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Wisata ini merupakah salah satu tempat wisata favorit di Sukabumi. Banyak sekali kegiatan yang dapat anda lakukan saat mengunjungi area wisata ini, diantaranya adalah camping, canyoning, caving, rappelling dan outbond. Akan tetapi yang paling dikenal oleh para wisatawan adalah caving nya.

pesonanegeriku.com

Untuk bisa sampai menuju wisata Goa Buniayi ini, jika dari pusat kota Jakarta dibutuhkan waktu sekitar 5-6 jam. Saat sudah sampai di pusat kota Sukabumi, anda harus melanjutkan perjalanan lagi sejauh kurang lebih 26 km ke arah selatan Sukabumi. Jalan yang dilalui lumayan berkelok-kelok karena melewati punggung bukit daerah selatan Sukabumi. Selama perjalanan dari gerbang masuk menuju lokasi goa, anda akan menikmati suasana alam yang begitu menyejukkan.

Indahnya Goa Buniayu

untung09.wordpress.com
untung09.wordpress.com

Goa ini mempunyai 2 area, yakni Goa Horizontal dan Goa Verikal. Area Goa Horizontal biasanya diperuntukkan untuk anak-anak. Di sini mereka masih dapat menyusuri goa karena medannya yang cukup mudah. Hal itu dapat terlihat dari adanya beberapa undak-undakan yang berbentuk tangga. Sedangkan Goa Vertikal hanya diperuntukkan untuk orang dewasa saja. Hal itu disebabkan karena medannya yang cukup berat dan berbahaya. Untuk masuk ke dalam pintu goa nya saja anda harus rappeling terlebih dahulu melewati dinding goa yang cukup curam. Kedalaman goa di area ini sekitar 30 meter dan mempunyai panjang sekitar 1,5 km. Adapun waktu yang dibutuhkan untuk menyusuri Goa Buniayu ini sekitar 4-5 jam, waktu yang cukup lama tentunya.

 

Banyak orang yang menyebut bahwa Goa Buniayu ini menyerupai botol. Penyebabnya adalah jalan masuk ke dalam goa yang cukup sempit, namun saat mulai memasuki dan berada di dalam goa, ternyata mempunyai area yang sangat luas. Saat memasuki lorong goa, anda akan disambut dengan sungai dan air terjun yang berada di bawah tanah, rangkaian indah stalakmit dan stalaktit dan masih banyak ornamen-oranmen alam lain khas goa. Sepanjang perjalanan menyusuri goa, anda akan melihat ornamen-ornamen itu sampai akhirnya anda keluar dari sisi goa yang lain.

Saat menyusuri Goa Buniayu, anda akan dilengkapi peralatan caving yang terdiri dari wear pack anti air, sepatu bot anti licin, lampu penerangan, sarung tangan dan helm. Selain itu, anda juga mungkin harus mempersiapkan beberapa peralatan lain seperti headlamp, karabiner, dynamic/statistic rope dan steel ladder.

Anda akan mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan saat menjelajahi goa ini. Ada bagian dimana anda akan dituntut untuk melewati jalanan yang berkelok-kelok, melompati bebatuan yang berlumpur, menerobos lorong-lorong yang sempit dan merayap di dinding goa yang beralaskan jurang di bawahnya. Masing-masing bagian tentu akan memberikan rasa tersendiri yang sangat mengesankan. Selain itu, anda bisa menikmati keindahan sungai, danau dan air terjun yang berada di dalam goa. Tentunya keindahan-keindahan ini akan semakin membuat anda tak bisa melupakan pengalaman caving di Goa Buniayu ini.

Dengan melakukan caving di Goa Buniayu, tentunya akan membuat anda bersyukur karena bisa menikmati kebesaran Tuhan yang begitu indahnya. Di saat anda tidak bisa menikmati cahaya, berada dalam kegelapan di perut bumi, disanalah anda akan merasakan kebesaran Tuhan.

Air Terjun Bibijilan

paketwisatamurah.co.id

Setelah menikmati keindahan Goa buniayu, anda bisa meneruskan perjalanan menuju Curug atau Air Terjun Bibijilan. Di Curug ini anda bisa membersihkan badan dari lumpur yang didapat saat menyusuri goa. Selain itu, anda juga bisa merasakan serunya bermain water rapelling.

Keindahan menjelajah perut bumi dan Kenikmatan bermain water raffling semua itu bisa anda dapatkan di kawasan wisata Goa Buniayu Sukabumi. Untuk menikmati sensasi wisata ini, anda harus mengeluarkan uang sekitar Rp. 250.000 – Rp. 350.000. Agar bisa lebih murah lagi, sebaiknya anda membawa rombongan yang banyak. Selamat berpetualang. 🙂

Curug Sawer Sukabumi, Wisata Alam yang Menyejukkan Jiwa

Jika anda mempunyai rencana berlibur bersama keluarga untuk melepas penat setelah seminggu padat dengan aktifitas, cobalah berlibur menuju Curug Sawer. Di sini anda dapat menikmati sejuknya udara khas pegunungan serta segarnya air terjun yang sangat dingin tentunya.

Curug Sawer merupakan salah satu tempat wisata air terjun yang berada di desa Sukamaju, kecamatan Kadudampit, kabupaten Sukabumi. Tempat wisata ini juga menjadi salah satu wisata alam favorit warga Sukabumi. Letaknya masih berdekatan dengan Situ gunung dan masih berada di kaki Gunung Gede Pangrango. Adapun ketinggian curug ini kurang lebih 25 – 30 meter.

kalau dilihat dari namanya, tempat wisata alam yang satu ini memang unik. Nama Curug Sawer sendiri didapat karena besarnya percikan curug yang jatuh ke bawah dan kerap kali membuat percikan (sawer) yang keras. Oleh sebab itu, walaupun anda berada jauh dari air terjun ini, tubuh anda akan tetap basah terkena percikan air terjun tersebut. Dari sinilah nama Curug Sawer itu muncul. Di kawasan wisata ini pula anda dapat menemukan beberapa anak sungai yang oleh pengunjung biasanya digunakan untuk mandi. Air di curug ini sangat dingin, maka kalau anda tidak kuat terhadap kedinginan sebaiknya jangan mandi di curug ini, hehe.

Rute Menuju Curug Sawer

panjirelawan.deviantart.com
panjirelawan.deviantart.com

Dari pusat kota Sukabumi, Curug Sawer berjarak sekitar 16 km. Adapaun keadaan jalan menuju kawasan wisata Curug Sawer ini cukup bagus sehingga bisa dilalui oleh kendaraan roda hingga roda enamn, Pintu awal masuk menuju kawasan wisata ini terletak di samping kantor polisi Cisaat yang berada di Jl. Cisaat.

Jika dari terminal Sukabumi, anda terlebih dahulu bisa naik angkot 08 berwarna hijau jurusan Sukabumi – Cisaat. Kemudian nanti turun di depan alun-alun Cisaat. Selanjutnya anda tinggal menyebrang lalu jalan ke arah pangkalan angkot Kadudampit berwarna merah yang tak jauh dari alun-alun Cisaat. Hal yang harus anda tau, para supir angkot Kadudampit ini tidak mengantar anda sampai ke gerbang masuk lokasi wisata Curug Sawer. Kalau ingin langsung sampai, anda harus membayar lebih kepada supir angkotnya.

Untuk menuju Curug Sawer, ada dua jalur (Jalan Kaki) yang bisa kamu coba. Yakni dari perkemahan Cinumpang dan perkemahan Situ Gunung. Jika ingin memacu adrenalin, anda bisa mengambil jalur pemberangkatan dari perkemahan Situ Gunung dan pulang lewat perkemahan Cinumpang. Jalur perkemahan Situ Gunung lumayan berat karena anda harus naik turun melewati jalan setapak yang berada di pinggir jurang. Sedangkan jika anda melalui jalur perkemahan Cinumpang, medan yang dilalui cukup mudah.

Bagi para wisatawan, kebanyakan mereka memilih jalur kedua yaitu lewat jalur perkemahan Cinumpang. Karena lewat jalur ini relatif lebih dekat dan mudah tak seperti jalur perkemahan Situ Gunung yang berat. Jalur ini dimulai dari sebuah gerbang pintu masuk yang di mana di sana akan dijumpai persimpangan jalan bercabang dua. Jika mengambil jalan lurus anda akan menuju area perkemahan Cinumpang. Sedangkan jika ke arah kanan maka anda akan menuju perkemahan Situ Gunung. Untuk menuju ke arah sana, anda bisa berjalan kaki, menyewa ojek atau membawa kendaraan pribadi. Adapun dari gerbang masuk menuju area perkemahan kurang lebih 1 km. Setibanya di area perkemahan Cinumpang, anda bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak sejauh kurang lebih 1 km menuju Curug Sawer.

Tiket dan Parkir

lisa-marcelaskytwo.blogspot.com
lisa-marcelaskytwo.blogspot.com

Harga tiket masuk menuju Curug Sawer dan parkirnya melalui area perkemahan Cinumpang adalah Rp. 3.000 per orang. Sedangkan jika anda ingin camping di area ini harus membayar Rp. 5.000 per hari. Di kawasan wisata Curug Sawer juga terdapat beberapa fasilitas seperti warung makan, mushola, toilet dan pusat informasi.

Demikian beberapa uraian singkat mengenai kawasan wisata Curug Sawer Sukabumi. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, khususnya bagi anda yang ingin merasakan panorama alam yang menyejukkan ini.

Serunya Menantang Adrenalin Arung Jeram di Sungai Citarik

Pernah melakukan kegiatan Rafting? Ya, olahraga yang satu ini terbilang olahraga air yang cukup ekstrim. Walaupun ekstrim, namun tentu anda akan mendapatkan sesnasi yang luar biasa dan tak terlupakan setelah melakukannya.

Dalam olahraga ini, anda akan mengurangi derasnya arus sungai bersama team dengan menggunakan perahu karet dan dayung tangan. Saat mulai mengarungi derasnya arus sungai, anda akan merasakan betapa asyik dan serunya olahraga ini, adrenalin anda semakin dipacu mengalahkan ganasnya arus sungai. Pasti anda akan berteriak karena terjangan air sungai yang menghantam perahu anda. Terlebih lagi jika hantamannya sangat keras, maka bisa dipastikan perahu karet hilang keseimbangan dan bisa-bisa sampai terbalik, hehe.

Bukan hanya itu, dalam olahraga rafting ini anda juga bisa menikmati keindahan alam yang Allah ciptakan dan belum tentu bisa ditemui di kota-kota besar. Sambil mendayung perahu karet anda bisa menikmati sejuknya alam pedesaan yang masih alami dan asri. Di sepanjang sungai anda akan melihat banyaknya pepohonan yang terdapat di kanan dan kiri sungai.Intinya semua pemandangan indah itu bisa anda sakikan seambil menikmati derasnya aliran sungai. Bukankah itu sangat menyenangkan?

Arung Jeram Sungai Citarik

myhotelmyresort.com
myhotelmyresort.com

Nah, salah satu tempat favorit rafting yang ada di Jawa barat adalah di Sungai Citarik yang terdapat di Cikidang, kabupaten Sukabumi. Aliran arus Sungai Citarik ini sangat cocok dan disukai para pemain rafting. Selain itu, pemandangannya pun sangat indah. Hal inilah yang membuat arum jeram Sungai Citarik disukai banyak orang dan termasuk dalam daftar tempat wisata di Sukabumi yang terkenal.

Sungai Citarik mempunyai panjang sekitar 44 km yang aliran sungainya itu bermuara di Pantai Pelabuhan Ratu. Aliran sungai ini cukup deras dengan tipe yang berbatu sehingga bisa membentuk arus air yang sangat cocok untuk dijadikan tempat rafting.

Menurut seorang Guide yang bekerja di sana, Arum Jeram Sungai Citarik ini hampir pasti dikenal oleh seluruh kalangan yang suka berpetualang khususnya anak pecinta alam. Sungai Citarik mempunyai karakteristik dengan sungai yang mempunyai puluhan jeram yang terbagi dalam enam kelas. Kelas-kelas itu adalah class VI (Extreme), class v (Expert), class IV (Advance), class III (Intermediate), class II (Novice) dan class I (Easy).

Perjalanan Menuju Arum Jeram Sungai Citarik

Untuk menuju objek wisata Arus Jeram Sungai Citarik, anda bisa melalui beberapa jalan di kota besar seperti Jakarta, Bogor dan Bandung.

Bila anda dari Jakarta, anda bisa melalui tol JAGORAWI, kemudian keluar melalui pintu tol Ciawi. Setelah itu anda akan memasuki jalan raya Sukabumi. Di jalan raya Sukabumi ini, pastikan anda terus lurus mengikuti arah jalan. Jika anda benar arah jalannya, maka anda akan melewati Lido Akses Resort dan Pabrik Aqua. Jika telah melewati kedua tempat itu, maka anda akan melewati SPBU Parung Kuda yang letaknya disebelah kanan jalan. Di sebelah kiri jalan terdapat Restoran Bambu Kuning. Tidak jauh dari restoran tersebut akan terlihat sebuah tanda bertuliskan ‘Arus Liar’ yang sangat besar. Nah disanalah jalan menuju Arung Jeram Sungai Citarik.

dimasadityo.wordpress.com
dimasadityo.wordpress.com

Selain itu anda juga bisa melalui jalur pertigaan cibadak. kalau dari arah jakarta anda tinggal berbelok saja ke arah kanan dan terus berjalan lurus sejauh 20 km. Anda tidak usah kebingungan karena disepanjang perjalanan banyak petunjuk untuk menuju lokasi Arum Jeram Sungai Citarik ini. Adapun lama perjalanan dari Jakarta menuju lokasi Arum Jeram Sungai Citarik kurang lebih 3-4 jam perjalanan, tergantung titik kemacetan yang biasanya terjadi disekitar Cicurug atau pasar ciawi.

Sepanjang perjalanan menuju Sungai Citarik, anda akan melewati jalan yang berliku-liku, Akan tetapi, disepanjang perjalanan pun anda akan melihat banyak sekali pohon jati dan pohon kelapa sawit yang terawat dan berjajar rapi.

 

Ada tiga perusahaan operator yang mengelola wahana Arung Jeram Sungai Citarik ini. Ketiga operator tersebut adalah ‘Caldera’, ‘Selaras – Kaki’ dan ‘Arus Liar’. Terserah anda mau pilih yang mana karena hampir semua operator menawarkan fasilitas yang sama. Semua operator pun memiliki Guide yang professional dan mempunyai peralatan safety yang aman, sehingga anda tidak perlu terlalu khawatir dan ragu melakukan olahraga ini. Jadi kapan anda akan melalukan olahrga rafting di Sungai Citarik ini? Ditunggu ceritanya ya. 😀

Menikmati Segarnya Kawasan Wisata Pondok Halimun Sukabumi

Bagi warga Ibukota, menghabiskan waktu akhir pekan dengan melepas kepenatan di kawasan yang segar, sejuk dan tenang tentu sesuatu yang sangat diidam-idamkan. Hal ini mereka lakukan untuk mengusir segala kepenatan dari segala aktifitas yang dikerjakan selama Senin – Jumat.

Puncak Bogor biasanya menjadi tempat favorit warga Ibukota dan sekitarnya untuk berlibur diakhir pekan melepas kepenatan. Nah, jika bosen berlibur ke puncak terus, ada satu tempat yang tak kalah indah dan segarnya dengan Puncak Bogor. Nama tempat itu adalah Pondok Halimun. Pondok Halimun merupakan sebuah perbukitan yang berada di kaki Gunung Gede Pangrango.

Pondok Halimun terdapat di kabupaten Sukabumi, berjarak sekitar 13 km dari pusat kota Sukabumi. Dari pusat kota, anda hanya perlu menuju arah utara daerah Selabintana. Sebelum kawasan Selabintana terdapat sebuah pertigaan. Di sana nanti anda belok ke arah kiri yang menuju Pondok Halimun. Kota Sukabumi sendiri berjarak sekitar 96 km dari kota Bandung dan memerlukan waktu kurang lebih 3 jam perjalanan. Sedangkan, dari kota Jakarta berjarak 121 km dan membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam perjalanan.

Menuju Pondok Halimun

agungga.wordpress.com
agungga.wordpress.com

Jika dari kota Sukabumi dan ingin berkunjung ke Pondok Halimun, maka ada beberapa pilihan alternatif yang bisa anda coba agar bisa sampai ke sana, yaitu dengan Kendaraan Pribadi atau dengan Angkutan Umum. Apapun pilihan anda, perjalanan menuju Pondok Halimun tidaklah sulit. Anda masih dapat menikmati perjalanan dengan asyik.

Jika memakai kendaraan pribadi, ada baiknya anda memakai kendaraan tipe SUV yang lebih tinggi, sebab jalannya tidak begitu rata dan agak sulit. Saat memasuki kawsan wisata ini, anda harus membayar tike masuk sebesar Rp. 3.000 perorang serta biaya parkir.

Menikmati Pesona Pondok Halimun

panoramio.com
panoramio.com

Setelah sampai di kawasan wisata Pondok Halimun, terdapat beberapa villa yang bisa anda pilih. Beragam villa yang bisa anda sewa mulai dari kelas bawah seharga Rp. 80.000 sampai kelas atas yang berharga ratusan ribu per malamnya.

Saat sudah menempati villa, jangan lama-lama berada didalamnya, sebab pesona keindahan dan kesegaran Pondok Halimun sudah menanti. Untuk mengawali liburannya, anda bisa bisa memulai dengan menyewa sepeda yang ada di sepanjang kawasan villa. Harga sewa sepeda biasanya sebesar Rp. 50.000.

Dengan mengendarai sepeda, anda bisa mengelilingi kawasan wisata Pondok Halimun yang lumayan luas. Sangat tidak mungkin mengelilinginya dengan berjalan kaki. Ketika lelah mulai melanda, anda bisa berjenti sejenak untuk beristirahat di warung kopi yang banyak bertebaran di sepanjang kawasan ini. Ada gorengan, jagung bakar, kopi panas, susu hangat serta teh panas yang bisa mengisi kekosongan perut dan menjadi pelepas dahaga anda.

Perjalanan anda menikmati kawasan wisata Pondok Halimun bisa dimulai dengan menjelajahi hamparan kebun teh, terdapat perkebunan Situ Gunung dan Goalpara yang sangat begitu menyejukkan. Saking sejuk dan segarnya suasana di Pondok halimun, walaupun sudah tengah hari anda tidak akan merasa kepanasan.

Setelah menikmati hamparan kebun teh yang menyejukkan. Selanjutnya anda bisa merasakan dinginnya air sungai Cipelang yang berada di kawasan perkemahan Halimun. Saat melihat perkemahan ini, anda akan menemukan sesuatu yang khas, yaitu terdapat bebatuan yang besar di seluruh hamparan perkemahan ini. Tentu ini merupakan sebuah pemandangan yang unik serta menakjubkan.

Setelah puas bersepeda, dari Pondok Halimun anda bisa meneruskan perjalanan menuju Curug Cibereum yang berjarak kurang lebih 3 km. Curug ini terdapat di lereng Gunung Gede Pangrango. JIka dirasa berjalan kaki sangat melahkan, anda bisa menyewa ojeg trek khusus pegunungan seharga 100 ribu yang banyak disediakan di kawasan penginapan.

Untuk menuju Curug Cibereum, perjalanan akan sedikit sulit sebab anda akan menyusuri kawasan hutan lindung. Namun perjalanan berat itu semua akan terbayar ketika anda sampai di Curug Cibereum dan melihat keindahannya. Saat mengambil air Curug Cibereum, anda akan merasakan kesegaran dan kesejukan tersendiri. Apalagi saat menceburkan diri berenang di kolam Curug, pasti sangatlah segar sekali. Namun anda juga harus berhati-hati saat bermain di Curug Cibereum, karena masih banyak lintah berwarna kemerahan yang cukup menggangu.

Demikian gambaran sekilas tentang kawasan wisata Pondok Halimun. Semoga kawasan wisata Pondok halimun ini bisa menjadi alternatif destinasi wisata yang akan anda kunjungi bersama keluarga kelak.

Yuk Berlibur ke Kawasan Wisata Selabintana yang Indah dan Mempesona

Salah satu tempat wisata di Sukabumi yang paling favorit adalah kawasan wisata Selabintana. Tempat wisata ini berada di kaki Gunung Gede Panrango, sehingga mempunyai udara yang sangat sejuk dan segar. Kawasan wisata Selabintana mempunyai luas kurang lebih 500 meter persegi dan dari pusat kota Sukabumi mempunyai jarak sekitar 7 km.

Saat berkunjung ke sana, anda akan disuguhkan pemandangan alam yang memanjakkan mata. Mulai dari tinggingya pepohonan yang rindang, hamparan rumput yang hijau nan asri dan anda bisa langsung melihat pemandangan Gunung Gede Pangrango dengan jelas. Tak ketinggalan juga hamparan kebun teh yang bisa anda telusuri serta terdapat kolam renang yang tentu airnya sangat menyegarkan. Semua itu ada di kawasan wisata Selabintana.

Kawasan wisata Selabintana sangat cocok sebagai tujuan wisata bagi anda dan keluarga karena tempatnya yang sangat nyaman. Biasanya jika akhir pekan atau hari libur tiba banyak wisatawan yang datang bersama keluarga berkunjung ke Selabintana untuk melepas penat dan mengisi waktu liburnya. Hampir seluruh penjuru kawasan Selabintana ramai di isi oleh para wisatawan. Jadi jika ingin lebih tenang suasananya, disarankan untuk mengunjungi Selabintana pada hari kerja.

Selain para keluarga yang sering berlibur ke Selabintana, banyak juga komunitas-komunitas yang sering membuat acara di Selabintana seperti Gathering, Reuni, Arisan dan lain-lain. Karena mempunyai lapangan rumput hijau yang cukup luas dan suasana yang sejuk, menjadikan kawasan ini selalu jadi pilihan utama bagi para komunitas mengadakan acara di kawasan wisata Selabintana ini.

Rute Perjalanan Menuju Selabinbtana

flickr.com
flickr.com

Jika dari Jakarta

JIka anda dari Jakarta dan ingin berkunjung ke Selabintana, maka ada beberapa pilihan alternatif yang bisa anda coba untuk sampai ke Selabintana, yaitu dengan Kendaraan Pribadi atau dengan Angkutan Transportasi.

1. Kendaraan Pribadi

Dari Jakarta bisa menyusuri jalan tol JAGORAWI dan keluar dari pintu tol Ciawi. Setelah keluar dari Ciawi, kemudian telusurilah jalan raya nasional Bogor – Sukabumi. Waktu yang dibutuhkan dari Bogor ke Sukabumi kurang lebih 2-3 jam. Setelah sampai di Perempatan Lapang Merdeka, anda sudah memasuki area kota Sukabumi. Kemudian anda mengambil jalan ke utara arah Selabintana . Anda hanya perlu lurus saja dan ikuti jalan sampai nanti bertemu kawasan wisata Selabintana. Jika dihitung, total perjalanan dari Jakarta menuju Selabintana Sukabumi sekitar 5-6 jam.

2. Angkutan Transportasi

Terdapat beberapa alternatif jika anda ingin menuju Situ Gunung menggunakan Angkutan Transportasi. Antara lain memakai Kereta atau Bus.

Jika menggunakan kereta dari Jakarta, anda bisa terlebih dahulu bisa menuju stasiun Bogor. Kemudian anda beralih menuju stasiun Paledang yang tak jauh berada dari stasiun Bogor untuk menaiki kereta jurusan Bogor – Sukabumi. Jika sudah naik kereta, nanti bisa turun di Stasiun Sukabumi. Perjalanan dari Bogor ke Sukabumi menggunakan kereta kurang lebih 2 jam. Kemudian jika sudah sampai di stasiun Sukabumi, anda bisa meneruskan perjalanan dengan naik angkot yang berwarna merah jurusan Sukabumi – Selabintana. Setelah menaiki angkot jurusan Sukabumi – Selabintana, maka angkot akan berakhir di kawasan wisata Selabintana. Tarif kereta jurusan Bogor – Sukabumi yaitu sebesar Rp. 50.000 untuk kelas bisnis dan Rp. 25.000 untuk kelas ekonomi. Sedangkan jika tarif angkot itudibuat kesepakatan terlebih dahulu berapa tarifnya, namun biasanya sih sekitar Rp. 10.000 sampai di Selabintana.

Akan tetapi jika menggunakan bus dari Jakarta, anda bisa naik bus jurusan Jakarta – Sukabumi yang terdapat di beberapa terminal di Jakarta. Saat sampai di Sukabumi, nanti anda turun di terminal Sukabumi. Kemudian perjalanan dilanjut menggunakan angkot jurusan Bhayangkara. Turun di Simpang Dago Sukabumi. Selanjutnya, dilanjut menaiki angkot jurusaan Selabintana – Sukabumi. Angkot jurusan Sukabumi – Selabintana tidak beroperasi 24 jam, mereka beroperasi hanya sampai jam 9 – 10 malam.

Jika dari Bandung

JIka anda dari Bandung dan ingin berkunjung ke Selabintana, maka ada beberapa pilihan alternatif yang bisa anda coba untuk sampai ke Selabintana, yaitu dengan Kendaraan Pribadi atau dengan Angkutan Transportasi.

1. Kendaraan Pribadi

Dari Bandung anda bisa menyusuri jalan nasional Bandung – Cianjur – Sukabumi. Waktu yang dibutuhkan dari Bandung menuju Sukabumi kurang lebih 3 – 4 jam. Setelah sampai di pertigaan Toserba Selamet Sukabumi, kemudian anda mengambil jalan ke arah utara menuju Selabintana. Anda hanya perlu lurus saja dan ikuti jalan sampai nanti bertemu kawasan Selabintana. Jika dihitung, total perjalanan dari Bandung menuju Selabintana Sukabumi kurang lebih 4-5 jam.

2. Angkutan Transportasi

Jika menggunakan bus dari Bandung, anda bisa naik bus jurusan Bandung – Sukabumi yang terdapat di terminal Leuwi Panjang, Bandung. Saat sudah memasuki area kota Sukabumi, nanti anda turun di pertigaan Toserba Selamat Sukabumi. Dilanjut dengan naik angkot warna merah jurusan Sukabumi – Selabintana. Jangan dulu turun sampai angkot benar-benar berhenti di kawasan wisata Selabinta. Kalau dihitung, perjalanan dari Bandung menuju Situ Gunung Sukabumi kurang lebih 5-6 jam.

Fasilitas

hotelselabintana.com
hotelselabintana.com

Di kawasan wisata Selabintana sendiri mempunyai banyak fasilitas yang akan membuat anda puas selama berlibur di sana. Fasilitas-fasilitas itu diantaranya Outbond, Kolam renang, Penginapan, Mushola, dan masih banyak lagi yang lainnya. Adapun tiket harga masuk kawasa wisata Selabintana itu sebesar Rp. 5.000 untuk Individu. Untuk motor Rp. 13.000. Untuk Sedan Rp. 32.000. Untuk minibus Rp. 38.000. untuk Mikrobus Rp. 190.000 dan untuk bis rp. 290.000.

Menikmati Indahnya Situ Gunung Sukabumi

Situ Gunung adalah salah satu tempat wisata di Sukabumi yang cukup terkenal. Tak jarang para wisatawan lokal ketika hari libur telah tiba datang berbondong-bondong ke tempat ini bersama keluarga dan kerabatnya. Udara dan suasana di Situ ini sangat sejuk, maklum karena Situ Gunung ini masih berada di kawasan kaki Gunung Gede Pangrango. Jadi kalau mau ke sini, sebaiknya anda bawa baju yang tebel ya kecuali kalau mau kedinginan, hehe.

Selain sebagai tempat wisata untuk melepas penak karena suasananya yang sejuk dan tenang, Situ Gunung juga kerap kali di datangi para potografer untuk mengambil gambar di area ini. Sudah menjadi rahasia umum, Situ Gunung merupakan salah satu Situ paling indah yang ada di Jawa Barat. Sehingga para pecinta fotografi sering sengaja datang ke sini untuk mengambil keindahan Situ Gunung ini atau pun juga untuk mengambil pemotretan di sini. Banyak foto pre-wedding yang dilakukan di tempat ini.

Bukan hanya sebagai tempat liburan dan fotografi saja ternyata, kawasan wisata Situ Gunung ini juga bisa di gunakan untuk tempat berkemah yang cocok dan nyaman. Tempatnya asri, ada juga fasilitas outbondnya dan tak jauh dari danau Situ Gunung juga terdapat wisata alam yang lainnya yaitu Curug Sawer. Namun jika ingin berkemah, anda harus melapor dulu ke petugas di pos penjagaan.

qolbunhadi.com
qolbunhadi.com

Foto-foto Kawasan Wisata Situ Gunung

qolbunhadi.com
qolbunhadi.com
Situ Gunung merupakan salah satu tempat wisata di Sukabumi yang terkenal
qolbunhadi.com

Rute Perjalanan Menuju Situ Gunung

Jika dari Jakarta

JIka anda dari Jakarta dan ingin berkunjung ke Situ Gunung, maka ada beberapa pilihan alternatif yang bisa anda coba untuk sampai ke Situ Gunung, yaitu dengan Kendaraan Pribadi atau dengan Angkutan Transportasi

1. Kendaraan Pribadi

Dari Jakarta bisa menyusuri jalan tol JAGORAWI dan keluar dari pintu tol Ciawi. Setelah keluar dari Ciawi, kemudian telusurilah jalan raya nasional Bogor – Sukabumi. Waktu yang dibutuhkan dari Bogor ke Sukabumi kurang lebih 2-3 jam. Setelah sampai di pertigaan Cisaat dan sudah memasuki area sukabumi, kemudian anda mengambil jalan ke arah Kadudampit. Anda hanya perlu lurus saja dan ikuti jalan sampai nanti bertemu kawasan wisata Situ Gunung. Jika dihitung, total perjalanan dari Jakarta menuju Situ Gunung Sukabumi sekitar 5-6 jam.

2. Angkutan Transportasi

Terdapat beberapa alternatif jika anda ingin menuju Situ Gunung menggunakan Angkutan Transportasi. Antara lain memakai Kereta atau Bus.

Jika menggunakan kereta dari Jakarta, terlebih dahulu anda bisa menuju Bogor dan turun di stasiun Bogor. Kemudian anda beralih menuju kereta jurusan Bogor – Sukabumi yang terdapat di stasiun Paledang yang tak jauh berada dari stasiun Bogor. Jika telah menaiki kereta, nanti bisa turun di Stasiun Cisaat. Perjalanan dari Bogor ke Sukabumi menggunakan kereta kurang lebih 2 jam. Selanjutnya jika telah sampai di stasiun Cisaat, anda bisa meneruskan perjalanan dengan naik angkot jurusan Mangkalaya – Cisaat, dilanjut dengan Cisaat – Kadudampit. Setelah menaiki angkot jurusan Cisaat – Kadudampit, maka anda akan berakhir di kawasan wisata Situ Gunung. Tarif angkot sendiri sebesar rp. 5.0000, sedangkan untuk kereta jurusan Bogor – Sukabumi yaitu sebesar Rp. 25.000 untuk kelas ekonomi dan Rp. 50.000 untuk kelas bisnis.

Namun jika anda menggunakan Bus dari Jakarta, anda bisa naik bus jurusan Jakarta – Sukabumi yang terdapat di beberapa terminal Jakarta. Saat sampai di Sukabumi, nanti anda turun di pertigaan Cisaat. Setelah itu, perjalanan dilanjut menggunakan angkot jurusan Cisaat – Kadudampit.

Jika dari Bandung

JIka anda dari Bandung dan ingin berkunjung ke Situ Gunung, maka ada beberapa pilihan alternatif yang bisa anda coba untuk sampai ke Situ Gunung, yaitu dengan Kendaraan Pribadi atau dengan Angkutan Transportasi.

1. Kendaraan Pribadi

Dari Bandung bisa menyusuri jalan nasional Bandung – Cianjur – Sukabumi. Waktu yang dibutuhkan dari Bandung ke Sukabumi kurang lebih 3 – 4 jam. Setelah sampai di pertigaan Cisaat dan sudah memasuki area sukabumi, kemudian anda mengambil jalan ke arah Kadudampit. Anda hanya perlu lurus saja dan ikuti jalan sampai nanti bertemu kawasan wisata Situ Gunung. Jika dihitung, total perjalanan dari Bandung menuju Situ Gunung Sukabumi sekitar 4-5 jam.

2. Angkutan Transportasi

jika anda menggunakan Bus dari Bandung, anda bisa naik bus jurusan bandung – Sukabumi yang terdapat di terminal Leuwi Panjang, Bandung. Saat sampai di terminal Sukabumi, nanti anda naik angkot warna hijau jurusan Sukabumi – Cisaat dan turun di pertigaan Cisaat. Setelah itu, perjalanan dilanjut menggunakan angkot jurusan Cisaat – Kadudampit. Jangan dulu turun sampai angkot benar-benar berhenti di kawasan wisata Situ Gunung. Kalau dihitung, perjalanan dari Bandung menuju Situ Gunung Sukabumi kurang lebih 5-6 jam.

Menikmati City Light, Sunset dan Sunrise di Gunung Sunda

Kawasan Gunung Sunda ini adalah kawasan gunung batuan kuarsa, yang sangat bagus untuk menyerap air yang sangat dibutuhkan untuk keperluan warga sekitar.

Gunung Sunda sendiri mempunyai kelebihan dari segi pemandangan yang khas di kota Sukabumi, apalagi saat melihat pemandangan Sunrise dan Sunset nya sangat bagus, semua pemandangan malam di kota sukabumi akan sangat jelas jika dilihat di puncak Gunung Sunda ini. Lampu-lampu rumah dan bangunan begitu indah untuk dinikmati.

Adapun Ketinggian Gunung Sunda tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 650 sampai 700 Mdpl, jarak tempuh untuk sampai ke puncak Gunung Sunda hanya sekitar 700 meter dan bisa menghabiskan waktu sekitar 20 – 25 menit.

Lokasi Gunung Sunda Sukabumi

Gunung Sunda Sukabumi merupakan sebuah bukit yang berada di Jl. Siliwangi km.3, Ds. Padaasih, Kec. Cisaat, Kab. Sukabumi, Jawa barat. Dari alun-alun Cisaat berjarak mungkin hanya sekitar 3 KM. Perjalanan menuju Gunung Sunda ini bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi baik mobil ataupun motor. Selain itu, Gunung Sunda juga berada di kawasan jalur lingkar selatan Sukabumi Via arah Cibolang, sehingga jika anda melalu jalur itu, anda pasti bisa melihat dengan jelas letak posisi Gunung Sunda itu dari bawah.

Alat Tansportasi Menuju Gunung Sunda

Jika anda ingin mengunjungi Gunung Sunda ini, anda bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda, motor atau pun mobil. Bila belum mempunyai kendaraan pribadi, anda juga bisa menyewa jasa tansportasi seperti angkot atau ojek. Namun jika ingin memakai angkot, anda harus menyewa terlebih dahulu karena tidak ada angkot yang melewati Gunung Sunda ini. Untuk tarif angkot sendiri biasanya sekitar Rp. 5.000 per orangnya atau tergantung kesepakatan, sedangkan untuk ojeg biasanya dikenakan tarif Rp. 10.000 per orangnya.

Saat sampai di puncak Gunung Sunda, anda akan dikenakan tarif sebesar Rp 5.000 per orangnya. Sebenarnya, uang tiket ini juga dimaksudkan untuk pengembangang Gunung Sunda itu sendiri kedepannya. Sebab, pemerintah setempat belum terlalu memperhatikan tmpat wisat terpendam yang satu ini.

Pemandangan Indah Gunung Sunda

Pada awal tahun, kumpulan beberapa komunitas di Sukabumi menggelar perjalanan ke Gunung Sunda. Banyak sekali yang ikut dalam acara ini, selain untuk berkunjung ke tempat indah yang tersembunyi ini, mereka pun melakukan beberapa kegiatan di atas puncak Gunung Sunda seperti penghijauan, penanaman bibit pohon dan sebagian bahkan ada yang melakukan kemah untuk melihat indahnya Sunrise dan Sunset di puncak Gunung Sunda ini.

Berikut di bawah ini, beberapa hasil jepretan kegiatan yang dilakukan di Gunung Sunda ini pada awal tahun 2015.

dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com

perjalanan menuju Gunung Sunda.

dedisuhendra.com
dedisuhendra.com

Penanaman bibit pohon di Gunung Sunda oleh beberapa komunitas di Sukabumi. Hal ini dilakukan guna untuk semakin menjaga kelestarian Gunung Sunda dan juga agar membuat tempat ini semakin nyaman.

Seorang anak kecil sedang melakukan penanaman pohon di Gunung Sunda
dedisuhendra.com
Tak teringgalan orang dewasa pun melakukan hal yang sama melestarikan gunung sunda
dedisuhendra.com

Dari anak-anak hingga dewasa, semua bahu membahu untuk merawat dan melestarikan tempat yang indah ini.

dedisuhenra.com
dedisuhenra.com
dedisuhenra.com
dedisuhenra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com

Langit indah nan menawan puncak Gunung Sunda.

 

dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com

Pemandangan Sunsite di Gunung Sunda, sungguh menakjubkan.

dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com

Pemandangan kota Sukabumi pada malam hari dilihat dari puncak Gunung Sunda. Gemerlap lampu berkilauan sangat indah. CitiLight Sukabumi. Terkesima? 😀

dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com

Sunrise yang begitu indah, cahaya matahari kuning keemasan mulai muncul di dalam bayang-bayang awan yang indah.

Jalur Pendakian Gunung Salak

Sejarah Gunung Salak

Secara administratif, Gunung Salak terletak di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor. Gunung ini mempunyai beberapa puncak, diantaranya adalah puncak Salak I yang mempunyai ketinggian 2.111 mdpl. Sedangkan, yang satu lagi adalah Puncak Salak II yang mempunyai ketinggian 2.280 mdpl.

Jika orang yang belum tau banyak tentang Gunung Salak, mungkin mereka mengira bahwa nama gunung ini diambil dari buah salak, itu adalah perkiraan yang salah. Sebenarnya, nama gunung ini diambil dari bahasa Sangsakerta “Salaka” yang mempunyai perak. Gunung ini adalah gunung berapi yang masih aktif. Tahun 1938 merupakan letusan terakhir gunung ini, pada saat itu letusan berupa erupsi freatik yang terjadi di kawah Cikuluwung Putri.

Jalur Pendakian Gunung Salak

Untuk mendaki Gunung Salak, kamu bisa memilih beberapa jalur pendakian. Terdapat dua tujuan untuk mendaki, yaitu puncak I dan Puncak II. Kamu bisa mendaki lewat arah Cimelati, Cidahu dan kawah Ratu Gunung Bender untuk menuju puncak I.

Jika ingin melakukan pendakian, sebaiknya kamu melakukannya pada musim kemarau. Sebab, kalur pendakian pada musik kemarau anginnya tidak terlalu kencang, jarang ada lintah atau pacet dan medannya tidak terlalu becek.

Untuk lebih jelasnya, pendakian Gunung Salak ini bisa melalui beberapa pilihan alternatif, diantaranya Jalur Cidahu (Sukabumi), Jalur Pasir Reungit, Jalur Giri, Jaya (Curug Pilung) dan Jalur Cimelati / Kutajaya

1. Jalur Cidahu

Salah satu jalur yang cukup favorit dijadikan jalur pendakian menuju puncak Gunung Salak oleh pendaki adalah Wana Wisata Cangkuang, kecamatan Cidahu, kabupaten Sukabumi. Jika dari jakarta dan ingin menuju tempat ini, kamu bisa menggunakan bus jurusan Sukabumi atau kereta api dari stasiun Bogor menuju Sukabumi, turun di stasiun Cicurug. Kemudian disambung dengan angkutan umum jurusan Cidahu.

Dari tempat itu terdapat dua jalur pendakian, yaitu jalur utama yang menuju puncak I serta jalur baru yang menuju Kawah ratu. Tempat Wana Wisata Cangkuriang sering digunakan pendaki menuju Kawah ratu dan juga digunakan sebagai tempat perkemahan dengan pemandangan air terjun yang begitu menakjubkan. Dari jalur Wana Wisata ini pula, para pendaki bisa menuju Puncak Salak I.

Di gerbang pintu Wana Wisata Cangkuang terdapat tempat yang sangat nyaman untuk berkemah. Selain itu, terdapat juga banyak warung makanan. Jika ingin menuju puncak Gunung Salak I dari jalur ini, maka para pendaki membutuhkan waktu sekitar 8 jam perjalanan. Sedangkan, jika ingin menuju Kawah Ratu, maka para pendaki membutuhkan waktu sekitar 3-5 jam perjalanan.

Jika dari perkemahan dan akan menuku Shelter III, maka jalur yang dilewati cukup curam, basah dan lembab. Apalagi jika musim hujan tiba, jalur ini sangat curam dan licin. Namun, para pendaki cukup tertolong oleh akar-akar pohon. Di Shelter ini juga terdapat tempat yang cukup luas untuk mendirikan tenda dengan pemandangan hutan tropis yang lebat dan terdapat pula sebuah sungai yang airnya sangat jernih.

Saat memasuki Shelter IV, jalur pendakian semakin curam yang berupa tanah merah. Di sebagian lokasi, kamu akan melewati beberapa lokasi becek sedalam dengkul kaki. Di jalur ini juga, para pendaki akan melewati dua buah sungai yang mempunyai air yang sangat jernih. Jika melakukan pendakian lewat jalur ini, sebaiknya kamu mengambil air jernih yang ada di sini. Sebab, jika musim kemarau tiba, sungai ini merupakan sumber air bersih terakhir yang bisa kamu temukan.

Shelter IV adalah persimpangan jalan. Jika ingin sampai ke puncak Gunung Salak, kamu harus mengambil jalan ke arah kanan. Sedangkan jika ingin sampai ke Kawah ratu, kamu harus mengambil jalan ke arah kiri. Kamu bisa mendirikan tenda di Shelter IV ini. Sebab, memiliki dataran yang datar dan cukup luas.

Menuju Puncak Gunung Salak

Puncak Indah di Gunung Salak
theindonesiadventurer.wordpress.com

Waktu yang dibutuhkan dari Shelter III menuju Shelter IV adalah sekitar 1 jam. Dalam perjalanannya, kamu akan melewati akar-akar pohon yang tertutup tanah lunak. Jika tidak hati-hati kamu bisa terperosok dibuatnya. Dari lokasi ini, kamu bisa melihat dengan jelas Kawah Ratu. Setelah melintasi sungai kecil dan area yang sangat luas, kamu bisa berbelok ke arah kanan. Selanjutnya kamu bisa berjalan ke arah kiri mengikuti pagar-pagar kawat yang berduri.

Jalur menuju puncak ini mempunyai medan yang sangat smpit, agak licin, curam dan juga mempunyai sedikit turunan. Pada sisi kanan dan kiri jalan terdapat jurang yang curang serta dalam. Jalur ini ditutupi oleh pohon dan rumput. Saat satu jam melewati jalur ini, para pendaki akan melewati bebatuan dan akar-akar pepohonan.

Sampai di Shelter V, di jalur ini sedikit menurun kemudian kembali akan menanjak tajam. Para pendaki harus bisa memanjat tebing dengan bebatuan yang curam. Saat berhasil melewati Shelter V, maka pendaki harus menuju Shelter VI. Waktu yang dibutuhkan untuk melewati Shelter VI ini kurang lebih 1 jam. Jalur ini memiliki kondisi yang cukup curam dan sempit, sehingga saat melintasi jalur ini kamu tidak punya banyak waktu untuk beristirahat.

Di Shelter VII, para pendaki membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam untuk mendaki area punggung gunung yang semakin menanjak. Di Shelter VII ini, para pendaki akan banyak melewati akar pohon, sehingga jika angin bertiup maka para pendaki bisa ikut bergoyang karena terkena hembusan angin. Namun, jalur ini juga tidak terlalu mempunyai medan yang curam seperti jalur sebelumnya. Dari Shelter VII ini, kamu hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit untuk sampai di Gunung Salak I.

Sampailah kamu di puncak Gunung Salak I. Di puncak ini kamu akan melihat masih banyaknya pohon-pohon besar tumbuh. Tempatnya sangat luas, sehingga bisa digunakan untuk mendirikan tenda. Terdapat makam kuno di puncak ini, diantaranya makam Embah Gunung Salak yang mempunyai nama asli Raden k.H Moh. Hasan Bin Raden K.H Bahyudin Baraja Kusumah. Masih dalam kawasan puncak ini, terdapat juga makam kuno yang lain, yaitu makam Raden tubagus Yusup Maulana Bin Seh Sarip Hidayatullah. Selain makam, ada juga tempat yang cukup mistis yaitu sebuah pondok yang sering dijadikan para pejiarah untuk menginap.

Menuju Kawah Ratu

Kawah ratu yang sangat indah
anekatempatwisata.com

Dari Shelter IV, dibutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk sampai di Kawah ratu. Adapun Kawah Ratu sendiri terdiri dari 3 kawah, yaitu Kawah Hurip (Kawah hidup), Kawah Paeh (Kawah paeh) dan Kawah Ratu (Paling besar). Kawah Ratu sndiri adaah kawah aktif yang secara berkala sering mengeluarkan gas yang mengandung belerang. Ada larangan ketika mengunjungi tempat ini, yakni dilarang meminum air belerang dan dilarang mendirikan tenda.

2. Jalur Pasir Reungit

Untuk menuju puncak lewat jalan pendakian Pasir Reungit, dari stasiun Bogor kamu bisa naik angkot jurusan Bebulak. Selanjutnya dari terminal Bebulak bisa disambung dengan naik angkot jurusan Leuwiliang, kemudian turun di simpang Cibatok. Dari simpang Cibatok kamu bisa naik angkutan pedesaan ke Bumi Perkemahan Gunung Bunder atau Gunung Picung yang berhenti di Pasir Reungit.

Pada rute ini, kamu bisa menjumpai dua kawah yang berukuran kecil, yaitu Kawah Anjing dan Kawan Monyet. Jika musim hujan tiba, maka bagian tempat itu akan berubah menjadi saluran air yang alami. Terdapat perkemahan dan tiga mata air di sekitar Desa pasir Reungit. Ketiga mata air itu yaitu Curug Seribu, Curug Cigamea Satu, Curug Cigamea Dua, ketiganya bisa di lewati sebelum ke Kawah Ratu.

Masih dekat kampung Pasir Reungit, terdapat sebuah curug yang yang bernama Curug Ngumpet. Curug ini memiliki ketinggian kisaran 20 meter dan mempunyai  tumpahan air yang cukup lebar. Sedangkan Curug Cigamea mempunyai tinggi sekitar 50 meter. Nah, kalau Curug Seribu merupakan curug yang tertinggi diantara ketiga curug itu. Curug ini mempunyai tinggi sekitar 200 meter. Sehingga tumpahan airnya menyatu dan cukup besar, tak heran dari jarak yang cukup jauh pun kita sudah dapat merasakan percikan airnya yang dingin.

3. Jalur Giri Jaya (Curug Pilung)

Jaur Giri Jaya berada di Wana Wisata Curug Pilung, desa Giri Jaya, kecamatan Cidahu, kabupaten Sukabumi. Butuh waktu sekitar 5-8 jam perjalanan untuk mencapai puncak Gunung Salak jika melalui jalur pendakian ini. Kamu bisa menggunakan ojeg untuk menuju desa Giri Jaya ini. Namun jika kamu memiliki jiwa petualang, kamu bisa berjalan kaki menuju desa itu dengan waktu tempuh kurang lebih 3.5 jam – 4 jam perjalanan.

Di gerbang masuk Wana Wisata Cicurug Pilung, kamu hanya perlu berjalan kaki beberapa meter saja. Setelah itu, akan terlihat sebuah gapura pintk masuk menuju Pasareyan Eyang Santri. Setelah sampai sana, pendaki akan berjalan melalui jalan-jalan kecil rumah warga, lalu mereka akan sampai di kebun-kebun warga sekitar. Setelah 15 mnit berjalan, pendaki akan sampai di sebuah pertapaan Eyang Santri. Disini terdapat sebuah MCK yang didalamnya terdapat air yang bersih. Saat sampai MCK ini, sebaiknya para pendaki mengambil air bersih di sini sebab dari jalur air ini sampai puncak tidak ada mata air yang akan didapati lagi.

Terdapat sebuah air terjun yang indah bernama Curug Pilung di bawah pertapaan Eyang Santri. Kawasan ini juga bisa digunakan untuk berkemah. Dari tempat ini para pendaki akan melewati pohon-pohon damar, jalur yang agak miring. Jika cuaca sedang bagus, dari tempat ini bisa terlihat dengan sangat jelas Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Pohon besar dan lebat tumbuh banyak disekitar lereng-lerengnya. Selama 1 jam, kamu akan melewati jalur yang agak miring, sempit dan licin.

Setelah 3-4 jam perjalanan pendakian, kamu akan sampai di sebuah makam Pangeran Santri. Di sekitarnya terdapat sebuah pondok dan mushola. Mulai dari makam hingga puncak, jalur semakin curam dan kamu harus melewati akar dan tanah. Waktu yang dibutuhkan sekitar 2 jam untuk sampai puncak dari tempat makam tadi.

Di beberapa lokasi, kamu harus menaiki batu-batu besar yang licin dan disekitarnya adalah jurang. Selain itu, kamu harus sangat berhati-hati karena banyak akar yang tertutup lumut, bila kamu menginjak tanah maka akan terjerumus ke celah-celah akar. Biasanya di lokasi ini terdapat berbagai  jenis burung dan monyet. Kemudian para pendaki akan sampai di Shelter VII, yakni pertemuan jalur yang berasal dari Cangkuang. Dari Shelter VII untuk sampai puncak hanya membutuhkan waktu kira-kira 10 menit lagi.

4. Jalur Cimelati atau Kutajaya

Jalur Cimelati atau Kutajaya merupakan jalur pendakian menuju puncak gunung Salak yang paling pendek dan cepat. Akan tetapi, di sepanjang jalur ini kamu akan sulit menemukan sumber mata air yang bersih, sehingga harus mempersiapkan air bersih sejak dari awal pendakian.

Untuk menuju Cimelati atau Kutajaya, jika dari Bogor para pendaki dapat naik jurusan Bogor – Sukabumi dan turun di daerah Cimelati atau Cicurug. Cicurug merupakan salah satu kecamatan yang ada di kabupaten Sukabumi. Kamu bisa menyiapkan segala perlengkapan yang harus dibawa di sini, sebab di Cicurug terdapat sebuah pasar. Dari pasar Cicurug yang juga dijadikan terminal, kamu bisa naik ojeg atau menyewa mobil menuju Cimelati atau Kutajaya. kendaraan umum yang ada di sini hanya terdapat di pagi hari, itupun jumlahnya sangat minim.

Perjalanaan pendakian ini dimulai dari desa Kutajaya dengan melewati kebun pertanian serta ladang warga setempat, karena banyaknya jalan yang berjabang alangkah baiknya kamu melakukan perjalanan pada siang hari agar memudahkan perjalanan.

Jika di perjalanan sulit menemukan jalur, kamu bisa mengikuti arah air terjun. Di setiap pos terdapat tanda-tanda yang jelas, akan tetapi sangat jarang tanda-tanda penunjuk arah yang bisa kita dapati untuk menuju puncak. Selain itu, disepanjang jalur ini kamu tidak bisa membuka tenda, sebab tidak adanya lokasi yang datar dan cukup luas. Namun jangan khawatir, di beberapa pos terdapat lokasi yang cukup untuk mendirikan satu sampai dua buah tenda ukuran kecil. Itulah sebabnya, jalur ini jarang dilewati pendaki hingga kadangkala tertutup daun dan rerumputan.

Sesudah menyusuri ladang pertanian warga sekitar, selanjutnya pendaki akan melintasi hutan yang cukup lebat tetapi tidak begitu lembab. Kemudian para pendaki akan menjumpai pertigaan dari kutajaya, air terjun yang menuju puncak. Saat berjalan beberapa ratus meter menuju arah puncak, maka akan ditemui pos 3. Setelah melewati pos 3 maka pendaki akan melewati jalur yang terus menanjak dan melewati hutan-hutan yang lumayan lebat. Saat sampai di pos 4, pendaki akan menemukan jalan bercabang lagi. Di tempat ini terdapat sebuah pipa saluran air, namun jangan sampai kamu mngikuti pipa saluran air itu, baik yang ke kiri (atas) maupun yang ke kanan (bawah).

Saat kamu dapat melewati pos 4, maka jalur yang dilewati akan terlihat cukup jelas dan sudah tidak banyak percabangan lagi di sepanjang jalurnya. Untuk menuju pos 5, kamu membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Di pos 5, jalur akan semakin menanjak serta melewati hutan lebat dan akar-akar pohon. Di sepanjang jalur Cimelati atau Kutajaya ini, para pendaki mungkin hanya akan menikmati pemandagngan monoton yaitu berupa hutan yang lebat. Akan tetapi, pendaki juga sesekali biasanya melihat hewan-hewan sprti berbagai macam jenis burung, atau juga mungkin berpapasan atau melihat serombongan monyet yang melintasi jalur ini juga.

Dari pos 5 jika ingin sampai ke pos 6 dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan. Di sini kamu bisa mendirikan sebuah tenda karena terdapat tanah datar yang cukup luas. Pos 6 ini merupakan pos terakhir, dibutuhkan waktu sekitar 1 jam lagi untuk sampai puncak Gunung Salak I dari pos 6. Puncak Gunung Salak sendiri mempunyai ketinggian sekitar 2.211 mdpl.

Pantai Ujung Genteng, Surga yang Terpendam

Pantai Ujung Genteng berada di kecamatan Ciracap, kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pantai ujung Genteng ini masih belum banyak diketahui oleh orang banyak, tak heran pantai ini masih memiliki pasir yang sangat putih dan bersih, airnya pun masih sangat jernih.

Jarak pantai Ujung Genteng dari Pelabuhan Ratu sekitar 4-5 jam. Sehingga, jika ingin melakukan perjalanan ke sana butuh persiapan ekstra. Kalau dihitung secara kasar, butuh waktu sekitar 8-11 jam jika perjalanan berawal dari Jakarta atau Bandung. Terlepas dari itu semua, kelelahan selama perjalanan akan terbayar sudah ketika sampai di sana. Namun jika perjalanan menuju Ujung Genteng menggunakan motor, lama perjalanan bisa dipangkas menjadi sekitar 6-8 jam. Tergantung dari kecepatan kamu berkendara.

Perjalanan ke Ujung Genteng

Rute menuju pantai ujung genteng
nandawisuper.blogspot.com

Selama perjalanan menuju Ujung Genteng, kamu akan melewati jalan yang berliku serta naik turun melewati bukit. Selain itu, kamu juga akan melewati jalan yang sebagian sudah tidak beraspal dan tidak terlalu mulus. Terkadang jalan yang dilewati sedikit bergelombang dan berlubang, untuk itulah kamu harus ekstra hati-hati dan tetap fokus selama perjalanan.

Sebelum sampai ke Ujung Genteng, kamu akan melewati beberapa kecamatan yang ada di kabupaten Sukabumi. Seperti Ciemas, Surade, Jampang Kulon, Warung Kiara, Pelabuhan ratu, Cibadak dan masih banyak yang lainnya. Ketika kamu sudah sampai di kecamatan Surade, maka sebentar lagi kamu akan sampai di Ujung Genteng.

Penginapan di Ujung Genteng

Tempat penginapan yang ada di pantai Ujung Genteng
ujunggentengsukabumi.blogspot.com

Kamu tidak usah khawatir untuk mencari penginapan di kawasan Ujung Genteng, karena banyak sekali penginapan yang bisa kamu sewa di sana. Bahkan jika kamu beruntung, kamu bisa mendapatkan penginapan yang menghadap langsung ke arah pantai. Penginapan di ujung Genteng rata-rata terbuat dari anyaman bambu, untuk harganya sendiri sekitar ratusan ribu dan tersedia 3-5 kamar.

Tempat Penangkaran Penyu di Pantai Ujung Genteng

Tempat penangkaran penyu yang ada di pantai ujung genteng
virmawanvirman15.blogspot.com

Paling enak memang berkunjung ke pantai ini bersama keluarga dan kerabat. Saat berkunjung ke pantai ini, sebaiknya kamu mengunjungi beberapa tempat yang indah dan menarik.

Nama lain dari anak penyu adalah tukik
addictadventure.blogspot.com

Contohnya, terdapat pengangkaran penyu di sekitar pantai ini. Kamu dapat menyusurinya menggunakan motor atau mobil yang ada. Jalan menuju penangkaran penyu ini terbilang tidak mudah apalagi saat kondisi hujan turun. Di tempat penangkaran ini wisatawan dapat menyaksikan secara langsung telur penyu dan tukuk atau anak penyu yang akan dilepas ke lautan. Jika kamu datang pada malam hari ke tempat ini, kamu dapat juga menyaksikan penyu yang sedang naik ke daratan untuk bertelur.

Wisata di Sekitar Ujung Genteng

Selain wisata Pantai Ujung Genteng itu sendiri, terdapat tempat wisata yang lainnya yang ada di sekitar kawasan Ujung Genteng. Contohnya, sebuah air terjun yang bernama Curug Cikaso. Memang Curug Cikaso ini letaknya cukup jauh dari pantai Ujung Genteng, namun sangat disayangkan jika kamu tidak mengunjungi Curug ini.

Curug cikaso merupakan salah satu wisata alam di Sukabumi
peepindonesia.com

Curug ini masih terdapat dalam kawasan ujung Genteng. Untuk mengetahui jalan menuju curug ini, kamu bisa menanyakan kepada warga sekitar. Ketika sampai di lokasi parkir Curug Cikaso, untuk menuju air terjun kamu bisa berjalan kaki atau menggunakan perahu yang disewakan. Air terjun Curug Cikaso ini terkenal dengan airnya yang masih jernih serta suasanya yang masih asri dan alami. Kenapa bisa begitu? Sebab, masih banyak orang yang belum mengunjungi tempat ini. Selain itu, ketinggian curugnya pun cukup tinggi dan memiliki dasar yang cukup dalam. Sehingga, bagi kamu yang tidak bisa berenang sebaiknya tidak berenang di kawasan ini.

6 Tempat Wisata Pelabuhan Ratu di Sukabumi

Sudah banyak orang yang mengetahui, bahwa kawasan wisata Pelabuhan Ratu merupakan salah satu destinasi paling menarik yang dapat kamu junjungi ketika berada di Kabupaten Sukabumi. Wisata Pelabuhan Ratu sendiri mempunyai karakteristik yang didalamnya terdapat ombat laut yang besar, tebing karang yang terjal, serta panorama pantai yang sungguh menakjubkan. Inilah salah satu penyebab Pelabuhan Ratu menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat digemari oleh wisatawan lokal bahkan mancanegara.

Jika dilihat dari data administratif, Pelabuhan Ratu merupakan sebuah kecamatan yang didalamnya terdapat satu keluharan dan sembilan desa. Karena letak geografisnya yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, tempat wisata ini menyuguhkan sejumlah wisata bahari yang menakjubkan, mulai dari scuba diving yang berkesan hingga panorama pantai yang indah.

Dari jakarta, perjalanan yang harus ditempuh menuju pelabuhan ratu sekitar 138 Km danmenghabiskan waktu sekitar 5-6. Sedangkan dari Bandung jaraknya sekitar 155 km dan menghabiskan waktu sekitar 6-7 jam.

Dari sekian cerita yang terdapat di wisata Pelabuhan Ratu, ada satu kisah mistis yang sangat populer yaitu cerita tentang Nyi Roro Kidul. Nyi Roro Kidul sering dikaitkan dengan Pelabuhan Ratu karena posisi pantainya yang berada di selatan pulau Jawa. Kisah mistis ini juga merupakan sebuah kearifan lokal dan tidak bisa dari popularitas Pelabuhan Ratu itu sendiri. Sehingga dengan ditambah kisah mistis ini membuat destinasi wisata yang satu ini banyak dikunjungin wisatawan domestik bahkan mancanegara.

Tempat Wisata di Pelabuhan Ratu

Saat berkunjung ke Pelabuhan Ratu, kamu dapat mengunjungi beberapa tempat menarik yang bisa ditemukan di Kawasan Wisata Pelabuhan Ratu Sukabumi.

1. Pantai Pelabuhan Ratu

Kawasan Wisata Pantai Pelabuhan Ratu
mediainformasionline.com

Dari sekian banyak tempat wisata yang ada di Sukabumi, tempat wisata ini merupakan tempat wisata yang paling utama dan terkenal jika berkunjung ke kawasan Pelabuhan Ratu. Di pantai Pelabuhan Ratu kamu akan menikmati panorama yang menakjubkan dan ditemani udara sejuk serta hamparan pasir yang luas. Selain itu, kamu juga akan banyak menjumpai bebaturan karang terjal yang menghadap ke laut. Deburan ombak besar dan kencang yang menghantam karang akan semakin membuat kamu terpesona dibuatnya.

Biasanya para pengunjung ketika berada di pantai ini sering bermain pasir, menikmati alam sekitar hingga berkemah di pinggir pantainya. Selama di sini kamu bisa berkeliling dengan jalan kaki untuk menyusuri pantai ini. Namun jika kamu sedang malas berjalan kaki, alternatif menyewa kuda mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat untukmu.

2. Scuba Diving di Pelabuhan Ratu

Scuba diving menikmati keindahan alam bawah laut Pelabuhan Ratu
divezonebath.co.uk

Selain menikmati pantainya, kamu juga bisa menikmati keindahan alam bawah laut kawasan Wisata Pelabuhan Ratu. Walaupun dikenal dengan arus lautnya yang besar, namun ternyata tidak semua tempat di kawasan Pelabuhan Ratu memiliki arus yang kuat dan ombak besar. Salah satu spot di Pelabuhan Ratu yang terkenal dan bisa dijadikan tempat untuk diving adalah Batu Kuok, Karang Antuk dan Sodong Parat. Dari ketiga spot diving yang disebutkan, Karang Antuk merupakan spot favorit yang disukai para penikmat diving.

Jika ingin menikmati pesona eksistem alam bawah laut Pelabuhan Ratu yang didalamnya terdapat berbagai spesies ikan dan terumbu karang yang indah, kamu bisa menghubungi dive operator yang ada kawasan itu.

3. Goa Lalay

Goa Lalay Pelabuhan Ratu
disparbud.jabarprov.go.id

Kenapa disebut Goa Lalay? Karena didalamnya terdapat jutaan kelalawar yang hidup didalamnya. Lalay adalah nama lain dari kelalawar. Saat hari mulai senja, biasanya gerombolan kelalawar akan mulai terbang dan keluar dari dalam gua itu. Letak gua ini hanya beberapa meter dari bibir pantai, sehingga memungkinkan kamu untuk bisa menikmati sunset di Pelabuhan Ratu sambil menyaksikan ribuan kelalawar terbang menari di atas kepalamu.

4. Pantai Cimaja

Pantai Cimaja Sukabumi
rajakamar.com

Walaupun kurang populer, namun Pantai Cimaja tidak kalah indah dengan pantai Pelabuhan Ratu. Pantai ini lokasinya dekat dengan Pelabuhan Ratu dan merupakan salah satu tempat surfing paling favorit dikalangan para peselancar. Bahkan saking enak dan nyaman pantai ini untuk surfing, membuat pantai ini bisa dikenal sampai kalangan surfer internasional. Beberapa kompetisi surfing baik nasional maupun internasional pun pernah terselanggara di pantai ini. Tinggi ombak di pantai Cimaja ini sekitar 4 meter dan memiliki ombak yang besar. Setiap akhir pekan, para wisatawan dipantai ini sering didominasi oleh para surfer.

Namun begitu, pantai Cimaja bukanlah hanya untuk aktifitas berselancar saja. Di pantai ini kamu dapat menghabiskan waktu dengan menikmati panorama pantai dengan pemandangan bebatuan kali bulat-bulat yang terdapat didalamnya. Sambil menikmati pemandangan juga kita bisa menyaksikan para peselancar menunjukkan keahliannya menerjang ombak Cimaja.

Baca juga: 7 Tempat Wisata di Sukabumi yang Akan Membuatmu Terpesona Dibuatnya.

5. Pantai Karang Hawu

Pantai Karang Hawu Sukabumi
bandung.panduanwisata.id

Letak pantai ini juga masih dalam area wisata Pelabuhan ratu. Panorama unik yang bisa kita jumpai di Karang Hawu adalah pemandangan karang dan tebing yang menghadap ke laut. Sungguh panorama di pantai ini sungguh memikat, mempertunjukkan akan keindahan jajaran karang dan tebing yang membaur dengan derasnya ombak. Akan tetapi di pantai ini memiliki ombak yang cukup besar dan deras, sehingga disarankan sebaiknya tidak melakukan aktifitas surfing di pantai ini.

6. Pemandian Air Panas Cisolok

Pemandian Air Panas Cisolok Sukabumi
initempatwisata.com

Tidak jauh dari kawasan wisata Pelabuhan Ratu, terdapat sebuah pemandian air panas yang terdapat di desa Cisolok. Pemandian air panas ini dikenal dengan Pemandian Air Panas Cisolok. Keunikan tempat pemandian air panas ini salah satunya adalah air panas ini keluar melalui bebatuan dengan tiga titik sembur. Air yang keluar ini mempunyai suhu yang tinggi mencapai 80 derajat celsius. Oleh sebab itu, kamu tidak boleh mendekat dengan titik sembur ini.

Pada umumnya kita sering menemukan bahwa pemandian air panas itu biasanya berada di kawasan pegunungan. Namun hal ini justu sebaliknya, pemandian air panas Cisolok ini berada di kawasan pantai. Selain menjadi tempat wisata, banyak masyarakat yang percaya bahwa berendam di pemandian air panas ini dapat membantu mengobati penyakit serta bermanfaat untuk kesehatan. Dan hal unik lainnya, ternyata air panas Cisolok berasal dari Geyser bumi dan tidak mengandung belerang.

Hotel di Kawasan Wisata Pelabuhan Ratu

Selain mempunyai tempat wisata yang sangat indah, kawasan wisata Pelabuhan Ratu juga memiliki sarana dan insftrastuktur yang cukup baik untuk menunjang para wisatawan. Banyak hotel yang tersedia untuk para wisatawan, mulai hotel kelas bawah sampai kelas tinggi.

Jika ingin berlibur di kawasan ini dalam jangka waktu yang cukup lama, kamu bisa memesan hotel terlebih dahulu, baik dengan mendatangi atau menelpon pihak hotel, atau dengan membooking lewat online.

Cara Menuju Pelabuhan Ratu

Jika hendak ingin berlibur menuju Pelabuhan Ratu dan kamu berasal dari Jakarta, kamu bisa memakai dua alternatif pilihan. Jika menggunakan kendaraan umum, kamu bisa datang ke terminal Baranang Siang terlebih dahulu, kemudian naik bus jurusan Bogor-Pelabuhan Ratu. Perjalanan ini membutuhkan waktu kira-kira 4 jam. Sedangkan jika menggunakan kendaraan pribadi, kamu bisa menyusuri jalan nasional Bogor – Sukabumi, saat sampai di pertigaan Cibadak, kamu bisa memilih jalur menuju Pelabuhan Ratu.

Sedangkan jika dari Bandung, kamu bisa ke terminal Sukabumi dahulu. Kemudian kamu bisa translit naik bus jurusan Sukabumi – Pelabuhan Ratu. Waktu yang diperlukan dari Bandungh menuju Pelabuhan Ratu diperkirakan sekitar 7 jam.