Misteri Gunung Padang yang Sampai Kini Belum Terungkap

Situs Megalitikum, Gunung Padang yang berada di perbatasan antara Cianjur dan Sukabumi memiliki banyak misteri didalamnya.Ā  Menurut para ahli, diperkirakan situs ini pembuatannya lebih awal dari Candi dan Piramida. Sampai-sampai beredar rumor bahwa Situs Gunung Padang ini dibuat oleh sebuah kekuatan magis yang bisa membentuk sebuah bangunan dengan bahan batu yang tersusun rapih dan lokasinya berada di atas bukit.

Sejarah Gunung Padang

Banyak orang yang penasaran dengan hal ini, karena penemuan Situs Gunung Padang ini cukup menggemparkan dunia. Sebab, menurut beberapa ilmuwan ada yang mengatakan Gunung Padang ini terbuat sekitar 4700 SM bahkan ada yang bilang 10.000 SM, ini artinya situs Gunung Padang ini dibuat pada Zaman Es. Pada Zaman Es banyak yang mempercayai bahwa manusia pada masa itu masih primitif. Artinya, mustahil mereka pada waktu itu bisa membuat Situs Gunung Padang yang begitu menakjubkan ini

Cagar Budaya Situs gunung Padang
jadiberita.com

Di tempat lokasi wisata Cagar Budaya ini, terdapat seorang petugas yang bernama Pak Nanang. Beliau menjelaskan cerita tentang pertama kali ditemukannya Situs Gunung Padang oleh masyarakat setempat.

Masyarakat yang pertama kali menemukan Situs Gunung Padang adalah para petani yang sedang berladang. Para petani tersebut bernama Bapak Abidin, Endi dan Soma. Ketika pertama kali ditemukan, situs itu tertutup oleh lebatnya semak belukar dan pepohonan. Sehingga, jika ingin ke sana harus membawa obor. Oleh sebab itulah, maka oleh masyarakat di sana tempat itu sering di sebut Gunung Siang Padang yang berarti Siang Terang.

Misteri Gunung Padang

Menurut pernyataan Pak Nanang, Gunung padang terdir dari 5 teras. Setiap bagian teras mempunyai nama tersendiri.

  1. Pamuka Lawang (Pembuka Pintu) adalah sebutan untuk teras pertama. Teras pertama ini berada paling bawah, ditandai dengan adanya dua buah batu yang berdiri dan posisinya seperti itu.
  2. Buka Masigit adalah sebutan untuk teras kedua, di sebut Buka Masigit karena bentuk batuan-batuannya yang menyerupai masjid.
  3. Mahkota Dunya yang artinya Mahkota Dunia adalah sebutan untuk teras ke tiga.
  4. Di teras ke empat ada yang menyebut Batu kanuragan tapi ada juga yang menyebut dengan Tapak Kujang.
  5. Sedangkan, untuk teras ke lima atau yang terakhir disebut dengan Singgasana. Pada teras kelima terdapat salah satu batu Singgasana, batu itu merupakan tempat yang pernah disinggahi Prabu Siliwangi untuk menenangkan diri atau bersemedi. Di teras kelima juga ada sebuah batu yang di anggap tempat yang pernah disinggahi para wali songo.

Ada juga salah satu masyarakat sekitar yang beranggapan bahwa Situs Megalitikum Gunung Padang itu merupakan salah satu kebesaran Allah SWT. Alasannya, sisi-sisi batu Megalitikum itu berjumlah segi lima. Menurutnya, mungkin itu bisa diartikan sebagai rukun islam yang berjumlah lima. Di sisi lain, ada juga bebatuan yag mempunyai segi enam dan segi empat. Masih menurutnya, mungkin hal itu menunjukkan makna bahwa rukun iman yang berjumlah enam dan jumlah rakaat shalat yang paling banyak berjumlah empat. Selanjutnya, beliau juga memberitakuan bahwa Gunung Padang itu sejajar dengan Gunung Gede Pangrango yang posisinya itu sama-sama mengharap ke arah kiblat.

Di Situs Gunung Padang juga terdapat sebuah Goa yang sampai sekarang masih menjadi misteri. Situs Gunung Padang ini memang masih banyak menyimpan misteri, tak ayal Situs ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun Mancangara. Biasanya mereka datang ke Situs Gunung Padang ini untuk berlibur dan menjawab rasa penasaran mereka akan keberadaan Situs Gunung padang yang cukup menggemparkan dunia. Bahkan tak jarang juga banyak para peneliti dari dalam maupun luar negeri yang sengaja datang untuk melakukan penelitian.

Selain masih penuh misteri dari segi ilmiahnya karena perbedaan pendapat dan sanggahan tentang terbentuknya Gunung Padang ini pada Zaman Es, Gunung padang juga banyak menyimpan kisah mistisnya. Biasanya pada malam hari terutama malam Jumat Kliwon atau malam di bulan Maulid banyak orang yang datang ke Situs ini untuk berziarah. Mereka biasanya datang ke sana mempunyai kepentingan tertentu, ada yang minta penyembuhan, minta penasihan, minta kenaikan pangkatt dan masih banyak hal yang lainnya. Sebenarnya hal ini termasuk dalam dosa Syirik. Dosa yang tidak diampuni oleh Allah.

Lepas dari ceritas mistis dan sgela misterinya, Situs Megalitikum Gunung Padang ini merupakan kekayaan budaya yang luar biasa dimiliki bangsa Indonesia yang harus dilestarikan keberadaannya. Sudah seharusnya, kita semua turut andil menjaga kelestarian Cagar Budaya ini dengan menjaga kebersihan dan kenyamanan Situs Gunung Padang ketika kita berkunjung ke sana.

Menikmati City Light, Sunset dan Sunrise di Gunung Sunda

Kawasan Gunung Sunda ini adalah kawasan gunung batuan kuarsa, yang sangat bagus untuk menyerap air yang sangat dibutuhkan untuk keperluan warga sekitar.

Gunung Sunda sendiri mempunyai kelebihan dari segi pemandangan yang khas di kota Sukabumi, apalagi saat melihat pemandangan Sunrise dan Sunset nya sangat bagus, semua pemandangan malam di kota sukabumi akan sangat jelas jika dilihat di puncak Gunung Sunda ini. Lampu-lampu rumah dan bangunan begitu indah untuk dinikmati.

Adapun Ketinggian Gunung Sunda tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 650 sampai 700 Mdpl, jarak tempuh untuk sampai ke puncak Gunung Sunda hanya sekitar 700 meter dan bisa menghabiskan waktu sekitar 20 – 25 menit.

Lokasi Gunung Sunda Sukabumi

Gunung Sunda Sukabumi merupakan sebuah bukit yang berada di Jl. Siliwangi km.3, Ds. Padaasih, Kec. Cisaat, Kab. Sukabumi, Jawa barat. Dari alun-alun Cisaat berjarak mungkin hanya sekitar 3 KM. Perjalanan menuju Gunung Sunda ini bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi baik mobil ataupun motor. Selain itu, Gunung Sunda juga berada di kawasan jalur lingkar selatan Sukabumi Via arah Cibolang, sehingga jika anda melalu jalur itu, anda pasti bisa melihat dengan jelas letak posisi Gunung Sunda itu dari bawah.

Alat Tansportasi Menuju Gunung Sunda

Jika anda ingin mengunjungi Gunung Sunda ini, anda bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda, motor atau pun mobil. Bila belum mempunyai kendaraan pribadi, anda juga bisa menyewa jasa tansportasi seperti angkot atau ojek. Namun jika ingin memakai angkot, anda harus menyewa terlebih dahulu karena tidak ada angkot yang melewati Gunung Sunda ini. Untuk tarif angkot sendiri biasanya sekitar Rp. 5.000 per orangnya atau tergantung kesepakatan, sedangkan untuk ojeg biasanya dikenakan tarif Rp. 10.000 per orangnya.

Saat sampai di puncak Gunung Sunda, anda akan dikenakan tarif sebesar Rp 5.000 per orangnya. Sebenarnya, uang tiket ini juga dimaksudkan untuk pengembangang Gunung Sunda itu sendiri kedepannya. Sebab, pemerintah setempat belum terlalu memperhatikan tmpat wisat terpendam yang satu ini.

Pemandangan Indah Gunung Sunda

Pada awal tahun, kumpulan beberapa komunitas di Sukabumi menggelar perjalanan ke Gunung Sunda. Banyak sekali yang ikut dalam acara ini, selain untuk berkunjung ke tempat indah yang tersembunyi ini, mereka pun melakukan beberapa kegiatan di atas puncak Gunung Sunda seperti penghijauan, penanaman bibit pohon dan sebagian bahkan ada yang melakukan kemah untuk melihat indahnya Sunrise dan Sunset di puncak Gunung Sunda ini.

Berikut di bawah ini, beberapa hasil jepretan kegiatan yang dilakukan di Gunung Sunda ini pada awal tahun 2015.

dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com

perjalanan menuju Gunung Sunda.

dedisuhendra.com
dedisuhendra.com

Penanaman bibit pohon di Gunung Sunda oleh beberapa komunitas di Sukabumi. Hal ini dilakukan guna untuk semakin menjaga kelestarian Gunung Sunda dan juga agar membuat tempat ini semakin nyaman.

Seorang anak kecil sedang melakukan penanaman pohon di Gunung Sunda
dedisuhendra.com
Tak teringgalan orang dewasa pun melakukan hal yang sama melestarikan gunung sunda
dedisuhendra.com

Dari anak-anak hingga dewasa, semua bahu membahu untuk merawat dan melestarikan tempat yang indah ini.

dedisuhenra.com
dedisuhenra.com
dedisuhenra.com
dedisuhenra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com

Langit indah nan menawan puncak Gunung Sunda.

 

dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com

Pemandangan Sunsite di Gunung Sunda, sungguh menakjubkan.

dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com

Pemandangan kota Sukabumi pada malam hari dilihat dari puncak Gunung Sunda. Gemerlap lampu berkilauan sangat indah. CitiLight Sukabumi. Terkesima? šŸ˜€

dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com
dedisuhendra.com

Sunrise yang begitu indah, cahaya matahari kuning keemasan mulai muncul di dalam bayang-bayang awan yang indah.

Jalur Pendakian Gunung Salak

Sejarah Gunung Salak

Secara administratif, Gunung Salak terletak di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor. Gunung ini mempunyai beberapa puncak, diantaranya adalah puncak Salak I yang mempunyai ketinggian 2.111 mdpl. Sedangkan, yang satu lagi adalah Puncak Salak II yang mempunyai ketinggian 2.280 mdpl.

Jika orang yang belum tau banyak tentang Gunung Salak, mungkin mereka mengira bahwa nama gunung ini diambil dari buah salak, itu adalah perkiraan yang salah. Sebenarnya, nama gunung ini diambil dari bahasa Sangsakerta “Salaka” yang mempunyai perak. Gunung ini adalah gunung berapi yang masih aktif. Tahun 1938 merupakan letusan terakhir gunung ini, pada saat itu letusan berupa erupsi freatik yang terjadi di kawah Cikuluwung Putri.

Jalur Pendakian Gunung Salak

Untuk mendaki Gunung Salak, kamu bisa memilih beberapa jalur pendakian. Terdapat dua tujuan untuk mendaki, yaitu puncak I dan Puncak II. Kamu bisa mendaki lewat arah Cimelati, Cidahu dan kawah Ratu Gunung Bender untuk menuju puncak I.

Jika ingin melakukan pendakian, sebaiknya kamu melakukannya pada musim kemarau. Sebab, kalur pendakian pada musik kemarau anginnya tidak terlalu kencang, jarang ada lintah atau pacet dan medannya tidak terlalu becek.

Untuk lebih jelasnya, pendakian Gunung Salak ini bisa melalui beberapa pilihan alternatif, diantaranya Jalur Cidahu (Sukabumi), Jalur Pasir Reungit, Jalur Giri, Jaya (Curug Pilung) dan Jalur Cimelati / Kutajaya

1. Jalur Cidahu

Salah satu jalur yang cukup favorit dijadikan jalur pendakian menuju puncak Gunung Salak oleh pendaki adalah Wana Wisata Cangkuang, kecamatan Cidahu, kabupaten Sukabumi. Jika dari jakarta dan ingin menuju tempat ini, kamu bisa menggunakan bus jurusan Sukabumi atau kereta api dari stasiun Bogor menuju Sukabumi, turun di stasiun Cicurug. Kemudian disambung dengan angkutan umum jurusan Cidahu.

Dari tempat itu terdapat dua jalur pendakian, yaitu jalur utama yang menuju puncak I serta jalur baru yang menuju Kawah ratu. Tempat Wana Wisata Cangkuriang sering digunakan pendaki menuju Kawah ratu dan juga digunakan sebagai tempat perkemahan dengan pemandangan air terjun yang begitu menakjubkan. Dari jalur Wana Wisata ini pula, para pendaki bisa menuju Puncak Salak I.

Di gerbang pintu Wana Wisata Cangkuang terdapat tempat yang sangat nyaman untuk berkemah. Selain itu, terdapat juga banyak warung makanan. Jika ingin menuju puncak Gunung Salak I dari jalur ini, maka para pendaki membutuhkan waktu sekitar 8 jam perjalanan. Sedangkan, jika ingin menuju Kawah Ratu, maka para pendaki membutuhkan waktu sekitar 3-5 jam perjalanan.

Jika dari perkemahan dan akan menuku Shelter III, maka jalur yang dilewati cukup curam, basah dan lembab. Apalagi jika musim hujan tiba, jalur ini sangat curam dan licin. Namun, para pendaki cukup tertolong oleh akar-akar pohon. Di Shelter ini juga terdapat tempat yang cukup luas untuk mendirikan tenda dengan pemandangan hutan tropis yang lebat dan terdapat pula sebuah sungai yang airnya sangat jernih.

Saat memasuki Shelter IV, jalur pendakian semakin curam yang berupa tanah merah. Di sebagian lokasi, kamu akan melewati beberapa lokasi becek sedalam dengkul kaki. Di jalur ini juga, para pendaki akan melewati dua buah sungai yang mempunyai air yang sangat jernih. Jika melakukan pendakian lewat jalur ini, sebaiknya kamu mengambil air jernih yang ada di sini. Sebab, jika musim kemarau tiba, sungai ini merupakan sumber air bersih terakhir yang bisa kamu temukan.

Shelter IV adalah persimpangan jalan. Jika ingin sampai ke puncak Gunung Salak, kamu harus mengambil jalan ke arah kanan. Sedangkan jika ingin sampai ke Kawah ratu, kamu harus mengambil jalan ke arah kiri. Kamu bisa mendirikan tenda di Shelter IV ini. Sebab, memiliki dataran yang datar dan cukup luas.

Menuju Puncak Gunung Salak

Puncak Indah di Gunung Salak
theindonesiadventurer.wordpress.com

Waktu yang dibutuhkan dari Shelter III menuju Shelter IV adalah sekitar 1 jam. Dalam perjalanannya, kamu akan melewati akar-akar pohon yang tertutup tanah lunak. Jika tidak hati-hati kamu bisa terperosok dibuatnya. Dari lokasi ini, kamu bisa melihat dengan jelas Kawah Ratu. Setelah melintasi sungai kecil dan area yang sangat luas, kamu bisa berbelok ke arah kanan. Selanjutnya kamu bisa berjalan ke arah kiri mengikuti pagar-pagar kawat yang berduri.

Jalur menuju puncak ini mempunyai medan yang sangat smpit, agak licin, curam dan juga mempunyai sedikit turunan. Pada sisi kanan dan kiri jalan terdapat jurang yang curang serta dalam. Jalur ini ditutupi oleh pohon dan rumput. Saat satu jam melewati jalur ini, para pendaki akan melewati bebatuan dan akar-akar pepohonan.

Sampai di Shelter V, di jalur ini sedikit menurun kemudian kembali akan menanjak tajam. Para pendaki harus bisa memanjat tebing dengan bebatuan yang curam. Saat berhasil melewati Shelter V, maka pendaki harus menuju Shelter VI. Waktu yang dibutuhkan untuk melewati Shelter VI ini kurang lebih 1 jam. Jalur ini memiliki kondisi yang cukup curam dan sempit, sehingga saat melintasi jalur ini kamu tidak punya banyak waktu untuk beristirahat.

Di Shelter VII, para pendaki membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam untuk mendaki area punggung gunung yang semakin menanjak. Di Shelter VII ini, para pendaki akan banyak melewati akar pohon, sehingga jika angin bertiup maka para pendaki bisa ikut bergoyang karena terkena hembusan angin. Namun, jalur ini juga tidak terlalu mempunyai medan yang curam seperti jalur sebelumnya. Dari Shelter VII ini, kamu hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit untuk sampai di Gunung Salak I.

Sampailah kamu di puncak Gunung Salak I. Di puncak ini kamu akan melihat masih banyaknya pohon-pohon besar tumbuh. Tempatnya sangat luas, sehingga bisa digunakan untuk mendirikan tenda. Terdapat makam kuno di puncak ini, diantaranya makam Embah Gunung Salak yang mempunyai nama asli Raden k.H Moh. Hasan Bin Raden K.H Bahyudin Baraja Kusumah. Masih dalam kawasan puncak ini, terdapat juga makam kuno yang lain, yaitu makam Raden tubagus Yusup Maulana Bin Seh Sarip Hidayatullah. Selain makam, ada juga tempat yang cukup mistis yaitu sebuah pondok yang sering dijadikan para pejiarah untuk menginap.

Menuju Kawah Ratu

Kawah ratu yang sangat indah
anekatempatwisata.com

Dari Shelter IV, dibutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk sampai di Kawah ratu. Adapun Kawah Ratu sendiri terdiri dari 3 kawah, yaitu Kawah Hurip (Kawah hidup), Kawah Paeh (Kawah paeh) dan Kawah Ratu (Paling besar). Kawah Ratu sndiri adaah kawah aktif yang secara berkala sering mengeluarkan gas yang mengandung belerang. Ada larangan ketika mengunjungi tempat ini, yakni dilarang meminum air belerang dan dilarang mendirikan tenda.

2. Jalur Pasir Reungit

Untuk menuju puncak lewat jalan pendakian Pasir Reungit, dari stasiun Bogor kamu bisa naik angkot jurusan Bebulak. Selanjutnya dari terminal Bebulak bisa disambung dengan naik angkot jurusan Leuwiliang, kemudian turun di simpang Cibatok. Dari simpang Cibatok kamu bisa naik angkutan pedesaan ke Bumi Perkemahan Gunung Bunder atau Gunung Picung yang berhenti di Pasir Reungit.

Pada rute ini, kamu bisa menjumpai dua kawah yang berukuran kecil, yaitu Kawah Anjing dan Kawan Monyet. Jika musim hujan tiba, maka bagian tempat itu akan berubah menjadi saluran air yang alami. Terdapat perkemahan dan tiga mata air di sekitar Desa pasir Reungit. Ketiga mata air itu yaitu Curug Seribu, Curug Cigamea Satu, Curug Cigamea Dua, ketiganya bisa di lewati sebelum ke Kawah Ratu.

Masih dekat kampung Pasir Reungit, terdapat sebuah curug yang yang bernama Curug Ngumpet. Curug ini memiliki ketinggian kisaran 20 meter dan mempunyaiĀ  tumpahan air yang cukup lebar. Sedangkan Curug Cigamea mempunyai tinggi sekitar 50 meter. Nah, kalau Curug Seribu merupakan curug yang tertinggi diantara ketiga curug itu. Curug ini mempunyai tinggi sekitar 200 meter. Sehingga tumpahan airnya menyatu dan cukup besar, tak heran dari jarak yang cukup jauh pun kita sudah dapat merasakan percikan airnya yang dingin.

3. Jalur Giri Jaya (Curug Pilung)

Jaur Giri Jaya berada di Wana Wisata Curug Pilung, desa Giri Jaya, kecamatan Cidahu, kabupaten Sukabumi. Butuh waktu sekitar 5-8 jam perjalanan untuk mencapai puncak Gunung Salak jika melalui jalur pendakian ini. Kamu bisa menggunakan ojeg untuk menuju desa Giri Jaya ini. Namun jika kamu memiliki jiwa petualang, kamu bisa berjalan kaki menuju desa itu dengan waktu tempuh kurang lebih 3.5 jam – 4 jam perjalanan.

Di gerbang masuk Wana Wisata Cicurug Pilung, kamu hanya perlu berjalan kaki beberapa meter saja. Setelah itu, akan terlihat sebuah gapura pintk masuk menuju Pasareyan Eyang Santri. Setelah sampai sana, pendaki akan berjalan melalui jalan-jalan kecil rumah warga, lalu mereka akan sampai di kebun-kebun warga sekitar. Setelah 15 mnit berjalan, pendaki akan sampai di sebuah pertapaan Eyang Santri. Disini terdapat sebuah MCK yang didalamnya terdapat air yang bersih. Saat sampai MCK ini, sebaiknya para pendaki mengambil air bersih di sini sebab dari jalur air ini sampai puncak tidak ada mata air yang akan didapati lagi.

Terdapat sebuah air terjun yang indah bernama Curug Pilung di bawah pertapaan Eyang Santri. Kawasan ini juga bisa digunakan untuk berkemah. Dari tempat ini para pendaki akan melewati pohon-pohon damar, jalur yang agak miring. Jika cuaca sedang bagus, dari tempat ini bisa terlihat dengan sangat jelas Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Pohon besar dan lebat tumbuh banyak disekitar lereng-lerengnya. Selama 1 jam, kamu akan melewati jalur yang agak miring, sempit dan licin.

Setelah 3-4 jam perjalanan pendakian, kamu akan sampai di sebuah makam Pangeran Santri. Di sekitarnya terdapat sebuah pondok dan mushola. Mulai dari makam hingga puncak, jalur semakin curam dan kamu harus melewati akar dan tanah. Waktu yang dibutuhkan sekitar 2 jam untuk sampai puncak dari tempat makam tadi.

Di beberapa lokasi, kamu harus menaiki batu-batu besar yang licin dan disekitarnya adalah jurang. Selain itu, kamu harus sangat berhati-hati karena banyak akar yang tertutup lumut, bila kamu menginjak tanah maka akan terjerumus ke celah-celah akar. Biasanya di lokasi ini terdapat berbagaiĀ  jenis burung dan monyet. Kemudian para pendaki akan sampai di Shelter VII, yakni pertemuan jalur yang berasal dari Cangkuang. Dari Shelter VII untuk sampai puncak hanya membutuhkan waktu kira-kira 10 menit lagi.

4. Jalur Cimelati atau Kutajaya

Jalur Cimelati atau Kutajaya merupakan jalur pendakian menuju puncak gunung Salak yang paling pendek dan cepat. Akan tetapi, di sepanjang jalur ini kamu akan sulit menemukan sumber mata air yang bersih, sehingga harus mempersiapkan air bersih sejak dari awal pendakian.

Untuk menuju Cimelati atau Kutajaya, jika dari Bogor para pendaki dapat naik jurusan Bogor – Sukabumi dan turun di daerah Cimelati atau Cicurug. Cicurug merupakan salah satu kecamatan yang ada di kabupaten Sukabumi. Kamu bisa menyiapkan segala perlengkapan yang harus dibawa di sini, sebab di Cicurug terdapat sebuah pasar. Dari pasar Cicurug yang juga dijadikan terminal, kamu bisa naik ojeg atau menyewa mobil menuju Cimelati atau Kutajaya. kendaraan umum yang ada di sini hanya terdapat di pagi hari, itupun jumlahnya sangat minim.

Perjalanaan pendakian ini dimulai dari desa Kutajaya dengan melewati kebun pertanian serta ladang warga setempat, karena banyaknya jalan yang berjabang alangkah baiknya kamu melakukan perjalanan pada siang hari agar memudahkan perjalanan.

Jika di perjalanan sulit menemukan jalur, kamu bisa mengikuti arah air terjun. Di setiap pos terdapat tanda-tanda yang jelas, akan tetapi sangat jarang tanda-tanda penunjuk arah yang bisa kita dapati untuk menuju puncak. Selain itu, disepanjang jalur ini kamu tidak bisa membuka tenda, sebab tidak adanya lokasi yang datar dan cukup luas. Namun jangan khawatir, di beberapa pos terdapat lokasi yang cukup untuk mendirikan satu sampai dua buah tenda ukuran kecil. Itulah sebabnya, jalur ini jarang dilewati pendaki hingga kadangkala tertutup daun dan rerumputan.

Sesudah menyusuri ladang pertanian warga sekitar, selanjutnya pendaki akan melintasi hutan yang cukup lebat tetapi tidak begitu lembab. Kemudian para pendaki akan menjumpai pertigaan dari kutajaya, air terjun yang menuju puncak. Saat berjalan beberapa ratus meter menuju arah puncak, maka akan ditemui pos 3. Setelah melewati pos 3 maka pendaki akan melewati jalur yang terus menanjak dan melewati hutan-hutan yang lumayan lebat. Saat sampai di pos 4, pendaki akan menemukan jalan bercabang lagi. Di tempat ini terdapat sebuah pipa saluran air, namun jangan sampai kamu mngikuti pipa saluran air itu, baik yang ke kiri (atas) maupun yang ke kanan (bawah).

Saat kamu dapat melewati pos 4, maka jalur yang dilewati akan terlihat cukup jelas dan sudah tidak banyak percabangan lagi di sepanjang jalurnya. Untuk menuju pos 5, kamu membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Di pos 5, jalur akan semakin menanjak serta melewati hutan lebat dan akar-akar pohon. Di sepanjang jalur Cimelati atau Kutajaya ini, para pendaki mungkin hanya akan menikmati pemandagngan monoton yaitu berupa hutan yang lebat. Akan tetapi, pendaki juga sesekali biasanya melihat hewan-hewan sprti berbagai macam jenis burung, atau juga mungkin berpapasan atau melihat serombongan monyet yang melintasi jalur ini juga.

Dari pos 5 jika ingin sampai ke pos 6 dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan. Di sini kamu bisa mendirikan sebuah tenda karena terdapat tanah datar yang cukup luas. Pos 6 ini merupakan pos terakhir, dibutuhkan waktu sekitar 1 jam lagi untuk sampai puncak Gunung Salak I dari pos 6. Puncak Gunung Salak sendiri mempunyai ketinggian sekitar 2.211 mdpl.

Indahnya Menjelajah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Taman Nasional Gunung Gede (TNGGP) merupakan wisata alam yang terdapat di daerah Cianjur dan Sukabumi. Taman nasional ini diresmikan pada tahun 1980 pada era zaman orde baru. Banyak wisata alam yang terdapat di Gunung Gede Pangrango, diantaranya Bumi Perkemahan Mandalawangi, Curug Cibereum, dan masih banyak lagi yang lainnya. Taman nasional ini memiliki luas 21.975 hektare dan kawasan ini juga ditutupi oleh hutan hujan tropis pegunungan, sehingga mempunyai peranan sangat penting dalam hal sejarah konservasi di Indonesia.

Hal Menarik di Gunung Gede Pangrango

 

Gunung Gede {angrangi dilihat diatas puncak
wisatacibodas.com

Di kawasan Gunung Gede Pangrango terdapat berbagai jenis tumbuhan dengan banyak sekali spesies unik didalamnya. Mulai dari “si pemburu serangga” atau yang biasa disebut kantong semar (Nephentes spp), “si pohon raksasa” Rasamala, serta berbagai jenis anggrek hutan. Dan yang lebih mengejutkan lagi, di sini pula terdapat beberapa jenis tumbuhan yang sama sekali belum dikenal nama ilmiahnya, contohnya sebuah jamur yang bercahaya.

Selain tumbuhan, di sini juga menjadi habitat berbagai hewan liar. Contohnya anjing hutan, kepik raksasa, kijang, macan tutul, pelanduk, sigug dan masih banyak yang lainnya. Lebih dari 250 jenis burung dan 100 jenis mamalia tersebar di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Di sini juga adalah habitat Elang Jawa, Owa Jawa, Lutung dan Surili yang sudah kita ketahui semua populasinya hampir mendekati punah.

Keindahan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Sudah pasti bagi seorang pendaki, keindahan dan panorama alam merupakan daya tarik tersendiri bagi dia untuk mendaki suatu gunung, tak terkecuali juga dengan Gunung Gede pangrango. Banyak sekali tempat yang indah dan menakjubkan yang terdapat di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini. Sulit untuk dituliskan dengan kata-kata, lebih bagusnya kamu mengunjungi sendiri dan rasakan sensasi keindahannya.

Air Terjun Cibereum

Curug di Sukabumi yang wajib kamu kunjungi
ilmupendakigunung.blogspot.com

Air terjun ini berada di kaki Gunung Gede Pangrango. Berjarak sekitar 3,5 km dari Selabintana, nama tempat wisata yang ada di Sukabumi. Di sini kamu bisa melihat curug atau air terjun yang sangat indah dan mempunyai air yang sangat jernih. Banyak orang yang sudah mengetahui akan keberadaan Curug Cibereum ini, namun karena jaraknya yang lumayan jauh dan medan yang harus di tempuh ituĀ tidak mudah, jadi dijamin keasriannya masih sangat terjaga. Saat memasuki kawasan ini, kamu akan dikenai biaya 3.000 oleh petugas yang berjaga.

Karena jaraknya yang cukup jauh, terdapat pula beberapa penginapan yang ada di sekitar Curug Cibereum, sebut saja di gerbang TNGGP Resort Selabintana, lokasi kedua berada 500 meter dari gerbang TNGGP dan lokasi ketiga dan keempat itu berada 800 meter dari gerbang TNGPP dan sangat berdekatan langsung dengan hutan rimba.

Telaga Biru

Telaga atau Danau Biru Gunung Gede Pangrango
nrmnews.com

Telaga biru merupakan kawasan wisata yang berada di jalur pendakian puncak Gunung Gede Pangrango dan masih berada di dalam kawasan Taman Nasional gunung Gede Pangrango. Posisinya berada tidak jauh dari gerbang Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, mungkin berjarak sekitar 1,5 km. Nah, perjalanan menuju kawasan ini juga searah dengan air terjun atau curug Cibereum.

Alun-alun Surya Kencana Gunung Gede Pangrango

Alun-alun Suryakencana Gunung Gede Pangrango
bandung.panduanwisata.id
Bunga Edelweiss di Gunung Gede Pangrango
dedeanggriawan.blogspot.com

JIka kamu penggemar bunga edelweiss, maka Alun-alun Suryakencana adalah salah satu tempat terbaik untuk bisa melihat bunga ini tumbuh dengan indahnya. Alun-alun Surya Kencana bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 4-5 jam yang masuknya itu melalui jalur Gunung Putri. Para pendaki Gunung Gede sering mengunjungi tempat ini untuk beristirahat dan mengambil foto di tempat ini. Di sini pun disediakan untuk untuk berkemah bagi para pendaki yang ingin beristirahat sejenak.

Jika jalur pendakian dari Cibodas, kamu akan merasakan sensasi yang tak jauh beda ketika melewati Curug Cibereum karena jalannya yang memang sama. Kemudian kamu akan melewati jalur pendakian dengan pemandangan hutan tropis yang sangat menakjubkan. Di sana pula terdapat sebuah sumber mata air panas yang sering digunakan untuk keperluan istirahat para pendaki.

Kandang Badak di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
superduperlebay.wordpress.com

Kemudian ada juga nih Kandang Badak yang merupakan persimpangan antara Gunung Pangrango dengan Gunung Gede. Saat sampai di Kandang Badak, kamu bisa memiilih pendakian mana yang akan kamu lakukan terlebih dahulu. Selanjutnya kamu akan melalui tanjakan rante yang mempunyai kemiringan hampir 180 derajat. Namun tenang saja, saat melewati itu sudah disiapkan pancang tali untuk membantu kamu.

wisatacibodas.com
wisatacibodas.com

Mendekati puncak Gunung Gede, pepohonan yang dulu begitu tinggi dan besar kini semakin pendek dengan berbagai spesiesnya yang unik. Dan begitu sampai puncak, kamu akan disuguhkan dengan panorama alam yang begitu indah memanjakan mata. Namun jika kamu ingin sampai ke puncak kawah, kamu harus berjalan beberapa kilometer lagi dimana disebelah kanan dan kirinya terdapat tebing yang cukup curam.

Jika cuaca sedang bagus, kamu bisa berkemah di puncak gunung Gede yang menghadap langsung ke arah kawah. Di jamin kamu akan mendapakan sensasi yang tak terlupakan. Akan tetapi kalau cuaca sedang buruk, sebaiknya kamu berkemah di Alun-alun Suryakencana yang tempatnya cukup aman da berada disisi lain tebing Gunung Gede.

Terakhir, panorama yang tidak kalah menakjubkannya adalah kamu bisa menikmati sunrise yang begitu indah.

Sunrise Gunung Gede Pangrango yang begitu menakjubkan.
google.com

Jadi, kapan kamu akan berencana berjelajah di Taman nasional Gunung Gede Pangrango? Semoga seru yaa šŸ˜€