Indahnya Menjelajah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Taman Nasional Gunung Gede (TNGGP) merupakan wisata alam yang terdapat di daerah Cianjur dan Sukabumi. Taman nasional ini diresmikan pada tahun 1980 pada era zaman orde baru. Banyak wisata alam yang terdapat di Gunung Gede Pangrango, diantaranya Bumi Perkemahan Mandalawangi, Curug Cibereum, dan masih banyak lagi yang lainnya. Taman nasional ini memiliki luas 21.975 hektare dan kawasan ini juga ditutupi oleh hutan hujan tropis pegunungan, sehingga mempunyai peranan sangat penting dalam hal sejarah konservasi di Indonesia.

Hal Menarik di Gunung Gede Pangrango

 

Gunung Gede {angrangi dilihat diatas puncak
wisatacibodas.com

Di kawasan Gunung Gede Pangrango terdapat berbagai jenis tumbuhan dengan banyak sekali spesies unik didalamnya. Mulai dari “si pemburu serangga” atau yang biasa disebut kantong semar (Nephentes spp), “si pohon raksasa” Rasamala, serta berbagai jenis anggrek hutan. Dan yang lebih mengejutkan lagi, di sini pula terdapat beberapa jenis tumbuhan yang sama sekali belum dikenal nama ilmiahnya, contohnya sebuah jamur yang bercahaya.

Selain tumbuhan, di sini juga menjadi habitat berbagai hewan liar. Contohnya anjing hutan, kepik raksasa, kijang, macan tutul, pelanduk, sigug dan masih banyak yang lainnya. Lebih dari 250 jenis burung dan 100 jenis mamalia tersebar di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Di sini juga adalah habitat Elang Jawa, Owa Jawa, Lutung dan Surili yang sudah kita ketahui semua populasinya hampir mendekati punah.

Keindahan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Sudah pasti bagi seorang pendaki, keindahan dan panorama alam merupakan daya tarik tersendiri bagi dia untuk mendaki suatu gunung, tak terkecuali juga dengan Gunung Gede pangrango. Banyak sekali tempat yang indah dan menakjubkan yang terdapat di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini. Sulit untuk dituliskan dengan kata-kata, lebih bagusnya kamu mengunjungi sendiri dan rasakan sensasi keindahannya.

Air Terjun Cibereum

Curug di Sukabumi yang wajib kamu kunjungi
ilmupendakigunung.blogspot.com

Air terjun ini berada di kaki Gunung Gede Pangrango. Berjarak sekitar 3,5 km dari Selabintana, nama tempat wisata yang ada di Sukabumi. Di sini kamu bisa melihat curug atau air terjun yang sangat indah dan mempunyai air yang sangat jernih. Banyak orang yang sudah mengetahui akan keberadaan Curug Cibereum ini, namun karena jaraknya yang lumayan jauh dan medan yang harus di tempuh ituĀ tidak mudah, jadi dijamin keasriannya masih sangat terjaga. Saat memasuki kawasan ini, kamu akan dikenai biaya 3.000 oleh petugas yang berjaga.

Karena jaraknya yang cukup jauh, terdapat pula beberapa penginapan yang ada di sekitar Curug Cibereum, sebut saja di gerbang TNGGP Resort Selabintana, lokasi kedua berada 500 meter dari gerbang TNGGP dan lokasi ketiga dan keempat itu berada 800 meter dari gerbang TNGPP dan sangat berdekatan langsung dengan hutan rimba.

Telaga Biru

Telaga atau Danau Biru Gunung Gede Pangrango
nrmnews.com

Telaga biru merupakan kawasan wisata yang berada di jalur pendakian puncak Gunung Gede Pangrango dan masih berada di dalam kawasan Taman Nasional gunung Gede Pangrango. Posisinya berada tidak jauh dari gerbang Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, mungkin berjarak sekitar 1,5 km. Nah, perjalanan menuju kawasan ini juga searah dengan air terjun atau curug Cibereum.

Alun-alun Surya Kencana Gunung Gede Pangrango

Alun-alun Suryakencana Gunung Gede Pangrango
bandung.panduanwisata.id
Bunga Edelweiss di Gunung Gede Pangrango
dedeanggriawan.blogspot.com

JIka kamu penggemar bunga edelweiss, maka Alun-alun Suryakencana adalah salah satu tempat terbaik untuk bisa melihat bunga ini tumbuh dengan indahnya. Alun-alun Surya Kencana bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 4-5 jam yang masuknya itu melalui jalur Gunung Putri. Para pendaki Gunung Gede sering mengunjungi tempat ini untuk beristirahat dan mengambil foto di tempat ini. Di sini pun disediakan untuk untuk berkemah bagi para pendaki yang ingin beristirahat sejenak.

Jika jalur pendakian dari Cibodas, kamu akan merasakan sensasi yang tak jauh beda ketika melewati Curug Cibereum karena jalannya yang memang sama. Kemudian kamu akan melewati jalur pendakian dengan pemandangan hutan tropis yang sangat menakjubkan. Di sana pula terdapat sebuah sumber mata air panas yang sering digunakan untuk keperluan istirahat para pendaki.

Kandang Badak di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
superduperlebay.wordpress.com

Kemudian ada juga nih Kandang Badak yang merupakan persimpangan antara Gunung Pangrango dengan Gunung Gede. Saat sampai di Kandang Badak, kamu bisa memiilih pendakian mana yang akan kamu lakukan terlebih dahulu. Selanjutnya kamu akan melalui tanjakan rante yang mempunyai kemiringan hampir 180 derajat. Namun tenang saja, saat melewati itu sudah disiapkan pancang tali untuk membantu kamu.

wisatacibodas.com
wisatacibodas.com

Mendekati puncak Gunung Gede, pepohonan yang dulu begitu tinggi dan besar kini semakin pendek dengan berbagai spesiesnya yang unik. Dan begitu sampai puncak, kamu akan disuguhkan dengan panorama alam yang begitu indah memanjakan mata. Namun jika kamu ingin sampai ke puncak kawah, kamu harus berjalan beberapa kilometer lagi dimana disebelah kanan dan kirinya terdapat tebing yang cukup curam.

Jika cuaca sedang bagus, kamu bisa berkemah di puncak gunung Gede yang menghadap langsung ke arah kawah. Di jamin kamu akan mendapakan sensasi yang tak terlupakan. Akan tetapi kalau cuaca sedang buruk, sebaiknya kamu berkemah di Alun-alun Suryakencana yang tempatnya cukup aman da berada disisi lain tebing Gunung Gede.

Terakhir, panorama yang tidak kalah menakjubkannya adalah kamu bisa menikmati sunrise yang begitu indah.

Sunrise Gunung Gede Pangrango yang begitu menakjubkan.
google.com

Jadi, kapan kamu akan berencana berjelajah di Taman nasional Gunung Gede Pangrango? Semoga seru yaa šŸ˜€

7 Tempat Wisata di Sukabumi Yang Akan Membuatmu Terpesona Dibuatnya

Sukabumi merupakan sebuah dataran tinggi yang dihimpit oleh Gunung Pangrango dan Gunung Gede. Wajar bila di daerah ini memiliki udara yang sejuk. Selain di apit oleh gunung, di sukabumi juga mempunyai pantai serta laut yang indah, seperti Pantai Pelabuhan Ratu, Pantai Ujung Genteng dan masih banyak yang lainnya.

Asal kata sukabumi diambil dari kata yaitu Soeka yang mempunya arti “cinta, suka” dan bhoemi yang mempunyai arti “tanah yang dicinta/suka”.
Kawasan wisata di Sukabumi didominasi oleh wisata alam yang sungguh menakjubkan. Contohnya seperti danau, situ, air terjun dan masih banyak yang lainnya. Jika ingin tau lebih lengkap tempat wisata yang ada di SUkabumi, mari simak artikelĀ  berikut ini.

1. Curug Cikaso

Curug cikaso merupakan salah satu wisata alam di Sukabumi
peepindonesia.com

Air tejun Curug Cikaso berasal dari Sungai Cikaso. Di kawasan Curug Cikaso ini sebenarnya mempunyai tiga air tejun. Yang ketiga air terjun ini mempunyai nama yang berbeda-beda. Di yang paling kanan yang posisinya agak tersembunyi ada Curug Aki, geser kesebalah tengah terdapat Curug Meong dan yang paling kiri itu namanya Curug Asepan.

Terdapat sebuah kolam di bawah ketiga air terjun itu yang memiliki warna hijau kebiruan yang menyegarkan mata. Biasanya para pengunjung menggunakan kolam itu untuk berendam, berenang atau mungkin sekedar untuk bermain air. Aliran air yanga ada di kolam ini akan berakhir di Muara Tegal Buleud. Lebar tebing Curug Cikaso ini sekitar 100 meter, dan mempunyai tinggi sekitar 80 meter.

2. Curug Cigangsa

Air terjun Curug Cigangsa
sirius87a.wordpress.com

Konon awal mula terbentuknya Curug Cigangsa ini karena dahulu pernah terjadi gempa yang sangat kuat, yang akhirnya menimbulkan longsor. Curug Cigangsa mempunyai tiga tingkatan dan bebatuan yang berwarna kehitaman. Namun tak seperti Curug-curug pada umumnnya yang mempunyai debit air yang deras, Curug Cigangsa ini mempunyai debit air yang terbilang kecil. Hal ini disebabkan karena di bagian hulu curug dibendung untuk keperluan sarana irigasi. Walaupun begitu, curug ini tak kalah indahnya dengan curug-curug yang lainya. Kamu bisa mengambil foto di Curug ini dengan latar belakang air terjun yang indah dipandang mata.

3. Curug Cimarinjung

Indahnya Curug Cimarinjung Sukabumi, surga yang terpendam
jelajahsukabumi.wordpress.com

Curug ini tidak terlalu memiliki ailian air yang deras, dan banyak orang yang belum mengetahui akan keindahan curug ini. Curug Cimarinjung berada di daerah kabupaten Sukabumi tepatnya di kawasan Geopark Ciletuh. Saat tiba di curug ini, kamu akan disuguhkan dengan pemandangan-pemandangan yang menakjubkan. Bebatuan yang besar serta tebing curug yang berwarna kecoklatan membuat ingatanmu mungkin sedang merasa di Grand Canyon sana.

Curug ini mempunyai ketinggian sekitar 45 meter. Dalam foto ini terlihat curug ini sangat menawan, memang benar karena alirannya yang sedang tidak terlalu begitu deras. Namun jik alirannya sedang deras, kamu harus lebih berhati-hati.

4. Pemandian Air Panas Cipanas

Lokasi tempat wisata ini pemandian air Cipanas Sukabumi dekat dengan Pelabuhan ratu
travelagentjakarta.com

Pemandian air panas di Cipanas ini merupakan salah satu tempat wisata favorit yang ada di Sukabumi. Karena selain harganya yang terjangkau, juga suasana pemandian air panasnya sendiri yang santai dan bisa membuat rilex siapa saja yang berendam di sana. Lokasi pemandian air Cipanas ini berjarak sekitar 15 km dari Pelabuhan Ratu.

Sumber air panas keluar dari dalam tanah dan bebatuan yang memancar cukup tinggi. Selain dijadikan tempar wisata, sebagian wisatawan percaya bahwa air panas bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Untuk menunjang tempat wisata ini, pemerintah dan pengelola sudah membangun berbagai fasilitas penunjang seperti kolam khusus berenda, pondok tempat beristirahat serta tempat penginapan.

5. Situ Sukarame

Situ Sukarame yang sangat indah
qolbunhadi.com

Situ Sukarame berada di kaki Gunung Salak. Persisnya berada di Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi. Ada yang hal unik dari situ ini, karena ternyata situ ini merupakan tempat bertemunya 7 sungai, yaitu sungai Cipangelah, sungai Cikahuripan, sungai Citaman, sungai Cisalada, sungai Cisela dan sungai Cisarandi.

Dari cerita warga sekitar, kawasan situ ini pada awalnya merupakan sebuah hutan belantara, lalu salah seorang warga Belanda membendung sungai hingga akhirnya menjadi Situ Sukarame. Di kawasan ini kamu bisa menikmati fasiitas permainan yang ada, contohnya sepeda air yang dikelola oleh warga setempat dan pemerintah.

6. Situ Gunung

Situ Gunung merupakan salah satu tempat wisata di Sukabumi yang terkenal
qolbunhadi.com

Jika kamu merasa pusing akan hiruk-pikuknya suasana kota yang kamu tinggali, untuk menghilamngkannya kamu bisa mengunjung kawasan wisata yang cukup populer di Sukabumi yaitu Situ Gunung. Letak situ gunung ini berada di kaki Gung Gede Pangrango. Saat kamu berkunjung ke sini, kamu akan menikmati suasana yang akan membuat dirimu tenang, danau yang begitu indah dan dikelilingi pohon-pohon yang rindang membuat kamu akan betah lama-lama berada di kawasan ini. Selain dijadikan tempat wisata, Situ gunung juga bisa dijadikan untuk tempat kemping yang pas bersama teman-temanmu. Namun jika memang niat ingin berkemah, kamu harus lapor terlebih dahulu kepada petugas yang berjaga di pos penjagaan.

7. Arung Jeram Sungai Citarik dan Sungai Citatih

Derasanya aliran sunga citarik membuat adrenalinmu tertantang
qolbunhadi.com

Untuk yang hobi arung jaram, sepertinya Sungai Citarik dan Sungai Citatih adalah tempat yang cocok untuk menguji adrenalinmu. Arung jeram sungai citaara. Sedangkan Sungai Citarik berada di Desa Bojongkerta, Kecamatan Warungk berada di Desa Citarik, Kecamatan Pelabuhanratu.

Namun untuk kamu yang baru pertama kali melakukan arung jeram dan masih pemula, sebaiknya memilih Sungai Citarik terlebih dahulu yang mempunyai medan yang tidak terlalu sulit. Sedang, jika untuk yang sudah terbiasa melakukan arung jeram, Sungai Citatih adalah tempat yang pas untuk menguji adrenalinmu karena disini memiliki arus sungai yang cukup deras serta rute arum jeram yang lumayan panjang dan lebar.

Demikian ulasan singkat mengenai beberapa tempat wisata yang ada di Sukabumi. Sebenarnya masih banyak tempat wisata di Sukabumi yang belum disebutkan. Lain kali, kita bahas yang lainnya, oke?
Jadi, kamu mau mulih tempat wisata yang mana?

Indahnya Menyusuri Kawasan Geopark Ciletuh, Surga Yang Terpendam

Jika kamu akan mencari tempat indah untuk melepaskan penatmu. Tempat Wisata ini mungkin bisa jadi alternatif pilihanmu. Namanya adalah kawasan Geopark Ciletuh, berada di kabupaten Sukabumi. Terhampar sebuah mahakarya Tuhan dengan pemandangan yang sungguh menakjubkan. Mulai dari air terjun (curug), batuan purba, sungai, sawah, pegunungan dan hamparan lautpun ada di tempat ini. Kawasan wisata ini memang belom terlalu dikenal seperti Pelabuhan Ratu atau Ujung Genteng, karena alan menuju kawasan wisata ini bisa dibilang masih jelek. Jadi wajar belum banyak orang mengetahui keindahan kawasan ini.

Mungkin kamu bertanya, bagaimana sih rupa Geopark Ciletuh itu? Dari hasil penelitian dari beberapa ahli geologi, Geopark Ciletuh merupakan salah satu kawasan dengan batuan tertua yang ada di Pulau Jawa. Menurut kabar yang beredar, dulunya sih tempat ini adalah sebuah laut. Jika dilihat dari foto-foto yang ada di Internet, hamparan alam Geopark Ciletuh ini memang unik karena menyerupai amfiteater raksasa yang menghadap ke Samudera Hindia dengan membentuk seperti tapal kuda. Nah, mungkin kamu sekarang jadi penasaran kan.

Saya sendiri pertama kali mendengar nama Geopark Ciletuh sekitar 2 tahun yang lalu. Akan tetapi, baru pada tanggal 31 Januari 2014 bisa berkunjung ke tempat ini. Kami menggunakan One Day One Night Trip, jadi perjalanan di buat sepagi mungkin agar bisa tepat waktu menuju beberapa tempat lokasi yang kami tuju. Bahkan semenjak tengah malam, ada beberapa rombongan yang sudah stand by di Terminal Sukabumi. Pada jam 2 dini hari, rombongan langsung di jemput oleh petugas pengelola tempat wisata yaitu seorang sopir yang menggunakan mobil off road landy.

Mobil Offroad yang kami gunakan
wisata.kompasiana.com

Akhirnya kamipun berangkat menembus kegelapan malam dengan menggunakan mobil off road. Kami menggunakan rute via Cibadak yang menuju arah Pelabuhan Ratu, kemudian berbelok ke arah Simpenan, terus menembus sampai kecamatan Ciemas. Saya sendiri duduk paling depan, namun karena kamiĀ berangkat masih dalam keadaan gelap gulita, saya pun tidak terlalu mengenali jalan-jalan yang dilewati. Rute-rute di awal perjalanan memang mulus tidak terlalu banyak yang rusak, namun lama kelamaan jalan mulai rusak dan berbelok-belok. Saya yang sedang mengantuk dan mau tidur akhirnya terbangun kembali karena kondisi jalan yang rusak. Selama di perjalanan, saya menemani pak supir mengobrol seputar Geopark Ciletuh. Menurut apa yang disampaikan pak supir, kawasan wisata Geopark Ciletuh ini dikelola oleh Pemda Kabupaten Sukabumi dan PAPSI (Paguyuban Alam Pakidulan SUkabumi) di bawah binaan PT Biofarma. Kawasan ini juga ternyata tengah dikembangkan agar bisa menjadi salah satu tempat wisata di Sukabumi yang banyak menarik para wisatawan luar daerah atau bahkan luar negeri.

Di tengah kegelapan malam mobil terus melaju melewati perkebunan karet, teh dan masih banyak yang lainnya. Jika hari terang, mungkin ini akan menjadi pemandangan yang sangat mengesankan. Sekitar jam 5-an, rombongan memutuskan berhenti sebentar untuk melaksanakan shalat subuh di sebuah mushola kecil. Setelah itu, kamipun melanjutkan perjalanan. Selang setengah jam dari tempat kami menunaikan shalat, terpampang sebuah gerbang yang bertuliskan “Geopark Ciletuh”. Di pagi yang terang itu, kami mampir sebentar di Basecamp Ciletuh untuk beristirahat sejenak. Disana terdapat sekali pajangan poster yang berisi foto-foto serta tulisan mengenai Ciletuh. Tentu, ini membuat kami ingin segera mencapai kawasan itu.

Biasanya butuh waktu sekitar 3-4 hari untuk mengunjungi seluruh kawasan Geopark Ciletuh ini. Namun jika punya waktu yang terbatas, kamu sudah bisa mengunjungi beberapa tempat wisata yang bisa dijangkau cukup dengan satu hari. Salah satu contohnya seperti Curug Awang, Curug Cimarunjung, Curug Sodong, Pantai Palangpang, Panenjoan dan Puncak Drama. Setelah beristirahat, kamipun segera melanjutkan perjalanan menuju lokasi pertama yang akan dikunjungi yaitu Panenjoan. Lokasi ini memang paling dekat dengan gerbang kawasan Geopark Ciletuh. Menurut si supir, Panenjoan sendiri mempunyai arti yaitu tempat melihat. Lokasi ini berada di atas bukit, jadi dari pinggir jalanpun sudah bisa terlihat pemandangan sawah serta lembah hijau yang begitu menakjubkan. Di kejauhan kita bisa melihat Samudera Hindia yang membentang luas. Semua itu dibatasi dengan tebing-tebing yang banyak ditumbuhi dengan pepohonan hijau yang agak melengkung menghadap ke arah laut. Jika kita perhatikan dinding-dinding tebing dengan seksama dari kejauhan, terdapat garis berwarna putih, mungkin itu adalah sebuah curug. Pada waktu itu cuaca sedang mendung, kabut-kabut tipis terlihat bermunculan dari kejaugan di atas puncik bukit. Walaupun demikian, namun tetap saja sangat indah pemandangannya. Mashaa Allah, begitu indah ciptaanmu ini.

Tempat kita melihat di bukit panenjoan
wisata.kompasiana.com
Pemandangan Panenjoan dari sisi yang lainnya
wisata.kompasiana.com
Pemandangan petak sawah dilihat dari atas bukit Panenjoan
wisata.kompasiana.com

Kemudian kami menuju Curug Awang yang letaknya tidak jauh dari Panenjoan. Kami bisa sampai ke Curug Awang setelah ketika sudah melewati pemandangan sawah khas pedesaan serta jalanan berbatu. Sebenarnya dari gerbang curug pun kalau jalanpun dekat, karena dari kejauhan Curug ini sudah dapat terlihat. Curug ini berasal dari aliran Sungai Ciletuh yang membentuk suatu patahan yang membelah bukit. Jadi curug ini bukan berasal dari mata air di puncak bukit. Keunikan dari curug ini yatu dindingnya yang berbentuk seperti patahan tembok yang berwarna coklat. Selain itu, warna airnya pun agak berwarna kecoklatan karena terpengaruhi jenis tanahnya sendiri. Jadi jika ingin minum air curug, sebaiknya kamu tidak melakukannya, kecuali kalau kamu memang berani melakukannya, hehe. Di sisi curug terdapat sebuah terasering yang diatasnya terdapat batu-batu yang sangat besar. Untuk sampai ke curug itu sendiri, kamu bisa melewati jalan pintas yang terdapat pada sela-sela terasering. Namun ketika melewatinya kamu harus sangat berhati-hati karena jalannya yang licin serta kemiringannya yang mencapai 45 derajat. Curug Awang sendiri posisinya itu paling tinggi diantara dua curug lainnya yang alirannya sama-sama berasal dari Sungai Ciletuh, yakni Curug Puncak Manik dan Curug Tengah.

Pemandangan Curug Awang dilihat dari kejauhan
wisata.kompasiana.com
Pemandangan Curug Awang dilihat dari dekat
wisata.kompasiana.com
Pemandangan di sekitar curug awang
wisata.kompasiana.com

Saat itu cuaca lumayan cerah, namun itu cuman beberapa saat hingga akhirnya hujanpun turun. Waktu sudah menunjukkan jam 10 lebih, kami harus bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan menuju Curug Sodong. Saat itu jalanan yang harus dilewati semakin jelek dan menurun. Sekitar setengah jam mobil kami bergoyang mengikuti arus jalanan. Saat itu saya sempat tertidur karena kelelahan, namun itu tidak lama karena mobil kami menari dengan kerasanya mengikuti bentuk jalanan, hehe. Saat melihat ke jalanan, ternyata kami sedang melintasi jalan yang kami lihat tadi di atas Panenjoan. Dan curug yang terlihat di atas Panenjoan tadi kini terlihat lebih dekat dan jelas.

Akhirnya kami sampai di Curug Sodong. Di curug ini terdapat dua aliran yang begitu deras dan dibawahnya ada kolam yang cukup lebar. Dan di atas Curug Sodong nampak aliran curug lain yang tak lain adalah Curug Cikanteh. Sungguh pemandangan menakjubkan yang tak terlupakan.

Curug Sodong (dibawah) dan Curug Cikanteh (diatas) dilihat dari kejauhan
wisata.kompasiana.com

Karena lelah Kami memutuskan untuk istirahat sesaat di sebuah rumah warga yang dekat dengan lokasi. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke tempat terakhir yaitu Curug Cimarinjung, Pantai Palangpang dan Puncak Darma. Ketiga tempat tersebut berada dalam satu jalur sehingga memudahkan kami. Namun karena waktu yang kami punya juga terbatas, kami memutuskan untuk hanya melewati Pantai Palangpan dan lebih mengutamakan untuk berkunjung ke Puncak Darma dan Curug Cimarinjung. Setelah melewati pantai, nampak terlihat Puncak Darma dari kejauhan, begitupun dengan Curug Cimarinjung.

Akhirnya kami sampai di Curug Cimarinjung, curug ini berwarna kecoklatan dan memiliki ciri khas dua buah batu yang ada di depannya. Selain itu di soso seberangnya terdapat pohon-pohon dengan ranting yang indah. Namun sayangnya jika ingin mengambil gambar yang bagus, kamu harus berjuang ekstra keras menghindari cipratan air yang begitu deras dan bisa membasahi lensa kamera. Selain itu, berhati-hatilah jika bermain di tempat ini, karena air yang ada di sini sudah tercemar limbah air raksa akibat bekas penambangan emas.

Pantai Palangpang dilihat dari kejauhan
wisata.kompasiana.com
Curug Cimarinjung dilihat dari dekat
wisata.kompasiana.com

Setelah puas menikmati Curug Cimarunjing, kemudian perjalanan kami berlanjut menuju tempat terakhir yaitu Puncak Darma yang katanya tempat ini merupakan primadonanya Teluk Ciletuh. Sepanjang jalan, pemandangan yang terlihat tidak jauh beda dengan yang sebelumnya kami sudah lewati. Jembatan Sungai Cimarinjung yang berwarna jingga coklat kami lewati. Dari jembatan itu kami bisa melihat Curug Nyelempet dari kejauhan. Kami pun sebentar lagi akan sampai di Puncak Darma yang terkenal dengan panorama alamnya yang indah. Dan akhirnya kami sampai di Puncak Darma, ternyata memang benar pemandangannya begitu menakjubkan. Sungguh beruntung sekali kami bisa berkunjung ke tempat ini, kelelahan selama perjalananpun terbayar sudah. Sungguh perjalanan yang sangat mengesankan dan tak terlupakan.

Jembatan Cimarinjung yang sudah mulai rusak
wisata.kompasiana.com
Aliran Sungai Cimarinjung yang berwarna coklat jingga ditimpa cahaya sore
wisata.kompasiana.com
Curug Nyelempet terlihat dari jembatan cimarinjung
wisata.kompasiana.com
Pemandangan di sekitar Puncak Darma
wisata.kompasiana.com
Menun ggu Senja di Teluk Ciletuh
wisata.kompasiana.com

Semoga tulisan singkat ini tentang Geopark Ciletuh bermanfaat. Salam.

Sumber utama : wisata.kompasiana.com