Menyusuri Keindahan Tersembunyi Goa Buniayu Sukabumi

Goa Buniayu merupakan salah satu wanawisata alam yang berada di desa Kerta Angsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Wisata ini merupakah salah satu tempat wisata favorit di Sukabumi. Banyak sekali kegiatan yang dapat anda lakukan saat mengunjungi area wisata ini, diantaranya adalah camping, canyoning, caving, rappelling dan outbond. Akan tetapi yang paling dikenal oleh para wisatawan adalah caving nya.

pesonanegeriku.com

Untuk bisa sampai menuju wisata Goa Buniayi ini, jika dari pusat kota Jakarta dibutuhkan waktu sekitar 5-6 jam. Saat sudah sampai di pusat kota Sukabumi, anda harus melanjutkan perjalanan lagi sejauh kurang lebih 26 km ke arah selatan Sukabumi. Jalan yang dilalui lumayan berkelok-kelok karena melewati punggung bukit daerah selatan Sukabumi. Selama perjalanan dari gerbang masuk menuju lokasi goa, anda akan menikmati suasana alam yang begitu menyejukkan.

Indahnya Goa Buniayu

untung09.wordpress.com
untung09.wordpress.com

Goa ini mempunyai 2 area, yakni Goa Horizontal dan Goa Verikal. Area Goa Horizontal biasanya diperuntukkan untuk anak-anak. Di sini mereka masih dapat menyusuri goa karena medannya yang cukup mudah. Hal itu dapat terlihat dari adanya beberapa undak-undakan yang berbentuk tangga. Sedangkan Goa Vertikal hanya diperuntukkan untuk orang dewasa saja. Hal itu disebabkan karena medannya yang cukup berat dan berbahaya. Untuk masuk ke dalam pintu goa nya saja anda harus rappeling terlebih dahulu melewati dinding goa yang cukup curam. Kedalaman goa di area ini sekitar 30 meter dan mempunyai panjang sekitar 1,5 km. Adapun waktu yang dibutuhkan untuk menyusuri Goa Buniayu ini sekitar 4-5 jam, waktu yang cukup lama tentunya.

 

Banyak orang yang menyebut bahwa Goa Buniayu ini menyerupai botol. Penyebabnya adalah jalan masuk ke dalam goa yang cukup sempit, namun saat mulai memasuki dan berada di dalam goa, ternyata mempunyai area yang sangat luas. Saat memasuki lorong goa, anda akan disambut dengan sungai dan air terjun yang berada di bawah tanah, rangkaian indah stalakmit dan stalaktit dan masih banyak ornamen-oranmen alam lain khas goa. Sepanjang perjalanan menyusuri goa, anda akan melihat ornamen-ornamen itu sampai akhirnya anda keluar dari sisi goa yang lain.

Saat menyusuri Goa Buniayu, anda akan dilengkapi peralatan caving yang terdiri dari wear pack anti air, sepatu bot anti licin, lampu penerangan, sarung tangan dan helm. Selain itu, anda juga mungkin harus mempersiapkan beberapa peralatan lain seperti headlamp, karabiner, dynamic/statistic rope dan steel ladder.

Anda akan mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan saat menjelajahi goa ini. Ada bagian dimana anda akan dituntut untuk melewati jalanan yang berkelok-kelok, melompati bebatuan yang berlumpur, menerobos lorong-lorong yang sempit dan merayap di dinding goa yang beralaskan jurang di bawahnya. Masing-masing bagian tentu akan memberikan rasa tersendiri yang sangat mengesankan. Selain itu, anda bisa menikmati keindahan sungai, danau dan air terjun yang berada di dalam goa. Tentunya keindahan-keindahan ini akan semakin membuat anda tak bisa melupakan pengalaman caving di Goa Buniayu ini.

Dengan melakukan caving di Goa Buniayu, tentunya akan membuat anda bersyukur karena bisa menikmati kebesaran Tuhan yang begitu indahnya. Di saat anda tidak bisa menikmati cahaya, berada dalam kegelapan di perut bumi, disanalah anda akan merasakan kebesaran Tuhan.

Air Terjun Bibijilan

paketwisatamurah.co.id

Setelah menikmati keindahan Goa buniayu, anda bisa meneruskan perjalanan menuju Curug atau Air Terjun Bibijilan. Di Curug ini anda bisa membersihkan badan dari lumpur yang didapat saat menyusuri goa. Selain itu, anda juga bisa merasakan serunya bermain water rapelling.

Keindahan menjelajah perut bumi dan Kenikmatan bermain water raffling semua itu bisa anda dapatkan di kawasan wisata Goa Buniayu Sukabumi. Untuk menikmati sensasi wisata ini, anda harus mengeluarkan uang sekitar Rp. 250.000 – Rp. 350.000. Agar bisa lebih murah lagi, sebaiknya anda membawa rombongan yang banyak. Selamat berpetualang. 🙂

Curug Sawer Sukabumi, Wisata Alam yang Menyejukkan Jiwa

Jika anda mempunyai rencana berlibur bersama keluarga untuk melepas penat setelah seminggu padat dengan aktifitas, cobalah berlibur menuju Curug Sawer. Di sini anda dapat menikmati sejuknya udara khas pegunungan serta segarnya air terjun yang sangat dingin tentunya.

Curug Sawer merupakan salah satu tempat wisata air terjun yang berada di desa Sukamaju, kecamatan Kadudampit, kabupaten Sukabumi. Tempat wisata ini juga menjadi salah satu wisata alam favorit warga Sukabumi. Letaknya masih berdekatan dengan Situ gunung dan masih berada di kaki Gunung Gede Pangrango. Adapun ketinggian curug ini kurang lebih 25 – 30 meter.

kalau dilihat dari namanya, tempat wisata alam yang satu ini memang unik. Nama Curug Sawer sendiri didapat karena besarnya percikan curug yang jatuh ke bawah dan kerap kali membuat percikan (sawer) yang keras. Oleh sebab itu, walaupun anda berada jauh dari air terjun ini, tubuh anda akan tetap basah terkena percikan air terjun tersebut. Dari sinilah nama Curug Sawer itu muncul. Di kawasan wisata ini pula anda dapat menemukan beberapa anak sungai yang oleh pengunjung biasanya digunakan untuk mandi. Air di curug ini sangat dingin, maka kalau anda tidak kuat terhadap kedinginan sebaiknya jangan mandi di curug ini, hehe.

Rute Menuju Curug Sawer

panjirelawan.deviantart.com
panjirelawan.deviantart.com

Dari pusat kota Sukabumi, Curug Sawer berjarak sekitar 16 km. Adapaun keadaan jalan menuju kawasan wisata Curug Sawer ini cukup bagus sehingga bisa dilalui oleh kendaraan roda hingga roda enamn, Pintu awal masuk menuju kawasan wisata ini terletak di samping kantor polisi Cisaat yang berada di Jl. Cisaat.

Jika dari terminal Sukabumi, anda terlebih dahulu bisa naik angkot 08 berwarna hijau jurusan Sukabumi – Cisaat. Kemudian nanti turun di depan alun-alun Cisaat. Selanjutnya anda tinggal menyebrang lalu jalan ke arah pangkalan angkot Kadudampit berwarna merah yang tak jauh dari alun-alun Cisaat. Hal yang harus anda tau, para supir angkot Kadudampit ini tidak mengantar anda sampai ke gerbang masuk lokasi wisata Curug Sawer. Kalau ingin langsung sampai, anda harus membayar lebih kepada supir angkotnya.

Untuk menuju Curug Sawer, ada dua jalur (Jalan Kaki) yang bisa kamu coba. Yakni dari perkemahan Cinumpang dan perkemahan Situ Gunung. Jika ingin memacu adrenalin, anda bisa mengambil jalur pemberangkatan dari perkemahan Situ Gunung dan pulang lewat perkemahan Cinumpang. Jalur perkemahan Situ Gunung lumayan berat karena anda harus naik turun melewati jalan setapak yang berada di pinggir jurang. Sedangkan jika anda melalui jalur perkemahan Cinumpang, medan yang dilalui cukup mudah.

Bagi para wisatawan, kebanyakan mereka memilih jalur kedua yaitu lewat jalur perkemahan Cinumpang. Karena lewat jalur ini relatif lebih dekat dan mudah tak seperti jalur perkemahan Situ Gunung yang berat. Jalur ini dimulai dari sebuah gerbang pintu masuk yang di mana di sana akan dijumpai persimpangan jalan bercabang dua. Jika mengambil jalan lurus anda akan menuju area perkemahan Cinumpang. Sedangkan jika ke arah kanan maka anda akan menuju perkemahan Situ Gunung. Untuk menuju ke arah sana, anda bisa berjalan kaki, menyewa ojek atau membawa kendaraan pribadi. Adapun dari gerbang masuk menuju area perkemahan kurang lebih 1 km. Setibanya di area perkemahan Cinumpang, anda bisa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak sejauh kurang lebih 1 km menuju Curug Sawer.

Tiket dan Parkir

lisa-marcelaskytwo.blogspot.com
lisa-marcelaskytwo.blogspot.com

Harga tiket masuk menuju Curug Sawer dan parkirnya melalui area perkemahan Cinumpang adalah Rp. 3.000 per orang. Sedangkan jika anda ingin camping di area ini harus membayar Rp. 5.000 per hari. Di kawasan wisata Curug Sawer juga terdapat beberapa fasilitas seperti warung makan, mushola, toilet dan pusat informasi.

Demikian beberapa uraian singkat mengenai kawasan wisata Curug Sawer Sukabumi. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, khususnya bagi anda yang ingin merasakan panorama alam yang menyejukkan ini.

Serunya Menantang Adrenalin Arung Jeram di Sungai Citarik

Pernah melakukan kegiatan Rafting? Ya, olahraga yang satu ini terbilang olahraga air yang cukup ekstrim. Walaupun ekstrim, namun tentu anda akan mendapatkan sesnasi yang luar biasa dan tak terlupakan setelah melakukannya.

Dalam olahraga ini, anda akan mengurangi derasnya arus sungai bersama team dengan menggunakan perahu karet dan dayung tangan. Saat mulai mengarungi derasnya arus sungai, anda akan merasakan betapa asyik dan serunya olahraga ini, adrenalin anda semakin dipacu mengalahkan ganasnya arus sungai. Pasti anda akan berteriak karena terjangan air sungai yang menghantam perahu anda. Terlebih lagi jika hantamannya sangat keras, maka bisa dipastikan perahu karet hilang keseimbangan dan bisa-bisa sampai terbalik, hehe.

Bukan hanya itu, dalam olahraga rafting ini anda juga bisa menikmati keindahan alam yang Allah ciptakan dan belum tentu bisa ditemui di kota-kota besar. Sambil mendayung perahu karet anda bisa menikmati sejuknya alam pedesaan yang masih alami dan asri. Di sepanjang sungai anda akan melihat banyaknya pepohonan yang terdapat di kanan dan kiri sungai.Intinya semua pemandangan indah itu bisa anda sakikan seambil menikmati derasnya aliran sungai. Bukankah itu sangat menyenangkan?

Arung Jeram Sungai Citarik

myhotelmyresort.com
myhotelmyresort.com

Nah, salah satu tempat favorit rafting yang ada di Jawa barat adalah di Sungai Citarik yang terdapat di Cikidang, kabupaten Sukabumi. Aliran arus Sungai Citarik ini sangat cocok dan disukai para pemain rafting. Selain itu, pemandangannya pun sangat indah. Hal inilah yang membuat arum jeram Sungai Citarik disukai banyak orang dan termasuk dalam daftar tempat wisata di Sukabumi yang terkenal.

Sungai Citarik mempunyai panjang sekitar 44 km yang aliran sungainya itu bermuara di Pantai Pelabuhan Ratu. Aliran sungai ini cukup deras dengan tipe yang berbatu sehingga bisa membentuk arus air yang sangat cocok untuk dijadikan tempat rafting.

Menurut seorang Guide yang bekerja di sana, Arum Jeram Sungai Citarik ini hampir pasti dikenal oleh seluruh kalangan yang suka berpetualang khususnya anak pecinta alam. Sungai Citarik mempunyai karakteristik dengan sungai yang mempunyai puluhan jeram yang terbagi dalam enam kelas. Kelas-kelas itu adalah class VI (Extreme), class v (Expert), class IV (Advance), class III (Intermediate), class II (Novice) dan class I (Easy).

Perjalanan Menuju Arum Jeram Sungai Citarik

Untuk menuju objek wisata Arus Jeram Sungai Citarik, anda bisa melalui beberapa jalan di kota besar seperti Jakarta, Bogor dan Bandung.

Bila anda dari Jakarta, anda bisa melalui tol JAGORAWI, kemudian keluar melalui pintu tol Ciawi. Setelah itu anda akan memasuki jalan raya Sukabumi. Di jalan raya Sukabumi ini, pastikan anda terus lurus mengikuti arah jalan. Jika anda benar arah jalannya, maka anda akan melewati Lido Akses Resort dan Pabrik Aqua. Jika telah melewati kedua tempat itu, maka anda akan melewati SPBU Parung Kuda yang letaknya disebelah kanan jalan. Di sebelah kiri jalan terdapat Restoran Bambu Kuning. Tidak jauh dari restoran tersebut akan terlihat sebuah tanda bertuliskan ‘Arus Liar’ yang sangat besar. Nah disanalah jalan menuju Arung Jeram Sungai Citarik.

dimasadityo.wordpress.com
dimasadityo.wordpress.com

Selain itu anda juga bisa melalui jalur pertigaan cibadak. kalau dari arah jakarta anda tinggal berbelok saja ke arah kanan dan terus berjalan lurus sejauh 20 km. Anda tidak usah kebingungan karena disepanjang perjalanan banyak petunjuk untuk menuju lokasi Arum Jeram Sungai Citarik ini. Adapun lama perjalanan dari Jakarta menuju lokasi Arum Jeram Sungai Citarik kurang lebih 3-4 jam perjalanan, tergantung titik kemacetan yang biasanya terjadi disekitar Cicurug atau pasar ciawi.

Sepanjang perjalanan menuju Sungai Citarik, anda akan melewati jalan yang berliku-liku, Akan tetapi, disepanjang perjalanan pun anda akan melihat banyak sekali pohon jati dan pohon kelapa sawit yang terawat dan berjajar rapi.

 

Ada tiga perusahaan operator yang mengelola wahana Arung Jeram Sungai Citarik ini. Ketiga operator tersebut adalah ‘Caldera’, ‘Selaras – Kaki’ dan ‘Arus Liar’. Terserah anda mau pilih yang mana karena hampir semua operator menawarkan fasilitas yang sama. Semua operator pun memiliki Guide yang professional dan mempunyai peralatan safety yang aman, sehingga anda tidak perlu terlalu khawatir dan ragu melakukan olahraga ini. Jadi kapan anda akan melalukan olahrga rafting di Sungai Citarik ini? Ditunggu ceritanya ya. 😀

Pesona Keindahan Pantai Karang Hawu Sukabumi

Pantai karang Hawu mempunyai ciri utama yaitu karang dan tebingnya yang menghadap ke arah laut. Pantai ini merupakan salah satu pantai yang terkenal di Sukabumi. Banyak orang yang mendatangi pantai ini untuk menikmati pemandangan pantai yang mempesona. Terdapat banyak sekali bebatuan karang yang diterjang ombak yang cukup besar.

Sejarah Pantai Karang Hawu

bandung.panduanwisata.id
bandung.panduanwisata.id

Di sebut pantai Karang Hawu karena di area Pantai ini terdapat sebuah karang yang lumayan besar menjorok ke arah laut dan di beberapa bagiannya terdapat lubang berbentuk seperti tungku (dalan bahasa sunda disebut Hawu). Oleh karena itu, pantai ini disebut dengan Pantai karang Hawu.

Dalam cerita legenda Nyi Roro Kidul yang dipercaya oleh warga sekitar, konon salah satu tebing yang terdapat di Pantai Karang Hawu merupakan tempat dimana Nyi Roro Kidul yang merupakan putri dari Raja Prabu Siliwangi itu menceburkan dan menenggelamkan diri ke laut. Penyebabnya karena sang putri yang bernama asli Putri Lara kadita ini bermimpi dan mendapatkan sebuah petunjuk. Dalam mimpinya itu dia diberitahu jika ingin sembuh dari penyakit yang dideritanya, dia harus melompat ke arah laut dan menenggelamkan dirinya sendiri. Saat terbangun, sang putri melakukan petunjuk itu dengan menceburkan dirinya ke dalam laut. Setelah itu, akhirnya penyakit yang di derita sang putri sembuh dan wajahnya kembali cantik seperti sedia kala. Akan tetapi, sang putri tidak kembali lagi ke daratan sampai sekarang. Kini dia dijuluki Nyi Roro Kidul yang artinya Ratu Penguasa Laut Selatan.

Indahnya Pantai Karang Hawu

pasirpantai.com
pasirpantai.com

Keistimewaan yang dimiliki oleh Pantai Karang Hawu ini diantaranya memiliki panorama alam yang sangat indah, hamparan pasir yang luas dan lembut, udara sejuk dan masih banyak lagi yang lainnya. Ketika mengunjungi pantai ini, anda bisa melakukan beberapa aktifitas diantaranya berenang, surfing, memancing atau sekedar duduk santai dipinggiran pantai sembari menikmati udara segar dan sejuk khas pantai. Selain itu, anda juga dapat dengan leluasa melihat keindahan karang-karang yang menghadap ke arah lau itu, dimana salah satu cekungan karangnya terdapat genangan air yang jernih.

Pantai Karang Hawu juga masih kental dengan aroma mistis. Beberapa wisatawan yang mengunjungi pantai ini percaya bahwa ketika airnya dipakai untuk mandi atau membasuh muka, maka akan ada keberkahan yang dia dapat. Bahkan ada sebagian para pengunjung yang sengaja memasukkan air pantai itu ke dalam botol untuk dibawa pulang. Pegunungan Rahayu dan Pegunungan Winarum adalah dua pegunungan yang dapat dinikmati di Pantai karang Hawu ini. Jika ingin menuju puncak pegunungan itu, anda harus berjalan kaki melalui jalan setapak. Namun tenang saja, selama perjalanan anda bisa menikmati indahnya suasana Pantai Karang Hawu dari ketinggian.

Fasilitas

Di area wisata Pantai Karang Hawu ini terdapat beberapa fasilitas seperti penginapan, warung makan, mini market, mushola, kamar mandi, tempat penyewaan peralatan surfing, area parkir, souvenir cindera mata dan masih banyak lagi yang lainnya.

Rute Menuju Pantai Karang Hawu

Pantai karang Hawu terdapat di kecamatan Cisolok, kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Untuk menuju pantai ini, anda harus memakai kendaraan pribadi karena jarang sekali angkutan umum yang melewati pantai ini. Kalaupun ada, mungkin anda harus menunggu dulu dengan waktu yang cukup lama. Dari pusat Pelabuhan Ratu, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai pantai ini.

Yuk Berlibur ke Kawasan Wisata Selabintana yang Indah dan Mempesona

Salah satu tempat wisata di Sukabumi yang paling favorit adalah kawasan wisata Selabintana. Tempat wisata ini berada di kaki Gunung Gede Panrango, sehingga mempunyai udara yang sangat sejuk dan segar. Kawasan wisata Selabintana mempunyai luas kurang lebih 500 meter persegi dan dari pusat kota Sukabumi mempunyai jarak sekitar 7 km.

Saat berkunjung ke sana, anda akan disuguhkan pemandangan alam yang memanjakkan mata. Mulai dari tinggingya pepohonan yang rindang, hamparan rumput yang hijau nan asri dan anda bisa langsung melihat pemandangan Gunung Gede Pangrango dengan jelas. Tak ketinggalan juga hamparan kebun teh yang bisa anda telusuri serta terdapat kolam renang yang tentu airnya sangat menyegarkan. Semua itu ada di kawasan wisata Selabintana.

Kawasan wisata Selabintana sangat cocok sebagai tujuan wisata bagi anda dan keluarga karena tempatnya yang sangat nyaman. Biasanya jika akhir pekan atau hari libur tiba banyak wisatawan yang datang bersama keluarga berkunjung ke Selabintana untuk melepas penat dan mengisi waktu liburnya. Hampir seluruh penjuru kawasan Selabintana ramai di isi oleh para wisatawan. Jadi jika ingin lebih tenang suasananya, disarankan untuk mengunjungi Selabintana pada hari kerja.

Selain para keluarga yang sering berlibur ke Selabintana, banyak juga komunitas-komunitas yang sering membuat acara di Selabintana seperti Gathering, Reuni, Arisan dan lain-lain. Karena mempunyai lapangan rumput hijau yang cukup luas dan suasana yang sejuk, menjadikan kawasan ini selalu jadi pilihan utama bagi para komunitas mengadakan acara di kawasan wisata Selabintana ini.

Rute Perjalanan Menuju Selabinbtana

flickr.com
flickr.com

Jika dari Jakarta

JIka anda dari Jakarta dan ingin berkunjung ke Selabintana, maka ada beberapa pilihan alternatif yang bisa anda coba untuk sampai ke Selabintana, yaitu dengan Kendaraan Pribadi atau dengan Angkutan Transportasi.

1. Kendaraan Pribadi

Dari Jakarta bisa menyusuri jalan tol JAGORAWI dan keluar dari pintu tol Ciawi. Setelah keluar dari Ciawi, kemudian telusurilah jalan raya nasional Bogor – Sukabumi. Waktu yang dibutuhkan dari Bogor ke Sukabumi kurang lebih 2-3 jam. Setelah sampai di Perempatan Lapang Merdeka, anda sudah memasuki area kota Sukabumi. Kemudian anda mengambil jalan ke utara arah Selabintana . Anda hanya perlu lurus saja dan ikuti jalan sampai nanti bertemu kawasan wisata Selabintana. Jika dihitung, total perjalanan dari Jakarta menuju Selabintana Sukabumi sekitar 5-6 jam.

2. Angkutan Transportasi

Terdapat beberapa alternatif jika anda ingin menuju Situ Gunung menggunakan Angkutan Transportasi. Antara lain memakai Kereta atau Bus.

Jika menggunakan kereta dari Jakarta, anda bisa terlebih dahulu bisa menuju stasiun Bogor. Kemudian anda beralih menuju stasiun Paledang yang tak jauh berada dari stasiun Bogor untuk menaiki kereta jurusan Bogor – Sukabumi. Jika sudah naik kereta, nanti bisa turun di Stasiun Sukabumi. Perjalanan dari Bogor ke Sukabumi menggunakan kereta kurang lebih 2 jam. Kemudian jika sudah sampai di stasiun Sukabumi, anda bisa meneruskan perjalanan dengan naik angkot yang berwarna merah jurusan Sukabumi – Selabintana. Setelah menaiki angkot jurusan Sukabumi – Selabintana, maka angkot akan berakhir di kawasan wisata Selabintana. Tarif kereta jurusan Bogor – Sukabumi yaitu sebesar Rp. 50.000 untuk kelas bisnis dan Rp. 25.000 untuk kelas ekonomi. Sedangkan jika tarif angkot itudibuat kesepakatan terlebih dahulu berapa tarifnya, namun biasanya sih sekitar Rp. 10.000 sampai di Selabintana.

Akan tetapi jika menggunakan bus dari Jakarta, anda bisa naik bus jurusan Jakarta – Sukabumi yang terdapat di beberapa terminal di Jakarta. Saat sampai di Sukabumi, nanti anda turun di terminal Sukabumi. Kemudian perjalanan dilanjut menggunakan angkot jurusan Bhayangkara. Turun di Simpang Dago Sukabumi. Selanjutnya, dilanjut menaiki angkot jurusaan Selabintana – Sukabumi. Angkot jurusan Sukabumi – Selabintana tidak beroperasi 24 jam, mereka beroperasi hanya sampai jam 9 – 10 malam.

Jika dari Bandung

JIka anda dari Bandung dan ingin berkunjung ke Selabintana, maka ada beberapa pilihan alternatif yang bisa anda coba untuk sampai ke Selabintana, yaitu dengan Kendaraan Pribadi atau dengan Angkutan Transportasi.

1. Kendaraan Pribadi

Dari Bandung anda bisa menyusuri jalan nasional Bandung – Cianjur – Sukabumi. Waktu yang dibutuhkan dari Bandung menuju Sukabumi kurang lebih 3 – 4 jam. Setelah sampai di pertigaan Toserba Selamet Sukabumi, kemudian anda mengambil jalan ke arah utara menuju Selabintana. Anda hanya perlu lurus saja dan ikuti jalan sampai nanti bertemu kawasan Selabintana. Jika dihitung, total perjalanan dari Bandung menuju Selabintana Sukabumi kurang lebih 4-5 jam.

2. Angkutan Transportasi

Jika menggunakan bus dari Bandung, anda bisa naik bus jurusan Bandung – Sukabumi yang terdapat di terminal Leuwi Panjang, Bandung. Saat sudah memasuki area kota Sukabumi, nanti anda turun di pertigaan Toserba Selamat Sukabumi. Dilanjut dengan naik angkot warna merah jurusan Sukabumi – Selabintana. Jangan dulu turun sampai angkot benar-benar berhenti di kawasan wisata Selabinta. Kalau dihitung, perjalanan dari Bandung menuju Situ Gunung Sukabumi kurang lebih 5-6 jam.

Fasilitas

hotelselabintana.com
hotelselabintana.com

Di kawasan wisata Selabintana sendiri mempunyai banyak fasilitas yang akan membuat anda puas selama berlibur di sana. Fasilitas-fasilitas itu diantaranya Outbond, Kolam renang, Penginapan, Mushola, dan masih banyak lagi yang lainnya. Adapun tiket harga masuk kawasa wisata Selabintana itu sebesar Rp. 5.000 untuk Individu. Untuk motor Rp. 13.000. Untuk Sedan Rp. 32.000. Untuk minibus Rp. 38.000. untuk Mikrobus Rp. 190.000 dan untuk bis rp. 290.000.

Inilah Tempat Makan Enak dan Wisata Kuliner di Sukabumi

Jika anda sedang berlibur bersama keluarga atau sahabat di Sukabumi menikmati tempat wisata di Sukabumi, tak lengkap rasanya bila belum berkunjung ke tempat makanan enak dan mencicipi wisata kuliner Sukabumi.

Ada banyak tempat makan di Sukabumi yang selalu ramai, namun dari sekian banyak itu, ada beberapa tempat makan dan wisata kuliner yang selalu ramai setiap saat dan sudah sangat terkenal di Sukabumi.

Berikut tmpat makan dan wisata kuliner yang enak dan terkenal di Sukabumi.

1. Bubur Ayam Bunut

semuaadadisini.web.id
semuaadadisini.web.id

Bubur ayam Bunut letaknya berada di depan Lapang Merdeka kota Sukabumi. Letaknya yang strategisa karena berada di pusat kota dan dalam keramaian membuat tempat makan ini selalu ramai didatangi para pembeli. Waktu buka dari pkl 06.00 – sore. Untuk harganya sndiri, bubur ini dipatok dengan harga Rp 10.000,-. Menjelang sore hari udara di sukabumi masih sejuk, sebab letak geografisnya yang dekat dengan Gunung Gede. Tak heran walaupun sudah sore hari, masih banyak pedagang yang menjual bubur ayam ini.

Selain di depan Lapang Merdeka Sukabumi, ada juga Bubur Ayam Bunut di Jl. Selabintana. Walaupun namanya sama, ada beberapa perbedaan antara Bubur Ayam Bunut yang di depan Lapang Merdeka Sukabumi dengan yang di Jl. selabintana. Perbedaan itu mencakup konsep, tempat serta harga. Bubur ayam Bunut yang ada di depan Lapang Merdeka itu memiliki tempat yang minimalis, konsepnya pun sederhana dan harganya terbilang masih murah. Sedangkan Bubur Ayam Bunut yang di Jln. Selabintana, di sana konsepnya seperti restoran, terlihat jauh lebih berkelas dan nyaman, apalagi ditambah fasilitas Free Wifi. Akan tetapi untuk soal rasa, banyak yang mengatakan bahwa Bubur Ayam Bunut depan Lapang Merdeka itu lebih enak rasanya dibandingkan dengan yang ada di Jln. Selabintana.

2. Mie Ayam Bento

bisnisukm.com
bisnisukm.com

Anda termasuk penggemar Mie Ayam? Kalau iya, anda harus mampir ke outlet Mie Ayam yang satu ini. Nama outletnya Mie Ayam bento, terdapat di komplek Kapitol dan berada di pusat kota. Tempatnya yang lumayan strategis membuat Mie Ayam ini selalu ramai di kunjungi para pembeli. Mie Ayam Bento buka dari pkl 11.00 – 22.00 Untuk menikmati satu mangkuk ayam ini, anda hanya perlu mereogoh kocek sebesar Rp. 10.000.

Mie ayam Bento mempunyai rasa yang sangat khas, sehingga membuat orang yang baru pertama kali mencicip Mie Ayam ini akan ketagihan karena kelezatannya. Mie Ayam semakin nikmat disantap campuran pangsit serta saos tomat, pastinya membuat anda semakin enak memakannya.

3. Mochi Kaswari Lampion

meanminnie.wordpress.com
meanminnie.wordpress.com

Siapa sih yang tidak kenal Mochi? Makanan ini sudah identik dengan oleh-oleh serta makanan khas Sukabumi. Di Sukabumi sendiri terdapat beberapa merek Mochi yang cukup terkenal, akan tetapi yang palibg terkenal adalah merek Mochi Kaswari Lampion yang berada di Jln. Bhayangkara. Mochi merk ini telah berdiri dari puluhan tahun silam dan resep rahasianya sudah turun temurun.

Ada yang unik dari strategi penjualan Mochi ini, mereka tidak membuka cabang dimanapun, sehingga jika ingin memesan mochi ini anda harus langsung datang ke outlet Mochi ini. Walaupun tidak membuka cabang, namun setiap harinya yang datang ke tempat ini untuk membeli selalu banyak dan jarang sekali sepi. Saking terkenal Mochi Kaswari Lampion ini, banyak media lokal maupun nasional yang meliput wisata kuliner ini. Tak lupa banyak artis pula yang sudah berkunjung ke tempat ini.

4. Bandros Ata

twidharyoko..wordpress.com
twidharyoko..wordpress.com

Makanan yang wajib di coba bagi para pecinta kuliner malam di Sukabumi salah satunya Bandros Ata. Selain rasanya yang sangat enak, tempatnya juga nyaman dipakai untuk nongkrong bersama sahabat anda. Bandros Ata ini berada di sebrang lalu lintas Jln. Gudang No. 4 Sukabumi. Meskipun mempunyai ukuran yang minimalis karena hanya memakai lahan trotoar sebagai tempat untuk berjualan, hal itu tidak mempengaruhi antusias para pembeli. Jam operasional Bandros Ata dimulai dari pkl. 18.00 – 23.00. Untuk harga bandrosnya sendiri terbilang murah, mulai dari Rp. 3.000 – Rp. 10.000. Meskipun harganya sangat mudah dijangkau, akan tetapi rasanya sangat enak dan renyah serta mempunyai ciri khas tersendiri.

5. Piscok Cakra

spekology.com
spekology.com

Satu lagi kuliner malam yang wajib anda coba ketika berada di Sukabumi adalah Piscok (Pisang Coklat) Cakra. Hampir tiap malamnya tempat ini selalu ramai dikunjungi para pembeli. Piscok Cakra ini berlokasi di dekat pelataran parkir Toserba Tiara Sukabumi. Untuk harganya sendiri masih sangat mudah dijangkau, yakni dimulai dari Rp. 3.000 – Rp. 20.000. Sedangkan, jam operasionalnya adalah dari pkl 18.00 – 23.00.

Misteri Gunung Padang yang Sampai Kini Belum Terungkap

Situs Megalitikum, Gunung Padang yang berada di perbatasan antara Cianjur dan Sukabumi memiliki banyak misteri didalamnya.  Menurut para ahli, diperkirakan situs ini pembuatannya lebih awal dari Candi dan Piramida. Sampai-sampai beredar rumor bahwa Situs Gunung Padang ini dibuat oleh sebuah kekuatan magis yang bisa membentuk sebuah bangunan dengan bahan batu yang tersusun rapih dan lokasinya berada di atas bukit.

Sejarah Gunung Padang

Banyak orang yang penasaran dengan hal ini, karena penemuan Situs Gunung Padang ini cukup menggemparkan dunia. Sebab, menurut beberapa ilmuwan ada yang mengatakan Gunung Padang ini terbuat sekitar 4700 SM bahkan ada yang bilang 10.000 SM, ini artinya situs Gunung Padang ini dibuat pada Zaman Es. Pada Zaman Es banyak yang mempercayai bahwa manusia pada masa itu masih primitif. Artinya, mustahil mereka pada waktu itu bisa membuat Situs Gunung Padang yang begitu menakjubkan ini

Cagar Budaya Situs gunung Padang
jadiberita.com

Di tempat lokasi wisata Cagar Budaya ini, terdapat seorang petugas yang bernama Pak Nanang. Beliau menjelaskan cerita tentang pertama kali ditemukannya Situs Gunung Padang oleh masyarakat setempat.

Masyarakat yang pertama kali menemukan Situs Gunung Padang adalah para petani yang sedang berladang. Para petani tersebut bernama Bapak Abidin, Endi dan Soma. Ketika pertama kali ditemukan, situs itu tertutup oleh lebatnya semak belukar dan pepohonan. Sehingga, jika ingin ke sana harus membawa obor. Oleh sebab itulah, maka oleh masyarakat di sana tempat itu sering di sebut Gunung Siang Padang yang berarti Siang Terang.

Misteri Gunung Padang

Menurut pernyataan Pak Nanang, Gunung padang terdir dari 5 teras. Setiap bagian teras mempunyai nama tersendiri.

  1. Pamuka Lawang (Pembuka Pintu) adalah sebutan untuk teras pertama. Teras pertama ini berada paling bawah, ditandai dengan adanya dua buah batu yang berdiri dan posisinya seperti itu.
  2. Buka Masigit adalah sebutan untuk teras kedua, di sebut Buka Masigit karena bentuk batuan-batuannya yang menyerupai masjid.
  3. Mahkota Dunya yang artinya Mahkota Dunia adalah sebutan untuk teras ke tiga.
  4. Di teras ke empat ada yang menyebut Batu kanuragan tapi ada juga yang menyebut dengan Tapak Kujang.
  5. Sedangkan, untuk teras ke lima atau yang terakhir disebut dengan Singgasana. Pada teras kelima terdapat salah satu batu Singgasana, batu itu merupakan tempat yang pernah disinggahi Prabu Siliwangi untuk menenangkan diri atau bersemedi. Di teras kelima juga ada sebuah batu yang di anggap tempat yang pernah disinggahi para wali songo.

Ada juga salah satu masyarakat sekitar yang beranggapan bahwa Situs Megalitikum Gunung Padang itu merupakan salah satu kebesaran Allah SWT. Alasannya, sisi-sisi batu Megalitikum itu berjumlah segi lima. Menurutnya, mungkin itu bisa diartikan sebagai rukun islam yang berjumlah lima. Di sisi lain, ada juga bebatuan yag mempunyai segi enam dan segi empat. Masih menurutnya, mungkin hal itu menunjukkan makna bahwa rukun iman yang berjumlah enam dan jumlah rakaat shalat yang paling banyak berjumlah empat. Selanjutnya, beliau juga memberitakuan bahwa Gunung Padang itu sejajar dengan Gunung Gede Pangrango yang posisinya itu sama-sama mengharap ke arah kiblat.

Di Situs Gunung Padang juga terdapat sebuah Goa yang sampai sekarang masih menjadi misteri. Situs Gunung Padang ini memang masih banyak menyimpan misteri, tak ayal Situs ini banyak dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun Mancangara. Biasanya mereka datang ke Situs Gunung Padang ini untuk berlibur dan menjawab rasa penasaran mereka akan keberadaan Situs Gunung padang yang cukup menggemparkan dunia. Bahkan tak jarang juga banyak para peneliti dari dalam maupun luar negeri yang sengaja datang untuk melakukan penelitian.

Selain masih penuh misteri dari segi ilmiahnya karena perbedaan pendapat dan sanggahan tentang terbentuknya Gunung Padang ini pada Zaman Es, Gunung padang juga banyak menyimpan kisah mistisnya. Biasanya pada malam hari terutama malam Jumat Kliwon atau malam di bulan Maulid banyak orang yang datang ke Situs ini untuk berziarah. Mereka biasanya datang ke sana mempunyai kepentingan tertentu, ada yang minta penyembuhan, minta penasihan, minta kenaikan pangkatt dan masih banyak hal yang lainnya. Sebenarnya hal ini termasuk dalam dosa Syirik. Dosa yang tidak diampuni oleh Allah.

Lepas dari ceritas mistis dan sgela misterinya, Situs Megalitikum Gunung Padang ini merupakan kekayaan budaya yang luar biasa dimiliki bangsa Indonesia yang harus dilestarikan keberadaannya. Sudah seharusnya, kita semua turut andil menjaga kelestarian Cagar Budaya ini dengan menjaga kebersihan dan kenyamanan Situs Gunung Padang ketika kita berkunjung ke sana.

Pesona Keindahan Air Terjun Curug Cikaso Sukabumi

Curug Cikaso merupakan air terjun yang lokasinya berada di kawasan wisata Ujung Genteng. Mengapa di sebut Curug Cikaso? Karena air terjun ini mengalir dari anak sungai Cikaso. Sungai Cikaso sendiri mengalir dari hulunya yang berada di kawasan Sukabumi Utara hingga selesai dengan muaranya yang ada di Pantai Selatan di Sukabumi Selatan, tepatnya di daerah Surade.

Indahnya Curug Cikaso

flickr.com
flickr.com

Dari hulu sampai muaranya, air sungai mengaliri beberapa curaman tebing-tebing sehingga membuat curahan air terjun yang begitu menakjubkan dan mengesankan. Sungguh sangat disayangkan rasanya bila anda tidak mengunjungi Curug Cikaso ini ketika berlibur ke kawasan Wisata Ujung Genteng. Memang Curug Cikaso ini belum begitu terkenal seperti Pantai Ujung Genteng, oleh karena itu keasrian tempat ini masih sangatlah alami, sebab belum banyak orang yang mengetahui dan mendatanginya.

happytrailsindonesia.com
happytrailsindonesia.com

Nama sebenarnya Curug Cikaso ini adalah Curug Luhur. Namun kebanyakan orang lebih dikenal dengan nama Curug Cikaso dibanding Curug Luhur. Curug Cikaso tercipta dari tiga buah titik air terjun yang saling berdampingan dalam satu tempat yang di bagian bawahnya ada sebuah kolam yang airnya itu memiliki warna hijau kebiru-biruan. Kedua titik air terjun bisa dilihat dengan jelas, akan tetapi satu titik air lagi tidak dapat terlihat jelas karena tertutupi tebing yang memnghadap ke arah timur. Ketiga air terjun itu mempunyai nama masing-masing, yang paling kanan itu bernama Curug Aki, yang tengah bernama Curug Meong dan yang kiti bernama Curug Asepan. Ketiga curug tersebut mmpunyai ketinggian sekitar 90 meter dengan lebar tingginya kurang lebih 100 meter.

Curug Cikaso ini berada di antara Surade dan Jampang Kulon. Gemercik air terjun terlihat sangat indah dan menawan, wajar bila pemandangan air terjun Curug Cikaso ini menjadi bidikan favorit para fotografer yang bisa anda lihat di berbagai website wisata atau pun website personal yang ada di Internet. Banyak orang yang mengetahui kawasan wisata Ujung Genteng itu hanya sebatas pesona pantainya saja, namun ternyata ada pesona alam lain selain pantai yaitu curug. Selain Crug Cikaso yang bisa anda jumpai, ada juga curug-curug lainnya yang cukup terkenal seperti Curug Cigansa dan masih banyak lagi yang lainnya.

Rute menuju Curug Cikaso

Mempunyai jarak tempuh kurang lebih 9 KM dari Surade, 16 KM dari Jampang Kulon, 31 KM dari Ujung Genteng, 71 KM dari Pelabuhan Ratu dan sekitar 111 KM dari pusat kota Sukabumi. Biasanya perjalanan menuju Curug Cikaso dimulai dari daerah Surade yang bisa menghabiskan waktu sekitar 30 menit dengan menggunakan motor atau mobil. Jalan yang dilalui dari Surade sampai pertigaan Cikaso cukup berliku dan beraspal bagus. Akan tetapi, diakhir perjalanan akan banyak dijumpai kondisi jalan yang kurang bagus dan berbatu.

Selain dengan menggunakan kendaraan pribadi, anda juga bisa menggunakan kendaraan umuum dengan menaiki angkot dari Surade dengan jurusan surade – Cikaso. Nanti ketika sudah menaiki angkot, anda harus turun di jalan raya Cikaso, tepatnya di simpang tiga menuju curug. Oh iya, tarif angkot ini sekitar Rp. 6.000,-.

Dari simpang tiga ini perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 2 km menuju Curug. Sepanjang perjalanan anda akan disuguhkan pemandangan sawah dan suasana khas pedesaan yang masih asri. Namun jika malas berjalan, anda bisa ikut menumpang truk pasir yang biasanya sering lewat menuju curug. Selain itu, anda juga bisa menggunakan sampan dengan menyisir sungai Cikaso. Anda bisa menemukan sampan ini disekitar jembatan Cikaso. Butuh waktu sekitar 15 menit dari simpang tiga tadi sampai sampai di Curug Cikaso jika menggunakan Sampan. Adapun harga sewa sampan kurang lebih Rp. 70.000/sampan (Bisa menampung 12 orang). Jika sudah sampai di dekat tepian daratan yang akan menuju curug, maka perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki menapaki jalan setapak sejauh 100 meter sampai tiba di lokasi Curug Cikaso.

tripadvisor.com
tripadvisor.com

Fasilitas dan Akomodasi

Fasilitas yang ada di Curug Cikaso ini belum terlalu banyak karena memang Curug ini tergolong cukup baru dan belum terlalu dikelola maksimal. Namun, di sana anda bisa menemukan beberapa warung makan, toilet serta kios yang menjual berbagai souvenir dan cindra mata. Sayangnya di tempat ini belum ada tempat sampah, sehingga sampah sering berserak dimana-mana akibat tidak adanya kesaran dari pengunjung atau pun pengelola warung makan.

Selain itu, ada beberapa objek wisata di sekitar Curug Cikaso seperti Goa Aul, Jeram Seungkeu dan juga muara serta pantai Cikaso.

Menikmati Indahnya Situ Gunung Sukabumi

Situ Gunung adalah salah satu tempat wisata di Sukabumi yang cukup terkenal. Tak jarang para wisatawan lokal ketika hari libur telah tiba datang berbondong-bondong ke tempat ini bersama keluarga dan kerabatnya. Udara dan suasana di Situ ini sangat sejuk, maklum karena Situ Gunung ini masih berada di kawasan kaki Gunung Gede Pangrango. Jadi kalau mau ke sini, sebaiknya anda bawa baju yang tebel ya kecuali kalau mau kedinginan, hehe.

Selain sebagai tempat wisata untuk melepas penak karena suasananya yang sejuk dan tenang, Situ Gunung juga kerap kali di datangi para potografer untuk mengambil gambar di area ini. Sudah menjadi rahasia umum, Situ Gunung merupakan salah satu Situ paling indah yang ada di Jawa Barat. Sehingga para pecinta fotografi sering sengaja datang ke sini untuk mengambil keindahan Situ Gunung ini atau pun juga untuk mengambil pemotretan di sini. Banyak foto pre-wedding yang dilakukan di tempat ini.

Bukan hanya sebagai tempat liburan dan fotografi saja ternyata, kawasan wisata Situ Gunung ini juga bisa di gunakan untuk tempat berkemah yang cocok dan nyaman. Tempatnya asri, ada juga fasilitas outbondnya dan tak jauh dari danau Situ Gunung juga terdapat wisata alam yang lainnya yaitu Curug Sawer. Namun jika ingin berkemah, anda harus melapor dulu ke petugas di pos penjagaan.

qolbunhadi.com
qolbunhadi.com

Foto-foto Kawasan Wisata Situ Gunung

qolbunhadi.com
qolbunhadi.com
Situ Gunung merupakan salah satu tempat wisata di Sukabumi yang terkenal
qolbunhadi.com

Rute Perjalanan Menuju Situ Gunung

Jika dari Jakarta

JIka anda dari Jakarta dan ingin berkunjung ke Situ Gunung, maka ada beberapa pilihan alternatif yang bisa anda coba untuk sampai ke Situ Gunung, yaitu dengan Kendaraan Pribadi atau dengan Angkutan Transportasi

1. Kendaraan Pribadi

Dari Jakarta bisa menyusuri jalan tol JAGORAWI dan keluar dari pintu tol Ciawi. Setelah keluar dari Ciawi, kemudian telusurilah jalan raya nasional Bogor – Sukabumi. Waktu yang dibutuhkan dari Bogor ke Sukabumi kurang lebih 2-3 jam. Setelah sampai di pertigaan Cisaat dan sudah memasuki area sukabumi, kemudian anda mengambil jalan ke arah Kadudampit. Anda hanya perlu lurus saja dan ikuti jalan sampai nanti bertemu kawasan wisata Situ Gunung. Jika dihitung, total perjalanan dari Jakarta menuju Situ Gunung Sukabumi sekitar 5-6 jam.

2. Angkutan Transportasi

Terdapat beberapa alternatif jika anda ingin menuju Situ Gunung menggunakan Angkutan Transportasi. Antara lain memakai Kereta atau Bus.

Jika menggunakan kereta dari Jakarta, terlebih dahulu anda bisa menuju Bogor dan turun di stasiun Bogor. Kemudian anda beralih menuju kereta jurusan Bogor – Sukabumi yang terdapat di stasiun Paledang yang tak jauh berada dari stasiun Bogor. Jika telah menaiki kereta, nanti bisa turun di Stasiun Cisaat. Perjalanan dari Bogor ke Sukabumi menggunakan kereta kurang lebih 2 jam. Selanjutnya jika telah sampai di stasiun Cisaat, anda bisa meneruskan perjalanan dengan naik angkot jurusan Mangkalaya – Cisaat, dilanjut dengan Cisaat – Kadudampit. Setelah menaiki angkot jurusan Cisaat – Kadudampit, maka anda akan berakhir di kawasan wisata Situ Gunung. Tarif angkot sendiri sebesar rp. 5.0000, sedangkan untuk kereta jurusan Bogor – Sukabumi yaitu sebesar Rp. 25.000 untuk kelas ekonomi dan Rp. 50.000 untuk kelas bisnis.

Namun jika anda menggunakan Bus dari Jakarta, anda bisa naik bus jurusan Jakarta – Sukabumi yang terdapat di beberapa terminal Jakarta. Saat sampai di Sukabumi, nanti anda turun di pertigaan Cisaat. Setelah itu, perjalanan dilanjut menggunakan angkot jurusan Cisaat – Kadudampit.

Jika dari Bandung

JIka anda dari Bandung dan ingin berkunjung ke Situ Gunung, maka ada beberapa pilihan alternatif yang bisa anda coba untuk sampai ke Situ Gunung, yaitu dengan Kendaraan Pribadi atau dengan Angkutan Transportasi.

1. Kendaraan Pribadi

Dari Bandung bisa menyusuri jalan nasional Bandung – Cianjur – Sukabumi. Waktu yang dibutuhkan dari Bandung ke Sukabumi kurang lebih 3 – 4 jam. Setelah sampai di pertigaan Cisaat dan sudah memasuki area sukabumi, kemudian anda mengambil jalan ke arah Kadudampit. Anda hanya perlu lurus saja dan ikuti jalan sampai nanti bertemu kawasan wisata Situ Gunung. Jika dihitung, total perjalanan dari Bandung menuju Situ Gunung Sukabumi sekitar 4-5 jam.

2. Angkutan Transportasi

jika anda menggunakan Bus dari Bandung, anda bisa naik bus jurusan bandung – Sukabumi yang terdapat di terminal Leuwi Panjang, Bandung. Saat sampai di terminal Sukabumi, nanti anda naik angkot warna hijau jurusan Sukabumi – Cisaat dan turun di pertigaan Cisaat. Setelah itu, perjalanan dilanjut menggunakan angkot jurusan Cisaat – Kadudampit. Jangan dulu turun sampai angkot benar-benar berhenti di kawasan wisata Situ Gunung. Kalau dihitung, perjalanan dari Bandung menuju Situ Gunung Sukabumi kurang lebih 5-6 jam.

Jalur Pendakian Gunung Salak

Sejarah Gunung Salak

Secara administratif, Gunung Salak terletak di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor. Gunung ini mempunyai beberapa puncak, diantaranya adalah puncak Salak I yang mempunyai ketinggian 2.111 mdpl. Sedangkan, yang satu lagi adalah Puncak Salak II yang mempunyai ketinggian 2.280 mdpl.

Jika orang yang belum tau banyak tentang Gunung Salak, mungkin mereka mengira bahwa nama gunung ini diambil dari buah salak, itu adalah perkiraan yang salah. Sebenarnya, nama gunung ini diambil dari bahasa Sangsakerta “Salaka” yang mempunyai perak. Gunung ini adalah gunung berapi yang masih aktif. Tahun 1938 merupakan letusan terakhir gunung ini, pada saat itu letusan berupa erupsi freatik yang terjadi di kawah Cikuluwung Putri.

Jalur Pendakian Gunung Salak

Untuk mendaki Gunung Salak, kamu bisa memilih beberapa jalur pendakian. Terdapat dua tujuan untuk mendaki, yaitu puncak I dan Puncak II. Kamu bisa mendaki lewat arah Cimelati, Cidahu dan kawah Ratu Gunung Bender untuk menuju puncak I.

Jika ingin melakukan pendakian, sebaiknya kamu melakukannya pada musim kemarau. Sebab, kalur pendakian pada musik kemarau anginnya tidak terlalu kencang, jarang ada lintah atau pacet dan medannya tidak terlalu becek.

Untuk lebih jelasnya, pendakian Gunung Salak ini bisa melalui beberapa pilihan alternatif, diantaranya Jalur Cidahu (Sukabumi), Jalur Pasir Reungit, Jalur Giri, Jaya (Curug Pilung) dan Jalur Cimelati / Kutajaya

1. Jalur Cidahu

Salah satu jalur yang cukup favorit dijadikan jalur pendakian menuju puncak Gunung Salak oleh pendaki adalah Wana Wisata Cangkuang, kecamatan Cidahu, kabupaten Sukabumi. Jika dari jakarta dan ingin menuju tempat ini, kamu bisa menggunakan bus jurusan Sukabumi atau kereta api dari stasiun Bogor menuju Sukabumi, turun di stasiun Cicurug. Kemudian disambung dengan angkutan umum jurusan Cidahu.

Dari tempat itu terdapat dua jalur pendakian, yaitu jalur utama yang menuju puncak I serta jalur baru yang menuju Kawah ratu. Tempat Wana Wisata Cangkuriang sering digunakan pendaki menuju Kawah ratu dan juga digunakan sebagai tempat perkemahan dengan pemandangan air terjun yang begitu menakjubkan. Dari jalur Wana Wisata ini pula, para pendaki bisa menuju Puncak Salak I.

Di gerbang pintu Wana Wisata Cangkuang terdapat tempat yang sangat nyaman untuk berkemah. Selain itu, terdapat juga banyak warung makanan. Jika ingin menuju puncak Gunung Salak I dari jalur ini, maka para pendaki membutuhkan waktu sekitar 8 jam perjalanan. Sedangkan, jika ingin menuju Kawah Ratu, maka para pendaki membutuhkan waktu sekitar 3-5 jam perjalanan.

Jika dari perkemahan dan akan menuku Shelter III, maka jalur yang dilewati cukup curam, basah dan lembab. Apalagi jika musim hujan tiba, jalur ini sangat curam dan licin. Namun, para pendaki cukup tertolong oleh akar-akar pohon. Di Shelter ini juga terdapat tempat yang cukup luas untuk mendirikan tenda dengan pemandangan hutan tropis yang lebat dan terdapat pula sebuah sungai yang airnya sangat jernih.

Saat memasuki Shelter IV, jalur pendakian semakin curam yang berupa tanah merah. Di sebagian lokasi, kamu akan melewati beberapa lokasi becek sedalam dengkul kaki. Di jalur ini juga, para pendaki akan melewati dua buah sungai yang mempunyai air yang sangat jernih. Jika melakukan pendakian lewat jalur ini, sebaiknya kamu mengambil air jernih yang ada di sini. Sebab, jika musim kemarau tiba, sungai ini merupakan sumber air bersih terakhir yang bisa kamu temukan.

Shelter IV adalah persimpangan jalan. Jika ingin sampai ke puncak Gunung Salak, kamu harus mengambil jalan ke arah kanan. Sedangkan jika ingin sampai ke Kawah ratu, kamu harus mengambil jalan ke arah kiri. Kamu bisa mendirikan tenda di Shelter IV ini. Sebab, memiliki dataran yang datar dan cukup luas.

Menuju Puncak Gunung Salak

Puncak Indah di Gunung Salak
theindonesiadventurer.wordpress.com

Waktu yang dibutuhkan dari Shelter III menuju Shelter IV adalah sekitar 1 jam. Dalam perjalanannya, kamu akan melewati akar-akar pohon yang tertutup tanah lunak. Jika tidak hati-hati kamu bisa terperosok dibuatnya. Dari lokasi ini, kamu bisa melihat dengan jelas Kawah Ratu. Setelah melintasi sungai kecil dan area yang sangat luas, kamu bisa berbelok ke arah kanan. Selanjutnya kamu bisa berjalan ke arah kiri mengikuti pagar-pagar kawat yang berduri.

Jalur menuju puncak ini mempunyai medan yang sangat smpit, agak licin, curam dan juga mempunyai sedikit turunan. Pada sisi kanan dan kiri jalan terdapat jurang yang curang serta dalam. Jalur ini ditutupi oleh pohon dan rumput. Saat satu jam melewati jalur ini, para pendaki akan melewati bebatuan dan akar-akar pepohonan.

Sampai di Shelter V, di jalur ini sedikit menurun kemudian kembali akan menanjak tajam. Para pendaki harus bisa memanjat tebing dengan bebatuan yang curam. Saat berhasil melewati Shelter V, maka pendaki harus menuju Shelter VI. Waktu yang dibutuhkan untuk melewati Shelter VI ini kurang lebih 1 jam. Jalur ini memiliki kondisi yang cukup curam dan sempit, sehingga saat melintasi jalur ini kamu tidak punya banyak waktu untuk beristirahat.

Di Shelter VII, para pendaki membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam untuk mendaki area punggung gunung yang semakin menanjak. Di Shelter VII ini, para pendaki akan banyak melewati akar pohon, sehingga jika angin bertiup maka para pendaki bisa ikut bergoyang karena terkena hembusan angin. Namun, jalur ini juga tidak terlalu mempunyai medan yang curam seperti jalur sebelumnya. Dari Shelter VII ini, kamu hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit untuk sampai di Gunung Salak I.

Sampailah kamu di puncak Gunung Salak I. Di puncak ini kamu akan melihat masih banyaknya pohon-pohon besar tumbuh. Tempatnya sangat luas, sehingga bisa digunakan untuk mendirikan tenda. Terdapat makam kuno di puncak ini, diantaranya makam Embah Gunung Salak yang mempunyai nama asli Raden k.H Moh. Hasan Bin Raden K.H Bahyudin Baraja Kusumah. Masih dalam kawasan puncak ini, terdapat juga makam kuno yang lain, yaitu makam Raden tubagus Yusup Maulana Bin Seh Sarip Hidayatullah. Selain makam, ada juga tempat yang cukup mistis yaitu sebuah pondok yang sering dijadikan para pejiarah untuk menginap.

Menuju Kawah Ratu

Kawah ratu yang sangat indah
anekatempatwisata.com

Dari Shelter IV, dibutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk sampai di Kawah ratu. Adapun Kawah Ratu sendiri terdiri dari 3 kawah, yaitu Kawah Hurip (Kawah hidup), Kawah Paeh (Kawah paeh) dan Kawah Ratu (Paling besar). Kawah Ratu sndiri adaah kawah aktif yang secara berkala sering mengeluarkan gas yang mengandung belerang. Ada larangan ketika mengunjungi tempat ini, yakni dilarang meminum air belerang dan dilarang mendirikan tenda.

2. Jalur Pasir Reungit

Untuk menuju puncak lewat jalan pendakian Pasir Reungit, dari stasiun Bogor kamu bisa naik angkot jurusan Bebulak. Selanjutnya dari terminal Bebulak bisa disambung dengan naik angkot jurusan Leuwiliang, kemudian turun di simpang Cibatok. Dari simpang Cibatok kamu bisa naik angkutan pedesaan ke Bumi Perkemahan Gunung Bunder atau Gunung Picung yang berhenti di Pasir Reungit.

Pada rute ini, kamu bisa menjumpai dua kawah yang berukuran kecil, yaitu Kawah Anjing dan Kawan Monyet. Jika musim hujan tiba, maka bagian tempat itu akan berubah menjadi saluran air yang alami. Terdapat perkemahan dan tiga mata air di sekitar Desa pasir Reungit. Ketiga mata air itu yaitu Curug Seribu, Curug Cigamea Satu, Curug Cigamea Dua, ketiganya bisa di lewati sebelum ke Kawah Ratu.

Masih dekat kampung Pasir Reungit, terdapat sebuah curug yang yang bernama Curug Ngumpet. Curug ini memiliki ketinggian kisaran 20 meter dan mempunyai  tumpahan air yang cukup lebar. Sedangkan Curug Cigamea mempunyai tinggi sekitar 50 meter. Nah, kalau Curug Seribu merupakan curug yang tertinggi diantara ketiga curug itu. Curug ini mempunyai tinggi sekitar 200 meter. Sehingga tumpahan airnya menyatu dan cukup besar, tak heran dari jarak yang cukup jauh pun kita sudah dapat merasakan percikan airnya yang dingin.

3. Jalur Giri Jaya (Curug Pilung)

Jaur Giri Jaya berada di Wana Wisata Curug Pilung, desa Giri Jaya, kecamatan Cidahu, kabupaten Sukabumi. Butuh waktu sekitar 5-8 jam perjalanan untuk mencapai puncak Gunung Salak jika melalui jalur pendakian ini. Kamu bisa menggunakan ojeg untuk menuju desa Giri Jaya ini. Namun jika kamu memiliki jiwa petualang, kamu bisa berjalan kaki menuju desa itu dengan waktu tempuh kurang lebih 3.5 jam – 4 jam perjalanan.

Di gerbang masuk Wana Wisata Cicurug Pilung, kamu hanya perlu berjalan kaki beberapa meter saja. Setelah itu, akan terlihat sebuah gapura pintk masuk menuju Pasareyan Eyang Santri. Setelah sampai sana, pendaki akan berjalan melalui jalan-jalan kecil rumah warga, lalu mereka akan sampai di kebun-kebun warga sekitar. Setelah 15 mnit berjalan, pendaki akan sampai di sebuah pertapaan Eyang Santri. Disini terdapat sebuah MCK yang didalamnya terdapat air yang bersih. Saat sampai MCK ini, sebaiknya para pendaki mengambil air bersih di sini sebab dari jalur air ini sampai puncak tidak ada mata air yang akan didapati lagi.

Terdapat sebuah air terjun yang indah bernama Curug Pilung di bawah pertapaan Eyang Santri. Kawasan ini juga bisa digunakan untuk berkemah. Dari tempat ini para pendaki akan melewati pohon-pohon damar, jalur yang agak miring. Jika cuaca sedang bagus, dari tempat ini bisa terlihat dengan sangat jelas Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Pohon besar dan lebat tumbuh banyak disekitar lereng-lerengnya. Selama 1 jam, kamu akan melewati jalur yang agak miring, sempit dan licin.

Setelah 3-4 jam perjalanan pendakian, kamu akan sampai di sebuah makam Pangeran Santri. Di sekitarnya terdapat sebuah pondok dan mushola. Mulai dari makam hingga puncak, jalur semakin curam dan kamu harus melewati akar dan tanah. Waktu yang dibutuhkan sekitar 2 jam untuk sampai puncak dari tempat makam tadi.

Di beberapa lokasi, kamu harus menaiki batu-batu besar yang licin dan disekitarnya adalah jurang. Selain itu, kamu harus sangat berhati-hati karena banyak akar yang tertutup lumut, bila kamu menginjak tanah maka akan terjerumus ke celah-celah akar. Biasanya di lokasi ini terdapat berbagai  jenis burung dan monyet. Kemudian para pendaki akan sampai di Shelter VII, yakni pertemuan jalur yang berasal dari Cangkuang. Dari Shelter VII untuk sampai puncak hanya membutuhkan waktu kira-kira 10 menit lagi.

4. Jalur Cimelati atau Kutajaya

Jalur Cimelati atau Kutajaya merupakan jalur pendakian menuju puncak gunung Salak yang paling pendek dan cepat. Akan tetapi, di sepanjang jalur ini kamu akan sulit menemukan sumber mata air yang bersih, sehingga harus mempersiapkan air bersih sejak dari awal pendakian.

Untuk menuju Cimelati atau Kutajaya, jika dari Bogor para pendaki dapat naik jurusan Bogor – Sukabumi dan turun di daerah Cimelati atau Cicurug. Cicurug merupakan salah satu kecamatan yang ada di kabupaten Sukabumi. Kamu bisa menyiapkan segala perlengkapan yang harus dibawa di sini, sebab di Cicurug terdapat sebuah pasar. Dari pasar Cicurug yang juga dijadikan terminal, kamu bisa naik ojeg atau menyewa mobil menuju Cimelati atau Kutajaya. kendaraan umum yang ada di sini hanya terdapat di pagi hari, itupun jumlahnya sangat minim.

Perjalanaan pendakian ini dimulai dari desa Kutajaya dengan melewati kebun pertanian serta ladang warga setempat, karena banyaknya jalan yang berjabang alangkah baiknya kamu melakukan perjalanan pada siang hari agar memudahkan perjalanan.

Jika di perjalanan sulit menemukan jalur, kamu bisa mengikuti arah air terjun. Di setiap pos terdapat tanda-tanda yang jelas, akan tetapi sangat jarang tanda-tanda penunjuk arah yang bisa kita dapati untuk menuju puncak. Selain itu, disepanjang jalur ini kamu tidak bisa membuka tenda, sebab tidak adanya lokasi yang datar dan cukup luas. Namun jangan khawatir, di beberapa pos terdapat lokasi yang cukup untuk mendirikan satu sampai dua buah tenda ukuran kecil. Itulah sebabnya, jalur ini jarang dilewati pendaki hingga kadangkala tertutup daun dan rerumputan.

Sesudah menyusuri ladang pertanian warga sekitar, selanjutnya pendaki akan melintasi hutan yang cukup lebat tetapi tidak begitu lembab. Kemudian para pendaki akan menjumpai pertigaan dari kutajaya, air terjun yang menuju puncak. Saat berjalan beberapa ratus meter menuju arah puncak, maka akan ditemui pos 3. Setelah melewati pos 3 maka pendaki akan melewati jalur yang terus menanjak dan melewati hutan-hutan yang lumayan lebat. Saat sampai di pos 4, pendaki akan menemukan jalan bercabang lagi. Di tempat ini terdapat sebuah pipa saluran air, namun jangan sampai kamu mngikuti pipa saluran air itu, baik yang ke kiri (atas) maupun yang ke kanan (bawah).

Saat kamu dapat melewati pos 4, maka jalur yang dilewati akan terlihat cukup jelas dan sudah tidak banyak percabangan lagi di sepanjang jalurnya. Untuk menuju pos 5, kamu membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Di pos 5, jalur akan semakin menanjak serta melewati hutan lebat dan akar-akar pohon. Di sepanjang jalur Cimelati atau Kutajaya ini, para pendaki mungkin hanya akan menikmati pemandagngan monoton yaitu berupa hutan yang lebat. Akan tetapi, pendaki juga sesekali biasanya melihat hewan-hewan sprti berbagai macam jenis burung, atau juga mungkin berpapasan atau melihat serombongan monyet yang melintasi jalur ini juga.

Dari pos 5 jika ingin sampai ke pos 6 dibutuhkan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan. Di sini kamu bisa mendirikan sebuah tenda karena terdapat tanah datar yang cukup luas. Pos 6 ini merupakan pos terakhir, dibutuhkan waktu sekitar 1 jam lagi untuk sampai puncak Gunung Salak I dari pos 6. Puncak Gunung Salak sendiri mempunyai ketinggian sekitar 2.211 mdpl.